BAB - 37

1330 Words

Kenzi melonggarkan kerah kemeja dan dasi yang di pakainya seraya membuka pintu dan masuk ke dalam kantornya setelah selesai memimpin rapat. Alis tebalnya terangkat saat melihat sekotak bekal makan siang yang di letakkan di atas meja kerjanya. Istrinya pasti datang ke sini dan meletakkannya di sana. Kenzi duduk di kursi besarnya, merenggangkan otot-ototnya lalu menyandar di sana mengangkat kotak itu di depan wajahnya dan tersenyum. Amira itu sebenarnya Istri yang manis, penurut dan berusaha untuk selalu memenuhi semua kebutuhannya ketika dia sudah tidak lagi memiliki pilihan lain selain menjadi Istrinya. Hanya saja, Ken mencintai Eliana sejak dulu dan masih tetap menyimpan amarah di dalam hatinya untuk Amira hingga membuat mereka terjebak dalam pernikahan. Tapi belakangan ini, ada sesuatu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD