Pesta itu sudah usai. Yang terasa kini hanya rasa lelah dan mengantuk, sebab waktu sudah menunjukkan pukul dua belas malam sementara pesta itu baru saja usai setengah jam yang lalu. Marwa benar-benar penat. Dengan gaun abu muda yang masih melekat di tubuhnya, ia rebahkan tubuhnya di atas ranjang kamar hotel yang sudah mereka sewa. Bahkan Marwa belum melepas sepatunya sama sekali. “Sayang … Kamu mau tidur dengan gaun itu?” tanya Farhan Pria itu sendiri mulai melepas jas berwarna senada dengan gaun yang dipakai Marwa. “Aku bahkan enggan untuk ke kamar mandi,” jawab Marwa. Farhan meletakkan jasnya di sandaran kursi yang ada di kamar itu. Ia buka kancing lengan kemeja lalu ia angkat lengan kemeja itu sampai siku. Farhan pun berjalan mendekat ke arah Marwa. “Apa yang kamu lakukan, Sayang?

