Marwa Menemui Aldo?

2202 Words

Untuk pertama kalinya, Marwa membiarkan Farhan mengecap manis bibirnya dengan brutal. Mereka berciuman panas di dalam ruang pribadi Marwa di klinik kecantikan yang mereka dirikan bersama. Tidak hanya berupa ciuman semata, namun suara desahan dan erangan pun terdengar menggema di sana. Farhan berada di puncak nafsu. Entah apay an membuat ia menggila kali ini. Rasanya Farhan enggan untuk melepaskan ciuman panas itu, terlalu nikmat jika harus ia sudahi begitu saja. Tangan Farhan mulai menjakar ke bagian lain. Berusaha membuka resleting bagian punggung pakaian Marwa. Ia ingin menyudahi kesabarannya hari ini. Namun sayang, tiba-tiba saja ponsel Marwa berdering sangat keras di sana, membuat suasana panas itu ambyar seketika. “Marwa,” lirih Farhan mencegah Marwa pergi dari dekapannya. Marwa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD