Pelukan Hangat Untuk Marwa

1980 Words

“Pak Rafles,” ucap Marwa ramah ketika menemui pria paruh baya itu di ruang tunggu klinik kecantikan miliknya dan Farhan. Marwa sengaja tidak mau menerima pria itu di ruangannya. Ada beberapa hal yang membuatnya khawatir dan curiga dengan ayah dari mantan suaminya itu. Rafles memutar tubuhnya. Ia keluarkan ke dua tangan yang tadinya ia masukkan ke dalam saku celana. “Marwa, boleh papa bicara sebentar?” tanya Rafles. Marwa mengangguk, “Silahkan duduk,” ucap Marwa. “Maaf, boleh kita bicara di tempat yang lebi privasi? Papa ingin berbicara empat mata dengan kamu.” “Maaf, kita bicara di sini saja. Lagi pula tidak ada orang lain di sini selain kita. Kalau kita bicaranya dengan nada dan volume yang biasa saja, maka tidak akan didengar oleh siapa pun,” tegas Marwa. Ia tidak ingin mengambil re

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD