Dipindahkan

1871 Words

Marwa sudah sampai di lantai dua, tepatnya di depan pintu kamar Jihan. Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, Marwa pun memutar gagang pintu. “Selamat pagi …,” ucap Marwa seraya masuk ke dalam kamar Jihan. “Akhirnya kamu datang juga. Pantas mereka pergi begitu saja.” Jihan yan tadinya memerhatikan mertuanya dari balik jendela kamar, langsung berjalan menghampiri Marwa. “Iya, mereka langsung pergi setelah tahu kalau aku ini adalah Marwa. Kenapa kamu tidak menemui mereka?” tanya Marwa. “Menemui mereka? Untuk apa? Aku sudah malas berhubungan dengan Aldo. Tidak hanya Aldo saja, tapi juga ke dua orang tuanya serta keluarga besarnya. Mereka semua sama saja. Manis hanya untuk mengharapkan sesuatu. Jika bukan karena uang dan harta, mana mau mereka bersikap baik kepada kita.” “Syukurlah kalau k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD