Malam kian larut dan kini Farhan dan Marwa bersiap pulang ke kediaman mereka. Sebuah lamaran yang indah dengan jawaban yang indah pun sudah usai. Farhan pun memantapkan diri untuk segera menikah dengan Marwa. “Wa, terima kasih atas semuanya,” ucap Farhan sesaat sebelum melepas Marwa naik ke lantai dua. “Aku yang harusnya mengucapkan terima kasih sama kamu, Mas. Selama ini kamu sudah banyak berkorban untuk aku. Banyak yang kamu lakukan dan yang paling penting, kamu memberikan aku kehidupan yang ke dua.” “Bukan aku, Wa. Tapi Tuhan. Tuhanlah yang sudah memberikan kehidupan itu untuk kamu. Aku hanya melakukan kewajibanku sebagai sesame manusia. Sayangnya aku malah terpikat pada pasienku sendiri.” Marwa tersenyum, “Kalau kamu masih mau berubah pikiran, aku masih memberikan kesempatan,” ucap

