“Ada apa, Wa?” tanya Farhan. Ia perhatikan raut wajah Marwa tampak murung, tidak seperti biasanya. “Hari ini, Jihan datang lagi ke klinik.” “Hhmm … Lalu?” “Aku kasihan sama dia.” “Kamu? Kasihan sama dia? Marwa, apa kamu lupa kalau selama ini Jihan sudah sudah banyak menyakiti kamu.” “Tapi sepertinya ia sangat menyesal, Mas. Ingin rasanya aku datang ke hadapannya dan mengaku kalau aku ini adalah Marwa.” “Jangan gegabah, Wa. Belum saatnya kamu mengatakan hal itu pada siapa pun. Aldo masih bebas berkeliaran dan ia bisa saja melakukan hal jahat pada kamu.” “Aku tahu, Mas. Tadi Jihan kembali menangis. Ia minta pendapat padaku, sebab ia berencana ingin pergi ke hutan itu lagi untuk meminta maaf pada Marwa.” “Lalu?” “Tentu saja aku tidak menyetujuinya.” “Dia sedang hamil dan bisa saja i

