Elaina keluar dari mobil dan segera menyusul langkah Dalen memasuki sebuah restoran mewah di pusat kota itu. Ia mengayun kaki indahnya dengan gerakan tenang, bergerak begitu gemulai, seakan setiap jarak langkahnya diukur sehingga tak boleh lebih lebih lebar. Elaina sangat memperhatikan setiap penampilan dan pergerakannya, tahu menempatkan diri, apalagi sekarang ia akan segera dikenal sebagai wanita milik Dalen. Nama baiknya di luar, sama seperti nama baik Dalen. Itu yang ada di benak Elaina. Ini adalah hal kecil mendasar yang harus diperhatikan Elaina, supaya bisa terus menjerat Dalen dengan daya pikat tajam-nya. “Tuan Gabino menyuruh Anda masuk lebih dulu, Nona. Beliau akan menyusul setelah urusannya selesai.” Toris mengulurkan tangan kanannya mempersilakan Elaina masuk ke dalam sebuah

