Saddam dan Harry terlihat sibuk mencari Hana di bandara yang besar ini. Karena akan percuma saja mereka ikut terbang ke Indonesia jika tidak bersama Hana. Toh mereka tidak tahu di mana rumah wanita itu. Agar cepat bertemu, keduanya terlihat berpencar sembari membawa koper mereka masing-masing. Ponsel Hana juga susah untuk dihubungi, itu semakin menyulitkan mereka. “Astaga, bodohnya aku. Kenapa tidak ke respsionis?” ucap Harry. Pria ini pun memutuskan untuk ke resepsionis, sembari menghubungi Saddam. Harry urung menghubungi Saddam, dia lupa jika ponsel temannya tertinggal di kantor. Tadinya mereka akan mampir ke kantor, tapi sepertinya waktu mereka tidak cukup, jadi keduanya mengurungkan tindakan itu. Saddam berhenti melangkah ketika melihat satu sosok wanita dengan jaket berwarna mint.

