Bagian 43

2010 Words

“Hana.” Wanita ini langsung menoleh saat mendengar ada yang memanggil namanya. Hana refleks berjalan mundur beberapa langkah kala melihat Fahri kembali datang menemuinya. Hana baru saja turun dari bus dan berjalan untuk sampai di apartemen. Fahri mendekati Hana, kali ini dia tampak kembali membawakan Hana makanan. Seolah tidak terjadi apa pun di antara mereka, pria ini masih saja bisa tersenyum di depan Hana. “Aku membawakanmu makanan. Cukup susah mencari penjual sate di sini. Jadi, aku putuskan meminta seseorang membuatnya. Aku ingat jika ayah dan ibu pernah bilang jika kamu sangat suka makan sate sejak kecil. Ini, semoga bisa mengobati rasa rindumu dengan mereka.” Hana hanya menatap bungkusan di tangan pria itu. “Tidak usah, Fahri. Terima kasih untuk kebaikanmu. Jujur, aku merasa t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD