Ten (Cinta Monyet Masa Lampau)

1752 Words

Lelaki tersebut menguap sambil mengusap wajahnya yang masih sangat kucel. Jemarinya meraba sisi lain dari ranjangnya. Dia tak menemukan tubuh seksi sang istri. Suara demburan ombak terdengar begitu jelas ditelinganya. Padahal bayangannya tadi ingin kembali memejamkan mata sambil memeluk tubuh Fefe. Nampaknya ia harus menelan bulat bulat keinginannya. "Kamu sudah bangun?" Fefe disana. Berdiri lengkap dengan handuk kimono untuk menutupi tubuh polosnya. Leo mengusap wajahnya kasar. "Kamu tau, Fe, bayanganku adalah memelukmu lagi dan mungkin akan menerjangmu juga. Tetapi setelah melihatmu sudah mandi begini aku tidak tega jika harus merusak semuanya." Fefe tertawa geli, "Aku bahkan belum memakai pakaianku." Seketika wajah Leo kembali sumringah. "Jadi, jika aku menerjangmu tidak masalah?" F

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD