3. Kekuasaan Klan Serigala

1013 Words
Beberapa tahun berlalu, dunia masih dapat bernafas lega untuk sementara waktu. Namun, rasa takut masih menghantui setiap jiwa. Ketakutan terbesar dirasakan oleh Ras Valosa yang masih tersisa. Bayang-bayang dari kekejaman Klan Serigala masih menghantui jiwa mereka. Hingga akhirnya, Ras Valosa yang masih tersisa memutuskan untuk memendam kekuatannya dan mencoba menyembunyikan anugerah mereka dari dunia untuk selama-lamanya, alasan mereka melakukan itu agar tidak dibunuh oleh Klan Serigala. Puluhan tahun telah berlalu, Dunia Navalosa masih dapat merasakan kedamaian. Perang besar itu seakan hilang tanpa kabar yang kemudian dianggap telah berhenti dan perlahan mulai dilupakan dalam sejarah. Dunia kembali hidup dalam ketenangan. Namun, bersamaan dengan datangnya kedamaian, Ras Valosa tiba-tiba menghilang dari dunia. Mereka tidak pernah terdengar lagi dan lenyap tanpa jejak. Dan akhirnya dunia hanya mengenal Ras Manusia sebagai penghuni satu-satunya. Namun, tanpa dunia ketahui, di suatu wilayah yang jauh dari jangkauan manusia, satu Klan tengah membangun kekuatan dan mengumpulkan pasukan untuk melanjutkan tujuan mereka yaitu menguasai dunia. Mereka adalah Klan Serigala, musuh semua Klan dan juga musuh dunia. Namun, tujuan mereka untuk menguasai dunia tidak akan tercapai jika masih ada yang menentang kekuasaan mereka. Akhirnya, sebelum mereka menggapai tujuan untuk menguasai dunia, mereka harus lebih dulu memusnahkan setiap Klan yang tersisa, terutama Klan Harimau. Bertahun-tahun mengumpulkan kekuatan, akhirnya Klan Serigala mulai menunjukkan kembali taringnya. Mereka menyusuri setiap wilayah untuk mencari Ras Valosa yang masih hidup untuk kemudian akan mereka bunuh. Kabar kemunculan Klan Serigala merebak dengan cepat yang membuat dunia dirundung ketakutan sekali lagi. Sejarah mengerikan kembali dimulai. Lalu, siapakah yang dapat menyelamatkan dunia kali ini? Satu per satu wilayah Navalosa disinggahi oleh Klan Serigala dengan tujuan membunuh Ras Valosa yang masih tersisa. Setiap Ras Valosa yang mereka temui langsung mereka bunuh tanpa belas kasihan. Namun, semakin lama mereka menyadari bahwa keadaan dunia saat ini sangat berbeda dengan sebelumnya. Tidak ada lagi Klan yang berani menentang mereka, bahkan desas desus keberadaan Klan Harimau pun tidak pernah tercium. Membuat mereka merasa hebat dan superior yang akhirnya berhenti membantai setiap Ras Valosa yang mereka temui. Lalu apa yang mereka lakukan? Jauh lebih kejam daripada membunuh. Mereka memaksa Ras Valosa pria untuk menjadi budaknya. Sedangkan Ras Valosa wanita dan anak-anak diculik lalu disekap untuk dijadikan pemuas nafsu mereka dan juga sebagai penambah keturunan dari Klan Serigala. Orang-orang itu tidak punya pilihan lain selain pasrah, karena kematian merupakan hal yang paling mereka takuti. Setelah menyadari bahwa dunia sudah berada dalam genggamannya, Klan Serigala kini hanya fokus kepada satu tujuan yaitu melenyapkan semua Klan Harimau dari dunia tanpa sisa. Walaupun keberadaan Klan Harimau masih belum diketahui, tapi mereka yakin masih ada Klan Harimau yang tersisa di Dunia Navalosa. Jumlah mereka yang sedikit membuat mereka ketakutan dan lebih memilih bersembunyi. Hingga pada suatu hari, terdengar kabar bahwa di suatu hutan yang berada di wilayah bagian timur terdapat sekelompok manusia yang diduga berasal dari Klan Harimau. Maka, pergilah Klan Serigala ke tempat tersebut dengan maksud untuk membunuh mereka semua. Walaupun perang telah berhenti, mereka masih mengingat jelas kekuatan Klan Harimau dalam jumlah besar. Mereka pun mencegah hal itu terjadi dengan melenyapkan semua Klan Harimau dari dunia. Klan Serigala akhirnya sampai ditempat yang mereka tuju. Kabar yang tersebar rupanya benar, sekelompok manusia itu adalah Klan Harimau yang masih tersisa dan sedang bertahan hidup dengan tinggal di tengah hutan agar jauh dari keramaian dan keberadaannya tidak diketahui dunia. Tanpa peringatan, Klan Serigala langsung menyerang Klan Harimau tersebut. Sedikit perlawanan dari Klan Harimau membuat Klan Serigala kewalahan, namun jumlah pasukan menjadi penentu kemenangan. Jumlah mereka kalah jauh dari Klan Serigala. Beberapa Klan Harimau melarikan diri ke tengah hutan dan beberapa melawan mati-matian, namun apa daya, tidak ada Klan Harimau yang selamat dari pertempuran itu, semua mati, lenyap tidak bersisa. Dan itulah pertempuran terakhir antara Klan Serigala melawan Klan Harimau. Sejak saat itu, keberadaan Klan Harimau tidak pernah terdengar lagi. Dan kini Dunia Navalosa dikuasai sepenuhnya oleh Klan Serigala. Setelah kekuasaan Klan Serigala dimulai, daratan Navalosa yang luas dibagi menjadi 5 bagian wilayah, yang mana setiap wilayah itu kini menjadi milik Klan Serigala. Perlahan mereka mulai membangun kembali kekuasan mereka. Namun, perlu waktu untuk membangun kelima wilayah tersebut. Kelima wilayah itu terbagi dalam Wilayah Barat, Wilayah Timur, Wilayah Utara, Wilayah Selatan, dan Wilayah Pusat. Pada awalnya, Klan Serigala tinggal di Wilayah Pusat untuk merayakan keberhasilan dan meng-sahkan kebijakan mereka yang menyengsarakan dunia. Dimana setiap bulan, mereka harus menerima setidaknya seratus gadis muda untuk dijadikan pemuas nafsu mereka dan juga para gadis itu berguna untuk memperbanyak keturunan Klan Serigala. Jika keinginan mereka tidak terpenuhi, mereka akan datang langsung menyusuri setiap daerah untuk mencari gadis muda yang kemudian akan mereka bawa dengan paksa. Tidak jarang, ada penolakan dari keluarganya dan yang terjadi selanjutnya adalah pembunuhan. Setelah beberapa puluh tahun tinggal di Wilayah Pusat, Klan Serigala mengirimkan beberapa perwakilan untuk pergi ke Wilayah Timur untuk mengambil alih kuasa di sana. Kita lupakan sejenak soal Klan Serigala dan berpindah ke sebuah desa kecil yang terletak di kaki gunung bernama Desa Nara. Desa itu terletak di bagian selatan Wilayah Timur. Di Desa Nara mengalir sebuah sungai yang sangat panjang. Sungai itu membentang dari Wilayah Timur sampai Wilayah Barat. Saking panjangnya, sungai itu mengalir melewati Wilayah Selatan kemudian berbelok ke Wilayah Pusat lalu mengalir terus sampai Wilayah Barat. Tapi kita tidak akan menceritakan lebih jauh tentang sungai itu, kita akan berfokus pada sebuah rumah yang berdiri di pinggir sungai tersebut. Sebuah rumah yang sepenuhnya terbuat dari kayu. Rumah yang pertama kali mendapat cahaya mentari saat pagi hari. Rumah itu masih terlihat kokoh berdiri dengan segala corak indah yang menghiasi dinding kayunya. Di rumah itu seorang remaja berusia 20 tahun tinggal berdua bersama Neneknya. Remaja itu sangat tampan, tinggi, dan tentu saja mempesona. Tubuhnya kekar berisi dan proporsional. Namun yang menakjubkan darinya adalah tatapan dinginnya yang menusuk setiap jiwa yang menatapnya. Siapa pun tahu kalau dia berbeda dari pemuda lainnya. Dan pemuda itu bernama Bima Panthera. Bima menjalani kehidupan sehari-harinya seperti remaja pada umumnya. Dia pergi sekolah lalu pulang ke rumah. Dia tidak terlalu suka bergaul, dia lebih suka menyendiri sambil membaca buku kesukaannya. Saat ini, Bima tengah menjalani kehidupan sekolahnya di sebuah Akademi bernama Akademi Bachalpsee atau biasa disebut Akademi Bach.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD