POV Author Hari pertama setelah keberangkatan suaminya ke pulau seberang, membuat Naura seperti kehilangan arah dalam hidupnya. Naura sama sekali tidak mengerti kenapa kepulangan sang suami yang hanya sebentar itu malah menimbulkan ketidak-harmonisan dalam rumah tangga mereka. Naura masih ingat dengan jelas bagaimana ibu mertuanya menyinggung soal kehamilannya yang tak kunjung tiba. Bagaimana caranya Naura bisa hamil, sedangkan dia saja baru bertemu lagi dengan kekasih hati. Lagipula, perempuan mana yang tidak ingin hamil dan melahirkan seorang anak? Garis takdir yang Tuhan berikan kepada Naura mungkin sedikit berliku. Tuhan ingin Naura lebih bersabar lagi dengan ujian yang sedang di alami. Naura hanya percaya bahwa Tuhan tidak akan memberikan ujian melebihi batas kemampuan umatnya. Dan

