Kehidupan Manis Naura

1260 Words

POV Author Cahaya mentari pagi telah muncul di ufuk timur, suara ayam jago berkokok yang saling bersahut-sahutan sudah terdengar sejak tadi, tapi Naura masih belum bisa memejamkan matanya. Sepulang dari sholat subuh berjamaah di masjid, Naura memilih untuk segera masuk kamar dan melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an. Setiap ayat yang di baca Naura dapat membawa ketenangan yang sangat luar biasa dalam hatinya. Dirinya mengingat setiap moment yang terjadi beberapa hari lalu. Dia mengingat saat betapa manisnya sang suami dalam memperlakukan dirinya bak seorang putri raja. Eh, Naura kan memang seorang putri ya? Putri dari Raja Burhan. Hihi. Dan dia juga ingat, bagaimana tatapan mata Haris saat mereka berada di hotel berdua sampai-sampai ia menangis sesenggukan dibuatnya. Satu moment yang sang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD