Pertengkaran kecil antara Anan dan Geana sudah usai, dua orang itu sudah sangat akur bahkan cenderung lengket satu sama lainnya. Sebenarnya bukan Geana sih, melainkan Anan yang ingin terus berdekatan dengan istrinya. Mungkin Anan terkena sindrom hamil, karena tak biasanya dia selengket itu pada sang istri. Sifat Anan semakin posesif dan overprotektif saja dalam hal yang menyangkut kesehatan sang istri, itu dia lakukan untuk kebaikan Geana sendiri. Meksipun Geana merasa sangat jengah jika suaminya sudah bertindak keterlaluan, dia sudah terbiasa dikekang dari dulu. Dan dia tidak mau Anan memperlakukannya seperti itu, dia juga ingin kebebasan dengan menghirup udara sebanyak-banyaknya. Malam itu Geana merasa begitu terharu dan bahagia karena kejutan kecil dari Anan dan Aldi untuknya, ternyat

