60. Marah

2116 Words

Pria yang baru saja tiba di kantornya berjalan dengan cepat menuju ruangannya dengan wajah dinginnya, bahkan orang-orang yang berlalu lalang menatapnya heran karena tak biasanya sang direktur muda itu memasang wajah menyeramkan seperti itu. Karena biasanya pria yang tak lain adalah Ananta Darmawan itu selalu menyapa ramah para pegawainya, tetapi berbeda dengan sekarang. Dia nampak acuh tak acuh ketika ada beberapa pegawai yang berani menyapanya, bahkan sampai ada yang bertanya apa yang terjadi pada atasan mereka itu. Anan seakan bisu dan tuli ketika ditanya atau mendengar suara krasak-krusuk dari arah belakangnya, hal yang harus dia selesaikan sekarang adalah meeting bersama dengan kliennya. Masalah Geana biar nanti dia akan pikirkan, yang terpenting dia harus segera menyelesaikan meetin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD