Anan langsung dilanda kepanikan ketika sang istri langsung luruh didalam pelukannya, Geana pingsan. Pria itu langsung membopong tubuh istrinya dan membawanya menuju mobil, sambil mengemudikan mobilnya sesekali Anan menatap kaca spion dibelakang. Dia memang membaringkan Geana di bangku penumpang belakang karena tidak mungkin sekali baginya menaruh Geana disampingnya, dia akan lebih nyaman jika dibaringkan dibelakang. Anan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh, sesekali dia menyalip kendaraan yang berlalu lalang. Ia tidak peduli banyak orang yang mengumpatinya saat dia menyalip dengan tiba-tiba, yang terpenting sekarang adalah istrinya harus dibawa ke rumah sakit. Dia takut terjadi apa-apa padanya, apalagi sang istri kini tengah dalam keadaan hamil. Dia dapat bernafas lega karena akh

