Pria itu tersenyum ketika melihat sang istri makan dengan lahap suapannya, meskipun dia yakin rasa masakan dari rumah sakit jelas saja tidak sama dengan masakan rumahan. Namun karena dia yang mencoba membujuknya, sang istri akhirnya mau juga membuka mulutnya menerima suapannya. Diusapnya kepala istrinya yang kini telah dalam balutan hijab hitam instannya, tadi saat istrinya tengah tertidur dia sengaja pulang ke rumah untuk membersihkan diri kemudian mengambil beberapa baju ganti untuknya dan sang istri selama dia dirawat dirumah sakit. Pekerjaannya sengaja ia alihkan kepada Eza-keponakannya karena tidak mungkin sekali jika dia meninggalkan istrinya sendirian disini. Dia harus senantiasa selalu ada disaat istrinya tengah berduka karena kehilangan Aldi, bukan kehilangan selamanya melainkan h

