Rasa bersalah, itulah yang kini Devandra rasakan. Karena niat buruknya yang akan menculik Aldi demi kepentingannya, kini putranya masuk rumah sakit dan terbaring koma. Devandra benar-benar begitu menyesal, rasa bersalah terus saja menghampirinya. Hidupnya seakan tak ada ketenangannya sama sekali, pikirannya selalu membayangkan kondisi Aldi yang saat ini masih belum sadar juga. Andai dia bisa mengubah waktu, maka dia ingin ketika niat jahat itu terlintas maka ada hatinya yang mengingatkan. Namun, apakah bisa? Sekarang saja dia bingung harus berbuat apa. Anan sama sekali tidak membiarkannya pergi menemui Aldi setelah dia mendonorkan darahnya untuk putranya itu, ya dia tahu kalau Anan melakukan itu karena kesalahannya. Pria itu masih berada di kamarnya, meringkuk dengan kedua lutut yang dit

