Humairah menggigil kedinginan padahal ia sudah menggunakan selimut tebal, serta jaket yang menutupi tubuhnya. Keringat bercucuran di dahinya. Kepalanya terasa pusing, pandangannya mengabur, itulah yang Humairah rasakan saat ini. “Ya Allah, sakit sekali!” lirihnya dengan suara serak Humairah membutuhkan kedua Orang Tuanya saat ini. Ia tidak bisa menjalani aktivitasnya seorang diri, apalagi mengurus suami. Ia mencoba bangun dari baringnya untuk mengambil minum. Ia merasa haus. “Bismillahirohmanirrahim.” gumamnya Humairah melangkah secara perlahan. Ia merapat ke arah dinding agar bisa berpegangan. Saat pintu kamar terbuka ia langsung disambut dengan keheningan. Ia yakin Rafa pasti sudah berangkat ke kantor. “Mas Rafa pasti nggak sarapan pagi ini.” gumamnya Bahkan di saat sedang sak

