Humairah berusaha melepaskan genggaman tangan Rafa namun tidak bisa. Bukannya terlepaskan Rafa justru menggenggamnya semakin erat. “Mas, lepasin!” ujar Humairah dengan nada berbisik. “Kenapa sih? Nggak mau saya genggam!?” “Bukannya gitu, tapi Humairah nggak enak sama anak-anak yang lain.” “Udah, biarin aja!” Genggaman Rafa cukup erat, bahkan sesekali ia mencium punggung tangan Humairah. Hal itu membuat anak-anak kampus berteriak histeris saat melihatnya. Sedangkan Humairah tidak nyaman dengan tatapan mereka. Ia merasa sikap suaminya terlalu berlebihan. Sampailah mereka di depan kelas Humairah. Rafa tersenyum namun belum melepaskan genggaman tangannya. “Lepasin, mas!” “Hmm..” Rafa seperti tidak rela melepas genggaman tangannya. “Humairah mau masuk kelas dulu!” “Tunggu! Kenapa

