Part 44 (Kampus 2)

1405 Words

Keesokan harinya. Tok.. tok.. tok “Humairah!” panggil Rafa sembari mengetuk pintu kamar istrinya. Humairah menatap ke arah pintu dengan tatapan bertanya-tanya. Tumben sekali Rafa pagi-pagi mengetuk pintu kamarnya. “Iya, sebentar!” Ceklek Humairah membuka pintu kamar. Ia menatap suaminya dengan tatapan bertanya. “Ada apa, mas?” “Nggak papa. Saya hanya ingin tahu kondisi kamu.” “Ha?” Humairah dibuat speechless dengan perkataan suaminya. Padahal saat ini masih menunjukkan pukul lima pagi. Humairah tersenyum canggung. Ia semakin dibuat heran dengan sikap suaminya. Entah bertahan berapa lama lagi sikap suaminya. “Em.. kondisi Humairah udah lebih baik, mas. Bahkan jauh lebih baik.” “Alhamdulillah. Saya ikut senang mendengarnya.” Humairah mengangguk sebagai jawaban. “Pagi ini k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD