Tetesan Air Itu

1444 Words
DUA TIMELINE MASIH BERFOKUS PADA AGNES YANG CURHAT DENGAN ROY "Kamu bisa nangis sepuasnya... ada aku kok...." ucap Roy dengan nada sayu sembari mengelus kepala Agnes yang ada di pangkuannya. "Huhuhu, uhmmm" ucap Agnes yang masih terisak-isak di pangkuan Roy "Roy... syukurnya bagian intim ku tidak sepenuhnya dirusak waktu itu..., karena ayahku yang jalang itu tidak mau aku hamil.Jalang sialan itu menyuruh b******n yang disebut temennya untuk tidak sampai HS kepadaku, cukup lakukan penetrasi dengan frekuensi seminggu beberapa kali dengan upah tertentu, dia benar benar memperlakukan ku layaknya barang." ucap Agnes yang masih menenggelamkan wajahnya di pangkuan Roy. "Ayahku yang b***t itu, kamu tau ga Roy? setelah kejadian di hari pertama aku dijual, dia terus-terusan menyiksa aku dalam keadaan aku yang udah trauma menjadi makin trauma lagi....gara gara itu juga... aku mulai takut dan lebih hati-hati pada kebanyakan pria. Arghhh menjijikkan sekali membayangkan semua itu...., kenapa darahku harus berasal dari b******n itu? " lagi lagi curhatan Agnes yang semakin dalam, dia lampiaskan kekesalan dan kepedihannya di hadapan Roy. Roy hanya terus mengelus kepalanya dan memenangkannya. "keluarkan semua keluh kesahmu syg.....aku disini untukmu..." Ucap Roy TIMELINE KEMBALI KABUR YANG KEMBALI BERGANTI KE RIBUAN BUTIRAN KACA Scene terlihat mengarah ke salah satu butiran kaca yang lain, tampak Agnes sudah menduduki bangku SMA dan sudah mulai menjaga warung. itu bukti Agnes merupakan wanita yang hebat, tetap berpendidikan walaupun kehidupannya yang keras dan dipenuhi berbagai tindakan biadab. TIMELINE KEMBALI BERGANTI KE BUTIRAN KACA SELANJUTNYA MEMPERLIHATKAN AGNES PERTAMA KALI KENCAN DENGAN ROY "Roy kamu tau ga? hari ini best bangat tauu.... " ucap Agnes. Tampak suasana restoran yang cukup elegan disertai hidangan di meja yang telah habis, artinya mereka sudah selesai kencan pertama. "Best dong, kencan dengan orang ganteng" ucap Roy "Heleh, btw makasih ya udah bikin hari ini jadi best" balas Agnes dengan senyuman tulus "Jangan lupa ya....bantu projek kimia nanti, kamu kan ahlinya" ucap Roy "hihihi, engga kok biasa aja, tapi kalau buat kamu gas aja" balas Agnes "TIMELINE KEMBALI KE AGNES DEWASA" Angin yang halus dibarengi senyuman Agnes yang manis dan terlihat masih tukar pesan dengan Roy. hingga malamnya, shift Agnes telah selesai. Muncul mobil berwarna hitam mengkilap yang menjemput Agnes, Roy turun dari mobil sembari langsung mendekati dan menggandeng Agnes untuk masuk ke dalam mobil mengkilap tersebut. Roy mengemudikan mobil itu dengan perlahan sembari ngobrol santai dengan Agnes. Angin halus seolah tampak merestui hubungan mereka yang semakin dekat. "Kapan yg kamu nikahin aku? heheh..." ucap Agnes spontan "Pasti aku nikahin syg" balas Roy nada lemah lembut "janji beneran ya, awas ga di tepatin... " balas Agnes kembali dengan tatapan sinis " Iyaaa...iya..sayang..., pria sejati selalu menepati janji" balas Roy dengan nada kalem " hmmm, iya iyaa aja lu Roy, setiap aku lagi bahas janji" balas Agnes "terus gimana yang...." balas Roy sambil nahan tawa "udah sampai... " ucap Roy sambil memarkirkan mobilnya di lobi hotel "widihh, hotel mewah ini yang" ucap Agnes kegirangan "khusus buat mu.... " balas Roy "maacih" balas Agnes sambil meluk Roy dari samping "ayang, aku pengen yang tadi... heheh" ucap Roy sambil nyubit pipi Agnes "uhmmmmm" Balas Agnes Adegan berganti ketika Roy dan Agnes langsung menuju ke arah resepsionis dan memesan kamar. Terdapat klip yang menunjukkan bagian restoran yang mewah, mulai dari kolam berenang, makanan dan fasilitas ga kaleng-kaleng lainnya. Adegan berlanjut dimana Roy dan Agnes berduaan di kamar hotel yang mewah dengan kasus empuk. Roy yang terlihat sudah tidak sabar, mulai mencium Agnes yang sedang make up di depan kaca yang sangat besar. "Ihhh ayang, tar dulu ihh" ucap Agnes sambil mendorong Roy yang memeluk dan menciumnya dari belakang. Roy semakin liar mencium Agnes dan merasa gemas dengan Agnes.Walaupun Agnes terlihat risih, lama lama mulai luluh dan mengikuti skenario yang diinginkan Roy. Roy langsung menarik Agnes ke tempat tidur, dan langsung membuka ikatan sutra yang ada di tubuh Agnes, Roy langsung meniduri Agnes layaknya seorang istri. "arghh, yg aku takutt" ucap Agnes yang masih kaget "Gapapa Nes, sama aku kamu akan baik kok" balas Roy dengan tenang sambil membuka pakaian yang menyelimuti tubuhnya. "Janji ya penetrasi doang..." ucap Agnes tegas "iya sayangku... " balas Roy selama beberapa menit Roy hanya melakukan petting dan tidak mengambil ke jalan yang lain, akan tetapi Agnes mulai merasa kesakitan setelah 10 menit Roy melakukan petting. "yang... yang... udah... arghhhh... " ucap Agnes sementara Roy masih melanjutkan aksinya dengan lebih liar. "arghh....arghhhhhh.... " gerang Agnes yang menahan sakit sembari mendorong-dorong tubuh Roy yang masih melakukan aksinya. situasi tetap berlanjut beberapa detik hingga menit, adegan berganti menjadi klip restoran yang menampilkan kran wastafel yang mewah dengan tetesan air yang jatuh perlahan. Adegan kembali ke kamar yang baru di booking beberapa jam itu. Terlihat Agnes yang kesal memberontak dan melakukan segala cara agar bisa lepas, Agnes terpaksa menggigit tangan yang menahannya dan menggunakan kemahiran kakinya untuk melepaskan diri dari kuncian Roy. "DASAR LELAKI! ga bisa pegang komitmen... " ucap Agnes dengan wajah kesal setelah berhasil lepas dari having s*x sepihak. "Kamu harusnya paham Roy.....aku udah pernah trauma sama kejadian ini, harusnya kamu tau betapa ga sukanya aku lelaki yang brengs*k! " balas Agnes lagi dengan nada yang masih tinggi "maaf yang aku khilaf sedikit tadi..., aku ga tahan sama namanya nafsu....ya gimana lagi...maafin yang..." balas Roy sambil menghela nafas dan berusaha mendekat dan memegang pundak Agnes untuk menenangkannya. Agnes terlihat memberontak dan menepis tangan Roy dengan kondisi yang masih tidak stabil sembari mengatakan "Apa guna aku curhat sejauh itu ke kamu? aku pikir kamu bakal ngertiin aku, ngertiin masa lalu aku dan dengarin omongan aku, nyatanya palsu dan omong kosong belaka.... kamu tadi benar benar kelewatan! melanggar aturan yang disepakati....jatuhnya kamu tadi barusan, telah MEMERKOS* aku!!! dasar brengs*k, kalau kamu kelewatan kayak gini, aku bakal lapor sama pihak berwajib!..... "Kamu nangis darah sekalipun ga bakal bisa nuntut aku..., Agnes Agnes.. aku ini orang kaya mana bisa dituntut sama orang miskin kayak kamu" balas Roy dengan wajah sinis dan agak kesal "kok ngomong kamu gitu sih ke aku...., setelah semua yang terjadi kamu malah ngomong gitu, sakit tau Roy.... " balas Agnes kembali.... "Maafin aku Agnes, makanya jangan berfikir seperti itu..., kamu ga perlu ngancam aku sampai segitunya, udah aku bilang dari awal kalau aku akan selalu bersamamu, okeyy...? " balas Roy "Tenangkan dirimu Nes, aku janji ga akan ninggalin kamu dan ga akan ada yang berubah setelah ini... " ucap Roy kembali, sambil menenangkan Agnes yang menangis dengan tubuh yang tidak ditutupi satu helai benang pun. "jangan biarkan kisah manis kita kacau hanya karena ini, aku janji akan perbaiki dan ga akan ninggalin kamu... " ucap Roy yang mulai mendekat dan ingin memeluk Agnes. "BULSH*T, PEMBOHONG BRENGS*K..? " balas Agnes sambil memberontak dan enggan di peluk Roy. "Hehhh! sadar nes... masih untung aku mau sama kamu, dengarin bulsh*t kamu sepanjang hari, kamu itu cuma barang investasi ayahmu, akan bagus kalau barang itu bernilai... sayangnya barangnya sudah rusak dan telah jadi bekas pakai.... " yah...kamu benar.." balas Agnes dengan mata yang dipenuhi air mata amarah, perlahan mendekat ke arah Roy dan spontan menampar Roy. Roy kaget dan mulai mempertahankan diri.... namun Agnes terus memberi pukulan secara impulsif ke arah Roy. "Brengs*k!!! brengs*k" teriak Agnes yang kesal sembari terus memukul Roy. Roy mencoba mendorong Agnes hingga berhasil membuatnya terpental ke belakang" Berisik! dasar cewek keras kepala ga tau di untung" Agnes diam di pojok tampak menggunakan selimut hotel untuk menutupi tubuhnya sembari mengusap air matanya. Roy dengan raut kesal mulai berdiri dari kasur dan memasang kembali set pakaiannya. sebelum beranjak pergi dari ruangan, Roy mengatakan "Kalau itu mau kamu, sepertinya hubungan kita gaada yang bisa dipertahankan" Agnes hanya diam di pojokan hotel, dengan tatapan tajam tapi agak tenang mengarah ke Roy. "nikmati aja sisa booking hotelnya, dasar cewek bekas" ucap Roy sekali lagi sebelum meninggalkan pintu ruangan Scene kemudian menjadi samar dan buram hingga perlahan berpindah ke scene Agnes yang tampak samar membersihkan diri di kamar mandi hotel. Selama pergantian siang dan malam hingga beberapa hari kemudian tampak klip singkat dimana Agnes menunggu taxi dengan raut jengkel dan mata berlinang air mata. scene kembali berganti, tampak Agnes yang sudah berada di dalam mobil taxi sambil melihat ke arah jendela dengan tatapan mata yang masih samar, kemudian taxi tersebut berhenti di sebuah kontrakan sederhana dengan halaman yang tidak terlalu luas. Tampak Agnes keluar dari taxi dan mulai mengunci pagar kontrakannya, tampak tatapan matanya yang kosong dilanjutkan dengan menatap ke arah langit dan beberapa jemuran di sekitarnya. "mau hujan nih.. " gumam Agnes Benar saja, beberapa saat kemudian, setelah Agnes selesai mengangkat jemuran. Hujan turun semakin deras dan terlihat tetesan air jatuh di halaman rumah kontrakan. Di genangan yang ditetesi air itu berganti menjadi tetesan air di sebuah ember kosong. Dilanjutkan dengan suara teriakan anak kecil di latar belakang. "ARGHHHHH!!! ".
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD