"Aku ingat." Alesha mulai mengingat siapa gadis yang ada didepannya sekarang, dan gadis itu tersenyum menang, seakan dia sudah tau apa yang Alesha ingat akan berakibat menyakiti hatinya. "Aku sangat ingat, dan aku merasa betapa rendahnya seorang wanita saat melihat apa yang kamu lakukan waktu itu. Aku pun ikut malu, malu pada Allah yang sudah menciptakan seorang wanita dengan kehormatan yang tinggi derajatnya, namun didepan mataku sendiri, seorang gadis menyodorkan bibirnya pada laki-laki yang sama sekali bukan mahramnya." Alesha berdecak, dia tau betul waktu gadis didepannya itu mencoba merayu Rayyan, dan bersedia mencumbu laki-laki itu. Alesha pun mencoba menepikan rasa tidak sukanya pada gadis itu, bahkan melihat sikap gadis itu yang terlihat tidak bersahabat. Dia tidak boleh lagi mel

