"Aku masih tidak menyangka ini terjadi, Ammu Zufar kenapa bisa secepat ini meninggalkan kita, kenapa?" Alesha berjalan dengan limbung, andai saja Rayyan tidak ada disampingnya dengan merangkul dan memeganginya, pasti gadis itu sudah jatuh ke lantai sejak tadi. "Kenapa pada saat seperti ini, semua orang menyalahkan takdir." Rayyan membuka suara, setelah sekian lama terdiam ketika Alesha terus menggerutu dan menyalahi takdir yang begitu cepat mengambil Zufar dikehidupannya. Sewajarnya, karena Zufar memang sosok yang baik, ramah dan paling bisa membuat orang mengaguminya. Kepiawaiannya dalam bergaul tidak sedikit membuatnya memiliki banyak teman. Tapi kenapa seseorang tega menembak laki-laki yang tidak bersalah apapun seperti Zufar? Membuatnya menghembuskan nafas terakhir ditangan orang jah

