"Bunda, Alesha ijin ke depan cari Rayyan." Ucap Alesha pada Rumi, sejak siang mereka sudah ada dipondok pesantren untuk mengikuti acara tahlilan dua hari mendiang Zufar yang sengaja dilaksanakan oleh Sarah, tentu dengan persetujuan Ustadz Habsy selaku pemilik pesantren tersebut. Setelah tahlilan selesai, dan para santri sudah kembali ke asramanya masing-masing, Alesha sadar bahwa suaminya menghilang, dia tidak melihat batang hidung laki-laki itu. "Iya Sha." Jawab Rumi. Alesha melangkahkan kakinya kedepan rumah, mencari seseorang yang belum satu jam menghilang sudah dia rindukan. "Rayyan mana sih? Tiba-tiba ngilang," "Jangan-jangan dia tebar pesona ke santriwati yang ada disini lagi." Alesha menggerutu, kalau benar itu terjadi, dia janji akan membuat hidup Rayyan selama satu hari itu ti

