Dua bulan sudah kematian pak Heru.
Dan pernikahan Rudy dan Mouna.
Kehidupan Rudy dan Mouna berjalan dengan lancar.
Apa lagi bu Lela sangat menyayangi Mouna dari pada Tina. Akhir-akhir ini Tina merasa resah saja.
"Bu,apa ibu lebih sayang aku atau Tina,". Tanya Mouna kepada mertuanya, sedangkan di balik pintu dapur Tina Tengah menguping pembicaraan mereka berdua.
"Sudah pasti ibu lebih sayang kamu. Kamu adalah menantu kesayangan ibu,". Jawab bu Lela. Sedangkan Tina mengepalkan tangannya dia menahan amarah.
"Sial,mba Mouna gak bisa dibiarin, bisa-bisa aku seperti yang lainnya tak di anggap, apa lagi sekarang ibu selalu baik dengan Mouna". Gumam Tina.
Tentu saja bu Lela,lebih sayang istri baru Rudy karena dia banyak memiliki uang. Bahkan Mouna sering mengajak mertuanya jalan-jalan kesalon bahkan shoping juga. Sehingga Tina, di abaikan di ajak pergi pun Tina,tidak di bawa. dengan alasan Mouna tidak mau banyak-banyak orang. Tentu saja Bu Lela juga setuju pendapat Mouna,dari pada tidak jadi mereka shoping-shoping.
"Makasih yah bu,". Rasain kamu Tina,aku lah yang paling unggul,batin Mouna.
"Sama-sama sayang,". Bu Lela terlihat bahagia karena memiliki menantu kaya bahkan kecantikannya melebihi Tina.
"aku punya usul bu,mending tinggal di rumah aku aja,dari pada tinggal di tempat ini, tapi ada syaratnya,". Senyum licik terpampang di wajah Mouna.
"Boleh,aduh ibu jadi malu kalau tinggal di tempatmu Moun,apa syaratnya,". Tanya bu Lela.
"Aku cuman mengajak ibu saja,Tina sama suaminya dan anaknya biar tinggal disini,mau yah bu. Aku gak suka banyak orang,nanti kita happy-happy lagi,". Rayu Mouna.
"Tapi Ameera cucu ibu,". Kata bu Lela,ia sangat sayang kepada cucunya.
"Gak usah mikir itu bu,nanti aku juga hamil anak mas Rudy lagi,".
"Benar juga apa katamu,apa sudah ijin sama Rudy,".
"Sudah dong bu,di sana ada pembantu lo buat nyiapin sarapan kita,gak kaya di sini ibu harus masak,". Rayu Mouna lagi agar Mertuanya tergiur untuk tinggal di tempatnya.
"ibu mau. Mau banget kamu memang menantu terbaik untuk ibu bahkan mengertikan apa yang aku inginkan,". Bu Lela memuji menantunya.
"Siapa dulu dong, Mouna,". Kekehnya.
Sedangkan Tina,dari tadi mendengarkan perbincangan mertua dan kakak iparnya membuat hatinya semakin memanas.
"Tak akan ku biarkan kamu Mouna, mengambil hati mertuaku. Awas kamu,". Gumam Tina. Matanya memerah Manahan kecemburuan terhadap kakak iparnya.
****
Sore hari benar saja Bu Lela menyiapkan koper untuk membawa baju-bajunya pindah kerumah Mouna.
"Apa ibu mau tinggal di rumah kita,". Tanya Rudy yang baru datang.
"Jadi sayang,tunggu ibu lagi beres-beres baju,". Jawab Mouna. Sedang bergelut manja.
Tak sia-sia aku menikah dengan Mouna, sekarang aku mempunyai mobil biar gak kepanasan. Benar kata ibu lebih baik dengan Mouna,dari pada sama Nely,yang miskin. Apa lagi permainannya di atas ranjang bikin nagih,mana cantik lagi. Uuh aku sangat beruntung memiliki Mouna,batin Rudy. Jiwa matrenya muncul Kembali.
sebenarnya Rudy,juga ingin tidak bekerja lagi,biar dia santai di rumah menikmati kemewahan Mouna. namun ia berpikir ulang lebih baik bekerja untuk mengajar biar selalu bisa memandang wanita-wanita cantik diluar sana.
Apa lagi Mouna,selalu nyosor duluan membuat Rudy b*******h.
"Ahh, pelan-pelan mas,". Kata Mouna, menikmati remasan tangan Rudy di gunung kembarnya.
"Habisnya kamu itu selalu membuatku tergoda sayang,". Bisik Rudy, manja di telinga Mouna.
"Di rumah nanti saja,tahan yah sayang,". Mouna mengedipkan mata nakalnya.
"Uuuhh, tega kamu yah nyiksa suamimu ini,". Kesal Rudy.
"Uluh uluh,suamiku merajuk,". Ejek Mouna.
Rudy dan Mouna, bergelut manja di ruang tamu mumpung tidak orang.
"Ibu benar ninggalin aku sama Yoga dan cucu ibu,". Tanya Tina. Ia mendatangi Mertuanya sedang asyik membereskan pakaian.
"Ia,kamu disini saja. Untuk apa ikut bikin benalu nantinya. Menantu ibu Mouna,tidak suka banyak orang,". Jawab Bu lela.
"Ibu tega ninggalin Ameera juga. Kenapa ibu lebih memilih Mouna sih,aku ini menantu ibu yang sudah lama,". Bentak Tina,ia sudah kesal tanpa memikirkan dia lagi
"Mouna, nanti hamil bakalan punya cucu juga ibu,kamu itu udah berani yah bentak ibu. Makanya kaya Mouna dong,". Kata bu Lela membela istri Rudy.
"Kok ibu bela dia sih, aku mau ikut bu. Aku juga pengen kaya ibu di ajak jalan-jalan,". Rengek Tina.
"Kamu itu udah besar Tin kaya anak kecil aja sok manja,benar kata Rudy anakmu sudah besar cari sana kerjaan,biar ibu juga sayang kamu,".
"iiss ibu kok bela Mouna,masa aku di Abaikan,". rengek Tina
"Awas kamu minggir,aku mau pindah kerumah menantuku yang lebih besar, untung aku gak jual ini rumah,". Decak buLela.
"Sial,ibu lebih mementingkan Mouna,dari pada aku,enak saja mba Mouna lebih unggul dari aku". Kata Tina,
Rudy dan Mouna, mengehentikan kegiatan sedikit panas saat mendengar ada orang datang.
"Sudah,kayanya ibu datang,". Rudy mengehentikan kegiatannya.
"Makanya sudah aku bilang masuk kamar,". Ucap Rudy.
"kalau masuk kamar,jadi panjang ceritanya,". Mouna terkekeh
Tak lama benar saja bu Lela dan Tina datang menghampiri Rudy dan Mouna di ruang tamu.
Mouna juga terlihat berantakan oleh suaminya,tapi membuat Mouna bahagia saat ini sudah memiliki Rudy, seutuhnya bahkan mertuanya lebih memilih dia.
terlihat dari wajah Tina, nampak tak suka saat memandang wajah kakak iparnya itu.