Dea melirik jam dinding. Hampir tiga puluh menit sejak dirinya kembali ke kelas, Dyra belum juga muncul. Ia merasa cemas. Dea takut jika Rudra dan Dyra mendapat hukuman tambahan. Dea melirik sekitarnya. Murid-murid di kelasnya sibuk dengan urusan masing-masing. Entah siapa yang haru Dea mintai tolong untuk mengantarnya menuju toilet cadangan. Dea menatap Tama yang berjalan mendekat ke arahnya. "Dyra masih belum dateng?" tanya Tama. Tadi ketika Dea baru memasuki ruang kelas. Semua menanyakan perihal keterlambatan dirinya serta tidak hadirnya Dyra. Banyak yang mengira Dyra absen hari ini. Namun Dea segera meluruskan bahwa Dyra masuk sekolah hanya saja terlambat dan sedang menjalani hukuman. Dea menggeleng lemah. Sejak tadi ia sudah berkali-kali menatap ke pintu dan kadang

