15. Si Kumis Tipis

1193 Words

~Hutang uang bisa dibayar. Tapi hutang budi dibawa mati~ Hari itu hari Jumat. Osya pulang sedikit lebih awal. Sebelum pulang, Osya ingin membeli sebuah buku di kota. Wanita itu pun menunggu angkot di seberang jalan. Hendak menuju sebuah toko buku. Setelah sekitar dua puluh lima menit lamanya, Osya sudah sampai di tempat tujuan. Ia pun memilih-milih buku yang ia cari. Setelah ketemu, barulah ia membayar bukunya. Osya kini keluar dari toko buku. Para laki-laki yang baru saja melaksanakan sholat Jumat sudah kembali pada tempat kerjanya. Sebelum pulang, wanita itu berjalan-jalan sebentar. Lalu ia menemukan sebuah cafe. Segera saja ia memasuki cafe itu untuk membelikan sang ibu oleh-oleh. "Permisi," sapa Osya saat memasuki cafe tersebut. "Selamat datang, Mbak," balas seorang pria yang lebi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD