Rasa mualku berubah menjadi takut saat Rangga memeriksaku, kenapa Gentala masih mempercayakan Rangga yang memeriksaku dan merepkan obat untukku, sementara dokter muda ini hampir saja memperkosaku. Mama duduk di sampingku sambil terus memijat kaki dan tanganku, sementara Gentala berdiri di belakang Rangga yang sedang memeriksaku. Sedangkan yang lain seperti menonton sabung ayam, Karin, Gea dan Rani, om Dirga, dan kedua orang tua Rangga berdiri mengelilingi kami. "Palingan cuma masuk angin, maklum pengantin baru malam-malam kan kurang tidur." Mama Rangga mulai menggodaku. "Seperti kita kemarin ya sayang, sampai-sampai kamu di rawat di rumah sakit." Papa Rangga kompak menggodaku. "Tuh kan bener Shen, pengantin baru bisa masuk rumah sakit, pasti om terlalu garang sampai Tante di rawat di

