Sebuah villa sederhana di atas sebuah bukit kecil yang di kelilingi oleh kebun teh, bangunan yang terbuat dari kayu itu menambahkan kesan estetik dan kelasik yang menambahkan nilai seni dan keindahan suatu alam. Kami berhenti tepat di depan halamannya yang tidak terlalu luas, namun sangat asri karena bunga-bunga bermacam warna bermekaran tepat di pekarangannya, hal yang tidak pernah kulihat sebelumnya, kupu-kupu pun menari-nari berebut menghinggapi bunga nan indah itu. Udara dingin membuat aku dan Gentala merapatkan jaket dan syal yang melilit pada leher. "Selamat datang Tuan besar, Tuan Gentala dan Nona Shena." Sepasang suami istri menyambut kedatangan kami, mereka membungkukkan kepala menandakan hormat, akupun melakukan hal yang sama. "Ipeh dan Nanang, ini adalah anak menantu saya se

