[Sayang, kata Ibu untuk sementara kita dilarang untuk berkomunikasi dulu. Karena calon pengantin harus dipingit tidak boleh bertemu atau berbicara dengan calon suaminya. Kamu harus semangat mencari ayahmu, ya. Aku menunggu.] Nicholas tersenyum lebar membaca pesan yang baru saja Gadis kirimkan setelah perasaannya sempat cemas dan ambyar tidak karuan karena sang kekasih tidak juga mengangkat teleponnya tadi. [Iya, Sayang. Aku akan sangat merindukanmu. I Love You.] Dengan lincah jemari Nicholas mengetik pesan balasan, tetapi hingga beberapa menit hanya ada centang satu yang terlihat, lelaki itu memasukkan ponsel ke dalam saku jaketnya lagi, pingitan sebuah ritual adat Jawa yang selalu calon pengantin lakukan sejak jaman dahulu. Itu yang sudah Nicholas ketahui sejak jaman ia dan Bima sat

