Kepergian Andini

1918 Words

Hari yang berlalu semakin terasa indah, seolah tiada warna lain selain warna merah jambu dari kedua insan yang sedang jatuh cinta. Meski tanpa kata manis berbumbu rayu, tanpa genggaman tangan saat kedua langkah saling membersamai tetapi nyatanya cinta di hati Wengi dan Andini terasa bagai putik-putik bunga yang disirami tetesan embun pagi lalu merekah saat sinar mentari menerangi bumi. Sementara kedua insan lainnya juga berada dalam asmara memabukkan yang sama, sungguh tidak mereka duga sebelumnya jika sang ibu akan memberikan restu tetapi kenyataan itu benar-benar membuat sebuah keyakinan semakin kuat saat suatu hari Roro Ayu Wartini memanggil putra dan putrinya menanyakan keseriusan hubungan mereka, bagai semua keberuntungan memenuhi dunia mereka kala itu saat mendengar ucapan sang ibu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD