Nicholas membuka mata yang masih terasa begitu berat, tetapi rasa berat juga terasa di bagian depan tubuhnya yang sedang tidur telentang di atas kasur yang baru pertama kali ia tiduri. Kedua mata yang baru terbuka itu menatap langit-langit kamar yang terbuat dari kayu dengan ukiran dan pelistur yang mengkilap, kamar yang baru sejak tadi malam ia tempati. Bibir lelaki itu otomatis tersenyum menyadari apa yang dilakukan sang istri, wanita cantik itu menindih tubuhnya. Meringkuk di atas dadanya bagai seekor koala yang memeluk batang pohon saat tertidur lelap, spontan tangannya mengelus sayang kepala Gadis, merapikan rambut panjangnya yang berantakan lalu mengelus punggung mulusnya. "Kasian, kamu pasti sangat lelah," gumam Nicholas mengingat seharian kemarin mereka sibuk di acara pernika

