Benar-benar hampir tengah malam saat Mereka bisa memasuki kamar yang sudah dihias dengan begitu cantik, harum dari roncean melati begitu terasa mendominasi. "Sayang, ini malam pertama kita." "Hah?" Gadis tertawa mendengar lelaki yang tengah melepas berbagai aksesoris yang melekat di tubuhnya, blangkon dengan bunga melati yang terselip di kedua bagian telinga telah ia letakkan di atas meja, lalu tangannya mengambil keris yang masih terselip dipunggungnya dan meletakkan benda itu di samping blangkonnya. "Malam pertama kita sudah terlaksana lebih awal, Sayang," jawab Gadis sambil mengambil satu demi satu cunduk pendul yang ada di kepalanya. "Ini malam pertama kita sebagai suami istri," jawab Nicholas yang kini mendekati sang istri yang duduk di kursi yang ada di depan meja rias lalu

