21. Kamu Manis

1356 Words

Warning! Bab ini full narasi, ya. Bima membuka mata, disambut oleh pemandangan yang tak terduga, wajah Calista yang tertidur lelap, hanya berjarak sepanjang napas. Dalam cahaya pagi yang temaram, wajah itu kehilangan semua ketegasan dan sikap angkuhnya, hanya polos, damai, dengan bulu mata yang lentik. Ada sebuah keinginan kuat mendorongnya untuk menyentuh, untuk menyisir rambut coklat yang berantakan di atas bantal dengan jari-jarinya. Tapi tangan itu berhenti di udara. Sentuhan yang kemarin malam begitu liar dan bebas, kini terasa seperti pelanggaran baru. Dia membiarkan tangannya jatuh, memilih hanya untuk menatap. Dalam diam, pertanyaan lama berputar-putar, Mengapa aku? Di tengah lautan pria yang lebih layak, lebih mapan, mengapa Calista memilih seorang montir beristri seperti dir

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD