"Abang gak pulang? Tumben kok di sini?" tanya Indri yang baru saja tiba di rumah sakit malam itu. Rita sudah pulang sejak tadi karena tidak mau meninggalkan anak-anak di rumah. Bima bergerak berdiri dari duduknya. "Ini mau pulang. Tolong jagain ayah, Dek," katanya seraya berlalu dari hadapan sang adik. Indri memandangi kakaknya yang tampak berjalan gontai di koridor rumah sakit, seolah ada beban berat yang menggelayuti dirinya. Gadis muda itu segera masuk ke dalam ruang inap ayahnya dan akan menunggui di sana hingga esok pagi. Bima baru saja turun dari taksi online yang membawanya ke apartemen mewah Calista. Dia melirik jam tangannya yang saat ini hampir menunjukkan pukul sebelas malam. Langkahnya terasa berat saat kakinya memasuki kotak baja yang akan membawanya ke lantai dua puluh.

