29. Serba Salah

1526 Words

Pesawat mendarat sempurna di bandara internasional Soekarno-Hatta pagi itu. Di pintu kedatangan, Bima berjalan di samping Calista sambil mendorong koper miliknya. Udara Jakarta yang lembap dan bising langsung menyergap, kontras dengan ketenangan Bali yang mereka tinggalkan. Sambil menunggu di pelataran lobi bandara, Bima menggeser berat tubuhnya. "Aku akan langsung ke bengkel, Cal." "Ikut saja," sahut Calista, matanya tak lepas dari arus lalu lintas di seberang jalan. Sebelum Bima sempat menolak, mobil hitam sudah berhenti persis di depan mereka. Calista meraih lengan Bima dan menariknya lembut masuk ke dalam kursi belakang. Di dalam mobil yang sepi dan ber-AC, mereka duduk berdekatan. Calista mengambil tangan Bima, jari-jarinya menelusuri telapak yang kasar dan berkapur seakan berbic

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD