Calista bersandar di kursi santai tepi pantai, menghadap ombak yang perlahan menyapu pasir putih Uluwatu. Di balik kacamata hitam, matanya menyusuri baris-baris novel yang dipegangnya, meski pikiran sesekali melayang. Bikini hitamnya tersembunyi di balik dress pantai tipis yang sesekali diterbangkan angin. "Ly." "Hm?" Calista menyahut tanpa mengalihkan pandang dari bukunya. Kursi di sebelahnya berderit pelan, menandakan kehadiran Naima. "Kita sudah tiga hari di sini. Kamu yakin tidak apa-apa membiarkan Bima begitu saja di Jakarta?" tanya Naima, sementara pandangannya sesekali mengawasi Liora yang sedang menciprat-cipratkan air bersama pengasuh di tepian. "Tidak apa-apa," jawab Calista pendek. "Kamu sepertinya lagi ada masalah dengannya, ya?" "Tidak." "Tidak mau berbagi?" Calista ak

