BAB 93

1012 Words

               Panji masuk ke dalam kamar. Emosinya yang sudah mereda, membuatnya memberanikan diri masuk ke dalam kamar saat jarum jam di jam dinding yang tergantung di kamarnya, menunjukkan pukul dua pagi. Panji benar-benar menganggap Viola sudah tidur, namun ternyata, Viola masih duduk di lantai bersandarkan tempat tidur sembari menangis terisak. Panji menghela napas pelan, melangkah mendekatinya dan berlutut di sampingnya. Viola yang menyadari kehadiranya, langsung membuang arah pandangnya ke arah lain. Dia masih kesal bukan main pada Panji yang tadi sempat bersikap kasar dan gegabah, saat memutuskan untuk pergi ke Jogja mala mini juga. Hingga tanpa sengaja menyinggung perasaan Viola dengan cara mengingatkannya tentang kejadian beberapa bulan lalu, yang berhasil merebut kemampuannya be

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD