Ketemu Lagi

1122 Words
Araela sampai dibutik yang dituju, dilihatnya pak usman sopir pribadi keluarganya sedang duduk di kursi teras butik sembari membaca koran dan minum kopi . "Sdah dari tadi pak Us ?"sapa Araela pada pria separuh baya itu yang bekerja sebagai sopir pribadi keluarganya. Pak Usman menoleh lalu tersenyum."Belum ada setengah jam non ," sahut pak Usman membalas sapaan Araela . Araela mengangguk lalu berjalan menuju pintu kaca boutique ,"Ara masuk dulu ya pak," pamitnya pada pria setengah baya tersebut , dan dibalas dengan senyum dan anggukan kepala . "Nah anak baru datang, sudah cepet masuk keruang ganti ." Suara mami menyambut kedatangan Araela yang langsung mendorong Araela masuk keruang ganti, tapi sebelumnya Ara mencium tangan maminya juga mama dari calon suaminya Rewindra dan tak lupa tante Fanni . Di ruang ganti ternyata sudah ada beberapa model gaun pengantin yang sangat indah. Dengan dibantu oleh dua orang karyawan boutique, Araela mencoba gaun-gaun itu .  Sore ini dia merasa seperti model gaun pengantin karena harus memamerkan gaunnya dihadapan mami, calon mama mertua dan tantenya . Tanpa sengaja mata Araela melihat ke salah satu sofa, ada seorang pria tampan dan tegap sedang duduk disitu dengan pandangan dingin mengarah padanya. 'Sejak kapan tuh orang ada disitu ?' tanya Araela dalam hati.'Ekspresi wajahnya nyebelin banget, datar kayak meja setrikaan.' Araela masih mengomentari calon suaminya yang bagaikan sebuah patung dewa yunani yang diletakkan diatas sofa.  Araela keluar dengan memakai gaun pengantin warna putih dengan bahu terbuka, tampak sederhana namun elegan dan angun. "Bagaimana dra ? Cantik bukan calon istrimu?" tanya tante Hani mamanya Rewindra Wiratama. Rewindra hanya mengangguk dan tersenyum tipis sembari menatap lekat-lekat kearah Araela . Rewindra lalu berdiri dan melangkah kearah Araela, berdiri tepat dihadapan calon istrinya. Pria itu lalu mendekatkan kepalanya kearah Araela." You are very beautiful and I hope you are not only beautiful but also smart and not weak," bisik Rewindra ditelinga Araela . Araela tertegun sejenak sebelum menjawab perkataan Rewindra." I'll show you that I'm not a weak woman," balas Araela dengan pelan di depan Rewindra . Rewindra tersenyum dengan tatapan tajam, menuntut Araela membuktikan perkataannya . "Aku akan kembali ke kantor. Karena ada pekerjaan yang harus ku selesaikan,"ucap Rewindra lagi. "Hati-hatilah saat pulang! jaga kecepatan motor pada batas yang diizinkan," ucapnya sembari menepuk puncak kepala Araela pelan membuat gadis itu tertegun sejenak. Setelah berpamitan pada mamanya juga mami , Rewindra keluar Boutique dan melaju dengan motor sportnya . ****** Sore yang teduh, dimanfaatkan Araela dan adiknya untuk sekedar berjalan-jalan menikmati sore di taman dekat rumah orang tua mereka. Dan di sabtu sore ini, seperti biasa, kondisi taman cukup ramai pengunjung yang sebagian besar adalah warga komplek. Pandangan Araela tertuju pada beberapa remaja yang tengah bermain basket. Tiba-tia Araela teringat akan satu kejadian yang kembali mengingatkan dirinya pada Rewindra pria dingin calon suaminya itu. Araela sedang fokus mencari gantungan kuncinya yang terjatuh dipinggir lapangan basket . Kepalanya tertunduk dan matanya mencari-cari disela-sela bangku penonton juga lantai. Tiba-tiba dia terhuyung kebelakang, karena sebuah bola basket menghantam kepalanya. Araela lantas terduduk sembari memengangi kepalanya yang mendadak pusing . "Apa kamu ngga apa-apa Nona ? Apakah kau mau diantar kerumah sakit ?" tanya seorang pria dengan suara bass, pria itu lantas berjongkok dihadapan Araela . Araela menggeleng lalu mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa yang menegurnya . Mata Araela seketika membola saat mengenali wajah pria tampan didepannya . "Kamu ! Kok ketemu kamu lagi sih ."Tunjuk Araela, dan pria didepannya pun tak kalah kagetnya . "Isshhh kenapa sih lagi-lagi ketemu kamu ? Dan pasti aku selalu sial," kata Araella ketus sembari berusaha untuk berdiri .  Araela pun berusaha untuk berdiri, namun belum saja tegak badannya sudah terhuyung dan hampir jatuh. Rasa pusing itu ternyata belum juga hilang. Untung sepasang tangan kekar pria didepan segera menahan tubuhnya sehingga tidak sampai jatuh . "Masih pusing ?" tanya pria tersebut membuat Araella mau tak mau mengangguk, karena kepalanya seperti di penuhi bintang-bintang. Pria yang lain Rewindra itu, ia menuntun Araela ke bangku di tepi lapangan . Araela hanya diam, berusaha menahan sakit dikepalanya, kedua matanya terpejam dan badannya disandarkan kesandaran bangku . Tak seberapa lama Araela membuka mata , dan dia dapati pria tersebut masih duduk disebelahnya sembari menatap kearahnya . "Kenapa? Loe belum puas bikin gue sakit ?"ucap Araela dengan judesnya. "Bukannya kamu sendiri yang tiba-tiba muncul? itu tadi tidak sengaja, jangan suka memdramatisir," sahut pria tersebut dengan raut wajah yang datar . "Windra! loe masih mau lanjut apa enggak !" teriak temannya dari tengah lapangan . " Gue istirahat dulu." sahut Rewindra yang duduk disebelah Araela . "Beghh! mentang-mentang didatangi pacarnya, langsung malas tanding lagi ." goda rekan lainnya . "Ternyata seorang Rawindra bisa punya pacar juga , dan pacarnya seorang gadis cantik bukan kumpret," ejek rekan lainnya sambil tertawa . "Sialan loe! dia bukan pacarku tapi fans girl aku," sahut Rawindra sembari melempar bola kearah temannya. Sememtara Araela langsung membola matanya mendengar perkataan Rawindra. "Apa loe bilang ? Gue fansgirl loe ? Nga salah, bukannya elo yang nguntit gue terus ? Sampe gue celaka gini," sungut Araela dengan nada emosi . "Jangan ke geeran, memang kamu siapa? Sampai aku harus ngikuti kamu ?" sahut Rawindra sembari menonyor kening licin Araela dan Araela pun langsung cemberut . "Kamu ngapain sih, nunduk-nunduk dipinggir lapangan. Duit receh kamu jatuh ?" tanya Rawindra ketika dilihatnya gadis didepannya sedang mencari-cari sesuatu dilantai dengan matanya . "Gantungan kunci," sahut Araela . "Gantungan kunci ? Memangnya terbuat dari emas gantungan kuncinya ?" kata Rawindra sedikit mengejek. Namun pria itu juga ikut menunduk mencari sebuah benda berbentuk gantungan kunci, matanya tiba - tiba tertuju pada benda putih dekat tas miliknya . Rewindra berjalan dan mengambil benda tersebut yang ternyata sebuah gantungan kunci berbentuk gajah dengan mata berwarna merah yang kelihatannya bukan dari batu biasa . "Ini, bukan ?" tanyanya sembari menunjukkan gantungan kunci tersebut kewajah Araela . Mata Araela langsung berbinar dan meraih gantungan kunci itu dari tangan Rawindra, lalu segera beranjak pergi setelah mengucapkan terima kasih. "Gadis aneh," gumam Rawindra sambil menatap kepergian Araela disertai senyum tipisnya. Araella menepis ingatannya tentang kejadian tiga hari lalu itu, lalu kembali fokus pada jajanan yang dibeli sang adik. Setelah puas jajan seraya cuci mata, kedua gadis itu pun ke,bali kerumah dengan membawa tas plastik berisi batagor. Araela meletakkan sepatu olahraganya di lemari sepatu, saat sang mami menegurnya."Jangan lupa! besok kamu photo pre wedding. Dan hari senin ajukan permohonan cuti menikah pada atasanmu," pesan Mami sebelum Araella berjalan kearah motornya.  "Iya, Mi! akan Ara usahakan," sahut Araela . "Jangan hanya diusahakan! tapi memang seharusnya kamu sudah minta cuti nikah, Ra. "  Araella menghela nafasnya pelan, lalu mengangguk."Iya, Mi. Besok Ara, mulai ajukan cuti. " Maminya menganguk lalu kembali fokus dengan WO yang mengurus acara pernikahannya sementara Araela langsung pergi kekamarnya untuk menonton anime kesukaannya bersama sang adik. ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD