Gubrak

1317 Words
Hari ini cuaca terasa panas sekali, angin pun sepertinya enggan untuk bertiup. Araela sampai terduduk di bawah pohon buah kresen yang teduh, untuk mengurangi efek panas matahari disiang yang cetar membahana itu. Hari ini memang jadwal untuk penertiban reklame yang merupakan kegiatan rutin bagi seorang Araela yang berdinas di pemerintah kota Jakarta Selatan. Reklame yang ditertibkan biasanya berdasarkan data masa berlaku reklame atau baliho yang sudah melewati batas dari waktu yang di izinkan maupun jenis pelanggaran lainnya . Araela mengikat rambut sebahunya setinggi tengkuk untuk mengurangi panas. Bersamanya ada Alif dan Yoko dua rekannya dari kantor pemda sementara yang lainnya satu pleton polisi pamong praja sebagai eksikutor. "Neraka lagi bocor kali ya? puanas banget cuacanya ," gerutu Alif sembari merobek kardus air mineral untuk kipas . "Bagaimana nggal bocor! kalau perbuatan dosa semakin merajarela," sahut Araela sembari mengipas-ngipas badannya menggunakan map berisi data reklame yang harus ditertibkan. "Iya bener loe, Ra! salah satunya menolak pernyataan cinta dari atasan," sindir Alif ke Araela dan Araela langsung pura-pura tuli. "Bener tuh , Lif ! dan itu termasuk dosa besar." Yoko ikut nimbrung komentar juga. "Ya gimana gue nggak nolak! beliau atasan kita, dan status beliau duda anak tiga. Memangnya gue segitu nggak lakunya," sahut Araela sembari meraih botol air mineral yang masih berisi setengah lalu meminumnya hingga habis . "Biar duda 'kan tajir, Ra" goda Alif . "Bener Ra ! siapa tahu, begitu loe nikah sama beliau, loe langsung naik jabatan jadi Kabid ." Yoko semangat ngomporin sementara Araela hanya menyebik. "Kalian ini ya! Memang kompor bleduk , rempong bingit," sahut Araela sembari melempar botol kosong air mineral kearah Yoko . Membuat Alif tertawa girang, saat melihat Yoko yang mencoba menghindar dari lemparan Araela malah terjatuh tersandung akar pohon trambesi. "Yayangm Ara! tolongin abang dong , atit nih ,"rengek Yoko sembari mengelus bokongnya yang terjatuh ketanah . "Ihh jijik," sahut Araela sembari menjauh dari mereka. Araela dan teman-temannya biasa bercanda saat bekerja agar tidak terlalu lelah dan membosankan. Araela lalu berdiri dan berjalan menuju mobil dinas pemda sembari melihat layar ponselnya. Tiba-tiba sesosok tubuh kekar menabraknya hingga dia terhuyung dan hampir mendarat diaspal kalau saja tidak tangan kekar itu tidak cepat menariknya. Sempat etrdengar suara decitan ban mobil dan makian pengemudi tersebut. "Kalau jalan itu fokus ke jalan bukan ke ponsel!" bentak suara bass dari belakang tubuhnya atau lebih tepatnya tubuh Araela berada diatas tubuh pria itu . Pria tersebut lalu mendorong Araela yang masih bengong kesamping lalu dia sendiri berdiri dan mengulurkan tanganya kearah Araela."Kamu mau tiduran disitu? ya udah," kata pria itu lagi menarik tanganya . Araela yang tersadar dengan cepat meraih tangan pria tersebut untuk membantunya bangun. Araela sempat berdiri dihadapan pria bertubuh jangkung juga atletis itu, pandangannya sedikit dibuat terpana dengan wajah tampan yang tertutupi topi dan kacamata hitam itu. Tampak Alif dan Yoko berlari kearahnya dengan wajah khawatir. "Loe kagak apa-apa, Ra?"tanya Alif begitu berada didekat Araela . Araela menggeleng, dia hanya melihat layar ponselnya sedikit retak karena terjatuh tadi. "Kalau temennya tidak bisa nyebrang, jangan disuruh nyebrang sendiri ya, Mas! digandeng atau sekalian saja dipakaikan kacamata hitam dan tongkat,"ketus pria yang menolong Araela yang dengan kesal. Dan Araela mendelik mendengar perkataan pria tampan tapi dingin itu dan berkeinginan untuk memukul wajah tampannya. Namun, sepertinya si pria gagah itu, sedang mengejar sesuatu. Karena setelah itum dia berbicara melalui alat yang nempel ditelinganya dan mengatakan kalau sasaran yang tengah dikejarnya berhasil lolos. Alif dan Yoko tertawa mendengar kata-kata pria tersebut sembari mengucapkan terima kasih sebelum pria itu berlari kearah mobil hitam diseberang jalan dan kemudian menghilang . "Untung ada mas jagoan tadi, Ra! kalau enggak, loe sudah tidur diranjang rumah sakit karena tertabrak mobil ." Alif menjelaskan kepada Araela tentang kejadian barusan. Dan Araela hanya nyengir sambil masuk kedalam mobil. Araela tersenyum sendiri, dia akhirnya bisa mengingat dimana dia ketemu dengan Rewindra Wiratama. Ya, disaat dia sedang menjalankan tugas penertipan baliho, dimana pria itu menabrak dirinya saat menyeberang jalan. Ya pria yang menolongnya tempo hari itu adalah Rewindra walau dia hanya sekilas melihat wajahnya yang saat itu mengenakan kacamata hitam dan sikap dinginnya, tetapi dia hafal dengan intonasi suara, bibir kecoklatan, rahang yang kokoh dengan tahi lalat sebesar ketumbar di telinga sebelah kiri pria itu. "Kenapa loe, Ra? senyum-senyum saja dari tadi?"tanya Mela ketika dilihatnya Araela dengan senyum diwajahnya . " Loe kesambet dimana, Ra?" Bianca wanita berwajah blesteran ikut bertanya sembari menikmati es capuchinonya . "Tidak ada apa-apa! cuman teriinget kejadian kecil saja," sahut Araela kembali ke gelas lemon tea dinginnya . "Eh Ivone dan Bela kemana? Dari tadi tidak keliatan?" tanya Araela sembari pandangannya mengitari kafe. Tiba-tiba terdengar suara Bela yang kaget. Seketika Araela juga Bianca menoleh keasal suara . Di meja pojok dekat pintu keluar tampak Bela dan Ivone berdiri didepan tiga orang pria yang sedang duduk . Tampak Bela ingin membersihkan kemeja pria berkacamata hitam itu, tetapi ditolak oleh pria tersebut.. "Maaf, Mas!saya benar-benar tidak sengaja. Tadi tangan saya tersenggol lengan anak saya, "ucap Bela tak enak sembari mengulurkan tissu ke pria tersebut. Sementara Akio Hikaru Yamaguchi putra pertama Bela yang berusia lima tahun berdiri takut sambil memeluk kaki ibunya , sementara Ivone memengangi nampan berisi ayam goreng pesanan mereka. "Tidak apa-apa! hanya lain kali hati-hati," jawab pria tersebut sembari berdiri mengikuti rekannya . Saat tiga pria tersebut melewati meja Araela. Araela mengenali salah satu dari ketiganyam yaitu pria dengan kemeja hitam yang lengannya digulung hingga siku sebagai Rewindra Wiratama, tetapi pria itu hanya melirik sesaat lalu kembali cuek dan keluar dari kafe. 'Sombong,'decak Araela dalam hati. "Aduh gara-gara Akio usil , aku hampir kena marah pria tampan," sungut Bela sembari mendudukkan Akio dikursi disebelahnya . "Sepertinya aku pernah lihat pria berkemeja hitam tadi," kata Ivone, lalu wanita itu dengan cepat-cepat membuka tabnya, lalu tak lama tersenyum lebar. "Ya tentu saja kamu pernah melihatnya, karna pria berkemeja hitam tadi. Memang paling tampan dan gagah dari duatemannya," seloroh Bianca. Sementara Mela hanya menyimak sembari memakan burgernya. "Wajahnya 11-12 dengan suami kamu Bian, si Devan," kata Bela sambil membantu anaknya minum. "Ya enggak lah! Devan tetap yang paling tampan buatku," jawab Bianca yang langsung kena timpuk kentang goreng oleh ke empat temannya . "Nah ketemu! nih cowok berbaju hitam tadi," kata Ivone sembari menunjukkan sebuah artikel dari salah satu majalah bisnis dilayar tabnya. Di artikel itu memuat photo pria kemeja hitam dengan judul berita yang bisa membuat para wanita berbinar-binar . "REWINDRA WIRATAMA CEO TAMPAN YANG MASIH SINGLE , PEMIMPIN BARU SYN Inc ." Araela memperhatikan photo dan memastikan kalau itu memang Rewindra calon suaminya . "Tapi infonya, CEO tampan ini, sudah nggak jomblo lagi." Araela berkata membuat ke empat temannya memandang kearahnya dengan penuh tanya . "Info darimana? ngayal loe, Ra." sahut Ivone ,"Gue cek di akun medsosnya dia tidak pernah posting photo bersama perempuan kebanyakan malah photo motor dan pemandangan doang." sahut Ivone sedikit kecewa, dan Araela hanya tertawa menutupi keceplosannya . "Oh ya, Ra! gimana persiapan pernikahanmu ?" tanya Mela . "Semua yang ngurusin keluarga! aku nggak boleh ikut campur. Hanya diminta setor nama untuk tamu undangan doang," sahut Araela. "Acaranya minggu depan kan, Ra?" Bianca ikutan bertanya karena penasaran karena dilihatnya sahabatnya ini tampak santai saja . "Iya , sesuai permintaan calon suami aku," sahut Araela sambil membaca pesan di ponselnya . Mami (Segera pergi ke Boutique Geulis fiting baju pengantin , sekarang tidak pake lama , mami tunggu) Araela lantas menyimpan kembali ponselnya dan berkata,"Aku duluan ya , mami aku barusan sms , aku harus fiting baju sekarang," pamit Araela sembari berdiri . "Oke! kalau begitu, kita pulang saja, sudah sore juga," ajak Bella . "Iya , aku baru ingat! sore ini Devan balik dari perjalanan dinasnya. Nanti pas pulang, tidak liat aku dirumah, bakalan kena omel lagi." Bianca juga ikut berdiri diikuti Ivone dan Mela . Akhirnya mereka berpisah di basement , Araela langsung melajukan motornya ke arah Boutique Geulis seperti intruksi maminya . **** Selamat membaca dan masukkan ke rak buku ya.. terima kasih salam Autror
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD