Para santriwati mengepak semua barang dan pakaiannya, termasuk Rindu dan sahabatnya. Rombongan santri akan pulang besok pagi. "Alhamdulillah, akhirnya bisa bebas dari sangkar emas yang penuh dengan barokah ini." Mina sangat bahagia, sebentar lagi bisa menikmati udara bebas di luar pesantren. "Gimana kalau bulan ramadhan kita buka puasa bersama?" tangan Rindu masih sibuk memasukkan pakaiannya ke dalam tas. "Boleh, boleh, tapi gimana cara kita komunikasi. Kita 'kan nggak punya hp," sahut Anisa lesu. "Gampang, kita pakai nomor orang tua kita aja." Rahma mengeluarkan buku dan bolpoin, kemudian menulis nomer orang tuanya. Setelah itu, Rahma memberikan kertas dan bolpoinnya pada Rindu, pun menulis nomor wa Nurmala. Secara bergiliran 5 sahabat itu menulis nomor orang tua masing-masing. "Kala

