Tragedi Yang Mengancam Keberhasilan Sebuah Misi.

3179 Words
" Sudah lah Artner sepertinya sekarang kita hanya harus bisa sepintar mungkin mengelak dari apa yang pernah kita lakukan mengenai tragedi yang terjadi malam ini. Aku tak berharap apa yang aku katakan tadi bisa menjadi kenyataan Artner, tapi apa boleh buat kita tentu hanya bisa berharap dan tak bisa menentukan Artner. Jika memang apa yang aku khawatirkan terjadi aku pikir kita harus siap untuk menghadapinya kita harus bisa dengan sangat baik dalam menyembunyikan masalah ini. Jika memang kita harus menyamar untuk menutupi ini kita lakukan itu, apapun yang akan terjadi ke depannya kita harus bisa, dengan sangat siap menghadapi itu Artner. Saat itu pun Artner masih saja melamun dengan apa yang sudah Artner lakukan barusan, sepertinya Artner memang sangat merasa bersalah dengan apa yang sudah Artner lakukan tadi, sampai saat ini tentu saja Artner memikirkannya hal yang sudah terjadi tadi dengan keras meskipun Slent sudah menyuruhnya melupakan apa yang terjadi tadi, dan melupakannya untuk bisa menghadapi apa yang akan mereka hadapi setelah ini, Artner tetap saja berpikir keras dan terlihat sangat menyesal, sehingga panik dengan apa yang Artner sudah lakukan memikirkan hal buruk yang akan terjadi pada Artner, dan Slent jika sampai gara-gara tragedi yang Artner lakukan tersebut membuat misi yang sangat penting ini gagal. " Lalu apa yang sebaiknya kita lakukan sekarang Slent?"ujar Artner bertanya. " Tak ada Artner, sekarang aku pikir kita hanya perlu menenangkan diri kita, jangan sampai kita terus saja memikirkan dengan keras masalah ini apa lagi jika sampai bisa membuat pikiran, dan fokus kita terhadap apa yang akan kita lakukan menjadi terganggu Artner. Sekarang kau tenangkan saja dulu diri mu, jangan sampai tragedi ini membuat dirimu tertekan Artner tenangkan dirimu, kita akan bisa melewati ini, hanya kita harus bisa menenangkan diri kita saat ini Artner. Tenang, aku yakin jika ini tak akan menjadi masalah besar jika ini menjadi masalah pun karena ada yang mengetahui masalah ini, dan masalah ini menjadi topik perbincangan orang di sini kita harus bisa tenang dan menghadapinya Artner meskipun kita harus menyamar untuk bisa menghindar dari masalah ini, aku siap. Kita akan lakukan itu untuk keberhasilan misi kita sekarang Artner, tenang lah,"ujar Slent mencoba menenangkan Slent saat dengan mencoba memberikan motivasi kepada Artner dengan pemikiran positif yang Slent bisa katakan kepada Artner saat itu. " Ya baiklah Slent maafkan aku. Aku akan bersikap lebih tenang lagi sampai tentu saja aku tak akan membuat kesalahan lagi, apa lagi kesalahan fatal seperti ini. Ya Slent aku akan hadapi ini, jika sampai aku harus berkorban atau harus membayar kesalahan yang aku buat ini, tentu saja aku akan hadapi itu Slent aku akan hadapi masalah ini. Aku Kan hadapi apapun resikonya meskipun harus menyamar seperti apa yang kau katakan aku siap Slent. Terima kasih karena kau sudah sangat baik menenangkan ku, bahkan kau tak menyalahkan ku karena masalah ini terima kasih Slent,"ujar Artner bicara seperti itu, bahkan dengan tegas dan sangat yakin Slent mengatakan siap untuk bertanggung jawab karena masalah yang Slent buat sekarang. " Baguslah jika kau menyadari semua itu Artner, aku tentu tak berharap mengenai tragedi ini akan menjadi masalah, aku bicara seperti ini agar kita waspada saja mengenai hal buruk yang bisa saja terjadi setelah ini. Sudahlah, ayo masuk ke dalam hari sudah semakin larut, kita harus beristirahat malam ini Artner, besok kita harus kembali mencoba menemukan target,"ujar Slent menjelaskan situasi saat ini, dan langsung saja mengajak Artner untuk masuk ke dalam hotel dan beristirahat untuk malam ini yang semakin larut. Dengan biasa saja seperti tak ada apa-apa Slent, dan Artner masuk ke dalam hotel dengan tenang, meskipun dalam hati Slent merasa sangat khawatir jika sampai ada yang tahu mengenai dirinya, dan Artner yang sudah menghajar 4 orang pria di jalan dekat dengan hotel ini. Sampai akhirnya tiba-tiba, seseorang pegawai hotel memanggil Slent, tentu saja itu membuat Slent merasa sangat was-was dan gugup, Slent khawatir jika apa yang di lakukan Slent, dan Artner tadi di ketahui oleh seseorang pegawai, atau penghuni hotel disini, mengingat jika kejadian tadi dekat dengan hotel ini. Sampai tentu saja Slent mencoba untuk tenangkan dirinya, dan bersikap seperti biasa berbalik untuk menjawab sapaan dari seorang pegawai hotel yang memanggilnya tadi, sampai saat itu Slent bersikap seperti biasa saja, dan ternyata pegawai hotel itu saat itu hanya memberikan selembar kertas yang berisi rincian dari list harga, dan promo yang ada di restoran hotel tersebut sampai tentu saja Slent menerima itu, dan langsung saja kembali pergi ke kamarnya saat itu. Tak lama kemudian Slent, dan Artner sudah sampai di kamar mereka masing-masing, dan langsung saja masuk. Slent yang saat itu merasa sedikit lelah karena tragedi yang di lalui nya barusan langsung saja membaringkan dirinya di kasur, berniat langsung saja beristirahat. Slent langsung memejamkan mata saat itu, dan tak lama Slent memejamkan matanya, Slent kembali sadar, dan membuka matanya dengan sedikit kaget karena dengan tiba-tiba dalam pikiran Slent terlintas bayangan wanita yang di lecehkan oleh 4 orang tadi. Tiba-tiba Slent memikirkan tentang wanita tersebut. " Bagaimana nasib wanita tersebut? aku tak sempat menolongnya lebih, karena jika aku sampai menolongnya Artner pasti akan curiga kembali dengan aku yang tiba-tiba berhati mulia sampai ingin menolong orang yang dalam masalah, dan tadi kita bisa sampai menghajar 4 orang tersebut tentu saja bukan bertujuan untuk menolong wanita itu, kita mengahajar mereka karena Artner yang tiba-tiba mereka hajar, sehingga tentu saja jika aku menolong lebih wanita tersebut Artner akan curiga dengan ku yang dengan murah hati menolong wanita tersebut. Seorang penjahat keji menolong seseorang yang sedang dalam kesulitan, sepertinya itu akan sangat menjadi masalah karena aku yang dengan secara tiba-tiba berhati mulia sangat baik seperti itu. Tapi entah kenapa saat ini aku menjadi terpikir mengenai wanita itu. Apa mungkin hati nurani ku mulai terbuka, dan ingin melakukan hal baik? karena pikiran ku yang ingin berhenti menjadi orang jahat, sekarang hati nurani ku mulai terbuka, dan aku menjadi berpikir untuk mulai melakukan hal baik,"ujar Slent bicara sendiri dalam hatinya saat itu dengan pikiran dirinya yang sepertinya mulai membuka hati nuraninya untuk berbuat baik saat itu. Sampai saat itu Slent tak sadar jika dirinya langsung saja tertidur, karena begitu fokus memikirkan hal itu. Sampai keesokan harinya Slent terbangun dari tidurnya, dengan langsung saja melihat ke arah jam yang saat ini masih sangat pagi, Slent bisa bangun tepat waktu saat ini. Saat itu Slent langsung saja bangun dari tempat tidur dengan langsung saja pergi keluar, menuju ke balkon kamarnya saat itu yang biasanya bisa sangat membuat Slent mendapatkan ketenangan saat itu. Di hari yang masih sangat pagi seperti ini entah apa yang ada di pikiran Slent sampai Slent tak memikirkan dingin yang akan di rasakan nya jika berdiam diri di balkon kamarnya saat itu. Tapi Slent saat itu memang dirasuki oleh perasaan egoisnya yang membuat dia malah keluar ke balkon kamarnya tersebut saat itu. Saat itu memang Slent mendapatkan ketenangan yang biasanya Slent dapatkan saat berada di balkon kamarnya tersebut, sampai Slent kembali melamun, dengan tatapan kosongnya ke depan tanpa melakukan apapun saat ini, sampai Slent bisa melihat matahari yang mulai terbit menyinari dirinya yang saat itu sudah ada di luar balkonnya saat itu, dengan tenang Slent merasakan kenyamanan yang Slent dapatkan saat itu, sampai akhirnya matahari mulai bersinar terang saat itu, dan hari pun sudah mulai beranjak siang, sampai tentu saja Slent sadar jika ini sudah mulai siang, dan harus segera pergi keluar untuk melakukan tugas yang biasanya dia lakukan bersama dengan Artner. Yaitu kembali mengawasi tempat dimana target suka terlihat beraktifitas, sampai saat itu Slent langsung saja pergi masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan dirinya. Tak lama setelah Slent membersihkan dirinya Slent langsung saja keluar kamarnya untuk menemui Artner, tapi saja Slent akan membuka pintu tiba-tiba Slent merasakan pusing di kepalanya, dan tangan yang saat itu gemetar, dan tiba-tiba saja tubuh Slent merasa sangat dingin sampai Slent saat itu hanya berdiam diri saja dulu, duduk di kursi yang ada di sana saat itu, menenangkan dirinya sendiri, dan mengembalikan kondisi fisiknya kembali normal seperti biasa, agar bisa kembali beraktifitas dan melakukan tugas yang saat ini tentu saja sudah menunggu Slent, bersama Artner yang tentu saja harus Slent lakukan. Sampai saat itu Slent dengan perlahan bisa kembali bangkit karena pusing, dan gangguan fisik yang Slent rasakan saat itu perlahan sudah hilang, sampai Slent perlahan bisa bangkit, dan langsung saja berniat untuk melanjutkan dirinya yang saat itu ingin pergi keluar untuk menemui Artner dan melakukan apa yang menjadi tugasnya saat itu, bersama dengan Artner. Dan saat Slent keluar dari kamarnya Slent langsung saja melihat jika Artner sudah ada menunggu Slent di depan kamarnya saat itu. " Kau baru bangun? ayolah ini sudah waktunya untuk kita pergi,"ujar Artner. " Kau tak lihat aku sudah segar, dan tampan seperti ini? tentu saja dari tadi aku sudah bangun dan langsung membereskan diriku, dan sekarang tentu saja aku sudah siap,"Slent bercanda berkata seperti itu menjawab pertanyaan Artner. " Hahaha baguslah jika seperti itu tampan, tentu kita langsung saja pergi Slent. Tapi tentu saja kita harus mengisi perut kita dulu Slent,"ujar Artner mengajak Slent untuk sarapan saat itu. " Ya tentu,"jawab Slet singkat. Saat itu Slent tak membicarakan mengenai dirinya yang mengalami gangguan kesehatan tadi sehingga sedikit terlambat untuk keluar dan menemui Artner, karena sepertinya itu tak penting untuk di Artner ketahui sampai Slent menutupi hal itu saja, dan sekarang langsung saja pergi ke restoran di hotel ini untuk sarapan. Tak lama kemudian Slent, dan Artner sampai di restoran untuk sarapan, duduk, dan langsung memesan makanan. Setelah memesan makanan, dan makanan yang mereka pesan sudah sampai Slent kembali merasakan hal buruk yang dia rasakan karena di sebabkan oleh gangguan kesehatan yang Slent alami tadi di kamarnya, sampai Slent jadi tak nafsu makan, dan tentu saja Slent tak bisa makan seperti biasanya, seperti Artner yang saat itu dengan lahap makan, sampai Slent hanya pura-pura makan saja agar Artner tak bertanya mengenai Slent yang sepertinya saat ini, kurang enak badan. Sampai ketika mereka selesai makan pun, Slent tak bicara apa-apa atau merasakan apa-apa, Slent berlagak biasa saja tak merasakan apa-apa saat itu, sampai tentu saja Slent, dan Artner langsung masuk ke dalam mobil mereka saat itu. " Bagaimana sekarang Slent? kau punya pikiran, atau rencana baru yang tentu nya ingin kau lakukan sekarang?"tanya Artner. " Entah lah Artner, aku belum bisa memikirkan apapun, apa lagi memikirkan rencana baru yang bisa kita lakukan Artner, bagaimana dengan mu?"jawab Slent lalu bertanya kembali. " Em aku, aku, aku haha seperti biasa kau tahu aku kan? aku tak banyak berpikir tapi aku siap untuk melaksanakan apa yang kau pikirkan Slent hehe, seperti kemarin aku seperti orang bodoh yang langsung saja menghajar mereka tanpa aku berpikir dulu, dan tentu saja kau yang berpikir hehe maaf. Jadi sepertinya kita akan pergi seperti biasa saja?"ujar Artner bicara seperti itu kepada Slent sambil bercanda, dan langsung saja mengatakan jika akan kembali melakukan rencana yang mereka lakukan biasanya kepada Slent. " Hahaha ya baiklah Artner seperti biasa nya kau memang seperti itu, sepertinya mengenai hal itu kau benar Artner kita lakukan hal yang biasa kita lakukan saja untuk sekarang ini, untuk hal selanjutnya kita akan melakukan rencana yang lebih lagi, jika kita sudah mendapatkan rencana yang baru tentunya. Yang terpikir di kepala ku sekarang hanya tempat ketiga yang Kller katakan kepada kita sebelum kita pergi Artner, kau tentu mengingatnya kan? tapi tempat itu adalah tempat yang di miliki teman dari target yang kemungkinan besar jika target akan di jaga dengan ketat oleh pemilik tempat itu ( teman dari target ). Jika memang kita bisa menemukan target di tempat tersebut, tapi aku pikir sedikit saja ads yang aneh dengan target karena kita, atau simpelnya kita di curigai oleh pekerja disana jika sedang mengawasi target aku pikir kita tak akan berakhir baik disana Artner, pemikiran ini yang sangat membuat ku berpikir keras, dan masih ragu untuk mendatangi tempat itu Artner. Kau bisa mengerti?"ujar Slent bicara seperti itu kepada Artner menceritakan mengenai dirinya yang memikirkan dengan keras tentang tempat ketiga dimana Kller mencurigai target biasa beraktifitas, sehingga ragu untuk bisa mulai mencari target di tempat itu karena tempat itu adalah milik dari teman target yang bisa saja membuat target memiliki penjagaan yang ketat jika sampai mereka benar bisa menemukan target di tempat itu. Dan bertanya pendapat Artner saat itu. " Oh ya tentang itu, aku sebenarnya baru saja ingin membicarakan tentang itu Artner tapi keduluan oleh mu yang barusan langsung saja mengatakan hehe. Ah sudahlah, ya menurut ku juga jika kita sampai memang bisa menemukan target disana kita tak akan mudah untuk bisa melakukan rencana kita yang ingin lebih bisa mengetahui tentang target Slent, kau benar mengenai penjagaan yang akan di dapatkan oleh target pastinya akan sangat ketat, karena pekerja di sana tentu saja tahu jika target adalah teman pemilik tempat tersebut sehingga jika memang ada yang mencurigakan tentu saja mereka akan langsung mencoba membereskan hal yang mencurigakan itu Slent, seperti kita. Kita tak akan mempunyai kesempatan lebih Slent,"ujar Artner kembali bergurau dengan tertawa, dan langsung saja menanggapi apa yang Slent katakan mengenai pikirannya tentang target yang akan mendapatkan pengawasan lebih jika memang bisa kita temukan target di tempat tersebut. " Ya seperti itu pikiran ku Artner, mungkin nanti aku akan memikirkan lagi mengenai hal ini, dan sekarang aku pikir kita lakukan saja apa yang sebaiknya kita lakukan Artner sepertinya aku akan kembali lagi saja ke taman golf itu Artner, biarkan aku bekerja di sana saja, dan kau bisa pergi lagi ke tempat yang menjadi tempat mu mengawasi target Artner. Kita bisa berkomunikasi melalui telepon saja,"ujar Slent menyarankan Artner hari ini untuk melakukan hal yang biasa kita lakukan sampai mereka nanti akan melakukan hal lain jika rencana baru sudah Slent bisa pikirkan. " Ya baiklah Slent aku juga akan mencoba berpikir agar aku bisa membantu mu memikirkan rencana yang baik untuk misi ini. Ya tentu ayo Slent,"jawab Artner. Artner langsung saja menyalakan mobilnya, dan langsung saja memacu kendaraannya sekarang untuk langsung pergi ke tempat bermain golf terlebih dahulu untuk mengantarkan Slent saat itu. Beberapa saat kemudian Artner, dan Slent sudah sampai di tempat bermain golf saat itu, menurunkan Slent dan Artner yang langsung saja pergi kembali dari tempat bermain golf tersebut pergi ke tempat yang Artner datangi kemarin tentunya. Sampai saat Slent sudah turun dari mobil, Slent perlahan langsung saja pergi berjalan menuju ke tempat duduk di salah satu sudut tempat golf tersebut, dengan Slent yang saat itu sudah merasa mual dan kembali pusing Slent berjalan perlahan, sampai Slent terduduk dan merenung saat itu, karena tak kuat dengan pusing yang Slent rasakan saat ini, beberapa saat Slent hanya bisa duduk berdiam diri disana, dengan merasakan pusing yang Slent rasakan saat itu sehingga Slent memegangi kepalanya. Slent mencoba menenangkan dirinya, mencoba untuk menahan pusing yang di alami ya saat itu. Sampai tiba-tiba saat itu Slent merasa mual dan tak kuat menahan dirinya yang merasa mual ingin muntah sampai tentu saja Slent mencoba masuk ke toilet, memaksakan dirinya yang saat itu masih merasa sangat pusing untuk pergi ke toilet sampai karena kepala Slent yang merasa sangat pusing Slent berjalan dengan memegang tembok yang ada di sepanjang jalan menuju toilet saat itu, dengan cara Slent berjalan sambil sempoyongan seperti orang mabuk karena tak kuat menahan pusing kepalanya saat itu. Sampai saat itu Slent dengan cepat langsung saja di pegang oleh seorang wanita yang entah siapa, dan dari mana wanita tersebut datang sehingga bisa tiba-tiba memegang Slent yang saat itu berjalan sempoyongan akan pergi ke toilet. " Kau tidak apa-apa? biar aku bantu kau untuk jalan,"ujar wanita tersebut dengan sambil memegang tangan Slent menahannya karena seperti orang yang akan terjatuh. " Aku tak," " Sudah tak apa-apa aku ingin membantu mu tenang saja. Kau terlihat sangat kacau sampai kau tak menyadari jika kau berjalan dengan sangat sempoyongan, aku pikir kau mabuk tapi tak mungkin kau mabuk karena dengan jelas terlihat dari wajah mu kau orang yang sedang tak sehat, dan sangat jelas sekarang jika memang kau tak sehat. Jadi tenanglah biar aku membantu mu, mau kemana kau?"ujar wanita tersebut dengan langsung saja memotong pembicaraan Slent yang sudah berniat untuk menolak bantuan dari wanita tersebut dengan bicara jika wanita tersebut melihat Slent yang begitu berjalan sangat kacau, dan sangat sempoyongan sehingga wanita itu menolak untuk tak membantu Slent saat itu. " Aku, aku hanya ingin ke toilet,"jawab Slent singkat. " Baiklah aku bantu kau sampai ke pintu toilet,"ujar wanita tersebut dengan terus saja memegang tangan Slent menolong Slent berjalan ke toilet. Dan Slent hanya bisa berdiam diri, dengan wajah yang tertunduk sedikit malu dengan wanita ini yang begitu mudah nya menolong Slent yang tentu saja Slent tak tahu siapa, dan dari mana wanita ini. Sampai Slent tentu saja melanjutkan untuk berjalan ke toilet saat itu, dan tanpa sengaja Slent berusaha agak berjalan dengan lebih cepat saat itu sampai tentu saja wanita itu langsung bicara kepada Slent. " Kau jangan memaksakan dirimu, karena aku ikhlas membantu mu tenang lah, kau sedang sakit jika kau sampai terjatuh kau akan lebih repot nanti,"ujar wanita itu dengan membentak Slent yang saat itu berusaha untuk cepat berjalan. Saat itu Slent hanya terus saja berjalan tanpa menjawab apapun, dan akhirnya Slent bisa sampai juga di toilet. " Terima kasih,"singkat Slent berucap, dan langsung saja masuk ke dalam toilet dengan sedikit malu. Lalu saat itu Slent kembali saja berjalan perlahan dengan sangat sempoyongan ke salah satu ruang toielt, dengan memegang tembok karena tak kuat dengan pusing yang Slent rasakan saat ini. Sampai Slent akhirnya bisa masuk ke dalam toilet, dan langsung saja terduduk di toilet tersebut dengan wajah yang di basahi dengan air keringat yang saat itu deras mengalir dari kepala Slent. Dengan pikiran, dan kepala yang masih sangat merasa pusing Slent melamun merasakan pusing saat itu, dan tentu saja Slent menenangkan dirinya sambil mengistirahatkan dirinya yang sepertinya sakit karena tadi pagi sekali Slent sudah keluar dan berdiam diri di balkon hotel sehingga kedinginan yang membuat nya terserang penyakit sampai kondisi badannya drop seperti ini. Beberapa saat Slent menenangkan pikirannya, dan kondisinya sampai akhirnya perlahan Slent kondisi Slent bisa membaik. Saat itu Slent masih belum ingin keluar dari toilet meskipun keadaan Slent sudah membaik, karena Slent merasa masih sedikit malu, takutnya wanita yang tadi membantu Slent masih ada baru pertama kalo ini Slent merasa sangat bodoh sampai bisa di bantu oleh seseorang karena kesehatan Slent yang tiba-tiba mengalami penurunan sehingga membuat Slent sampai dibantu oleh seseorang karena keadaan Slent yang benar-benar buruk saat itu. Bahkan wanita yang menolongnya sampai berkata jika Slent sampai terlihat sangat buruk karena berjalan dengan sangat sempoyongan saat itu. Sampai Slent kira sudah cukup saat itu Slent berdiam diri di toilet itu menenangkan, dan mengistirahatkan dirinya saat itu sampai Slent kembali dalam kondisi yang baik kembali saat itu. Dan tentu Slent langsung saja keluar dari toilet tersebut berniat kembali ke posisi dimana Slent biasanya mengawasi barangkali target sedang beraktifitas, yaitu di bangku penonton. Perlahan Slent berjalan dengan keadaan yang masih sedikit drop, tapi sudah lebih baik sehingga Slent bisa dengan sedikit lebih tenang, dan lebih baik berjalan menuju ke tempat biasanya dia mengintai situasi di tempat bermain golf tersebut. Sampai tentu saja Slent langsung saja pergi, dan duduk bi bangku penonton saat itu untuk kembali mengawasi situasi disana, berharap semoga Slent bisa bertemu dengan target disana saat itu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD