Keraguan Akan Sebuah Tipuan.

3255 Words
Setelah Slent, dan Artner membahas secara rinci mengenai apa yang Slent ragukan tentang dirinya yang dengan mudah tertipu oleh pria tersebut. Tentu saja Slent, dan Artner memikirkan tentang hal tersebut, bahkan dengan ketidak pastian tentu saja Slent langsung memutuskan untuk mencari tahu dengan pasti apa yang sebenarnya terjadi dengan pria tersebut, benarkah pria tersebut sudah menipu Slent dengan tampilannya hanya mirip, sehingga Slent berhalusinasi mengenai pria itu yang sebenarnya hanya mirip saja dengan target, atau memang benar jika pria tersebut memang target yang menyamar menjadi orang lain karena target memang sangat protect dengan dirinya sendiri sehingga bisa sampai melakukan penyamar seperti itu sampai tentu saja bisa menghindari seseorang seperti Slent yang mencoba untuk mengawasi nya. " Kau masih ingin bersenang-senang Artner? aku pikir cukup untuk ku, jika kau masih ingin tetap disini nikmatilah, aku akan duluan beristirahat ke hotel sekarang untuk beristirahat saja malam ini,"ujar Slent bicara seperti itu. " Yah karena kau menceritakan hal seperti itu, aku pikir aku juga akan pergi saja ke hotel Slent, aku juga jadi berpikir jika sepertinya besok memang pekerjaan kita akan lebih berat dari ini Artner. Kita sudahi saja kesenangan kita hari ini Slent, aku ikut kau,"ujar Artner bicara seperti itu kepada Slent menjawab pertanyaannya. " Hahaha ini sebuah kejutan dimana untuk pertama kalinya kau yang sangat gila kencan, dan bersenang-senang dengan wanita, kalah dengan sebuah pekerjaan yang sepertinya menunggu esok hari Slent hahaha. Baiklah ayo pergi, aku bayar semua yang sudah kita pesan disini,"ujar Slent bicara seperti itu kepada Artner dengan bercanda karena Slent sungguh terkejut dengan Artner yang bisa berhenti melakukan kesenangan atas hiburan yang di dapatkannya saat ini, karena berpikir tentang tugas yang sangat penting yang sudah menunggu Artner esok hari. " Ayo lah aku hanya mencoba untuk bersikap baik padamu yang ternyata memang kau tak mengalami perubahan sikap sedikit pun, dan sekarang aku mencoba menahan hasrat ku untuk bersenang-senang karena memikirkan pekerjaan esok hari yang tentu saja esok hari sepertinya aku harus membantu mu Slent. Jadi ini semua tentu saja usaha ku untuk membuat mu tak bosan dengan ku yang begitu gila hiburan, apa lagi wanita, dan sepertinya jika aku tahu aturan, dan tak terlalu gila wanita seperti ini aku pikir kau tak akan bosan dengan sikap ku yang hanya memikirkan kesenangan ku sendiri. Jadi karena sekarang aku ikuti aturan mu sepertinya kau tak akan merasa bosan lagi dengan kebiasaan ku dan jika lain kali aku mengajak mu untuk mencari hiburan yang sama seperti ini aku pikir kau tak akan menolaknya kan Slent,"ujar Artner bicara mengenai dirinya yang memiliki aturan, dan tak sampai hanya memikirkan kesenangannya sendiri, agar saat nanti Artner kembali mengajak Slent untuk bersenang-senang lagi Slent tak akan sampai menolak Artner. " Jadi maksud mu ini adalah sebuah cara yang kau lakukan agar kain kali aku tak menolak ajakkan mu Artner? hahaha pintar sekali kau, baiklah sepertinya kau benar mengenai apa yang kau rencanakan itu Artner dan sepertinya hari sudah mulai sangat larut, sudah lewat tengah malam Artner kita sebaiknya cepat beristirahat agar esok hari kita tak terlambat pergi kembali ke beberapa tempat yang Kller curigai menjadi tempat berakfitas target. Ayo,"ujar Slent langsung saja mengajak Artner untuk beristirahat malam ini agar esok hari Slent, dan Artner tak kesiangan bangun, dan bisa dengan cepat kembali datang ke beberapa tempat untuk bisa mengetahui keberadaan target. " Ya tentu Slent,"jawab Artner. Tak menunggu lama Slent dan Artner pun membayar apa yang sudah di pesan di club tersebut, dan keluar untuk pergi pulang ke hotel. " Slent untuk esok hari bagaimana kau akan bekerja? seperti biasa hanya menunggu atau kau punya rencana lain?"sambil berjalan menuju ke hotel Artner bertanya seperti itu. " Ya mau apa lagi Artner kita belum memiliki informasi lebih untuk bisa melakukan rencana baru mengenai tugas kita sekarang ini, aku pikir kita hanya akan melakukan saja apa yang sudah kita lakukan Artner, menunggu di tempat yang di curigai Kller sebagai tempat target beraktifitas. Kita belum bisa melakukan pergerakan lain karena dalam mengetahui, atau melihat target saja kita belum Artner tentu saja aku belum bisa membuat rencana lain lagi untuk masalah ini,"ujar Slent menjawab jika Slent belum memiliki rencana lain dalam masalah ini, hanya lakukan saja apa yang sedang mereka lakukan sekarang sampai mereka nanti bisa mengetahui keberadaan target baru lah Slent akan merencanakan hal yang lebih baik agar bisa menuntaskan tugas Slent, dan Artner dengan cepat. " Ya baiklah, ini sudah sangat larut malam otak ku sudah sangat lelah, dan tak ingin berpikir Slent, jadi kau harap kau saja yang berpikir sekarang, aku hanya akan bertanya saja pada mu Slent,"dengan tersenyum bercanda Artner bicara seperti itu kepada Slent. " Ya tenang saja itu bisa di atur,"jawab Slent kembali bercanda. Saat di tengah perjalanan Slent, dan Artner melihat ada 4 orang yang dengan berbagi tugas sedang mengawasi keadaan sekita. 2 orang di antara mereka terlihat berjaga mengawasi situasi dengan sedikit bersembunyi di sudut-sudut jalan gang yang cukup gelap tersebut, dsn 2 orang lagi terlihat sedang terduduk, tapi dengan mereka yang tak diam, ditambah seperti sedang memegang seseorang. " Artner aku pikir lebih baik kita jangan lewati jalan ini sekarang, lebih baik kits memutar saja. Kau lihat disana? ( Slent menunjuk ke arah 4 orang laki-laki tersebut ), kita tak ingin masalah, apa pun yang sedang mereka lakukan disana sepertinya itu akan membuat mereka terganggu dengan kita yang melewati mereka Artner. Ayo lebih baik kita memutar saja,"ujar Slent mengajak agar memutari kawasan ini agar tak perlu melewati 4 orang pria yang seperti sedang melakukan sesuatu yang buruk karena tingkah mereka yang mencurigakan sehingga Slent mengajak agar Artner tak melewati jalan tersebut, karena merasa tak enak, dan akan mendapatkan masalah jika melewati 4 orang pria tersebut. " Ah sudah lah Slent aku melihat mereka dari tadi, dan aku tak merasa ada yang tak beres dengan mereka, ayolah Slent ini sudah semakin larut jika kita memutari jalan, tentu saja itu hanya akan membuang waktu kita Slent Sudahlah tak apa-apa, kita hanya lewat tak akan macam-macam. Ayo Slent kau tak takut karena sudah lama kita tak mengalami keadaan yang bahaya Slent?"ujar Artner bicara seperti itu kepada Slent menolak untuk memutari kawasan ini agar tak harus berpapasan dengan orang-orang itu. Dan langsung saja bertanya mengenai Slent yang tak ingin jika harus melewati jalan tersebut. " Tidak Artner bukan seperti itu. Oke kita akan terus melewati jalan ini, tapi sebelum itu dengarkan, dan pahami apa yang aku katakan ini Artner, jika sampai ada yang terjadi saat kita melewati orang-orang itu, jangan sampai kau berlagak untuk menghadapi mereka, kita akan lari. Kau paham mengenai itu Artner?"ujar Slent dengan tegas bicara seperti itu kepada Artner yang saat itu, bersikukuh ingin tetap lewat jalan yang disana sedang ada 4 orang pria dengan tingkah laku yang sepertinya sedang melakukan hal yang tak baik. " Ya Slent tentu, aku tak akan sampai melakukan hal yang macam-macam, kita hanya sekedar lewat kan Slent,"ujar Artner bicara seperti itu kepada Slent saat itu sambil terus saja berjalan berniat untuk melewati jalan yang 4 orang pria tersebut ada di sana. Sampai Slent, dan Artner pun perlahan berjalan akan melewati 4 orang pria tersebut saat Slent sudah agak dekat dengan 4 pria tersebut, 2 pria yang berdiri seperti sedang memperhatikan situasi di sana tiba-tiba langsung saja bersiap dengan sudah menyiapkan kuda-kuda dengan tangan mereka yang sudah mengepal. Dengan mereka yang sepertinya bicara kepada 2 orang teman mereka yang sedang duduk tadi. Sampai tentu saja Slent merasa aneh, dan penasaran dengan apa yang di lakukan oleh 2 orang pria tersebut, sampai Slent, dan Artner dengan wajah mereka yang sama-sama sedikit aneh karena melihat 2 orang pria tersebut seperti dalam keadaan yang terancam mereka menyiapkan kuda-kuda mereka dengan kepalan tangannya. Dan terlihat jika 2 pria tersebut seperti sedang saling bicara, karena merasa tak memiliki niat buruk mengganggu mereka Slent, dan Artner terus saja berjalan sampai ketika Slent, dan Artner sudah sangat dekat dengan 4 pria tersebut, Slent, dan Artner di kejutkan dengan 2 pria yang sedang duduk tersebut, ternyata bukan hanya sedang duduk saat itu, tapi Slent, dan Artner melihat jika saat itu mereka berdua yang tadi duduk sedang melecehkan wanita. " Jadi ini yang membuat mereka sampai langsung saja kaget, dan merasa terancam saat melihat ku, dan Artner tadi. Pantas saja mereka berdua tadi terlihat memang sedang mengawasi situasi, ternyata ini yang sedang mereka awasi,"ujar Slent dalam hatinya saat itu, dengan terus saja melihat ke 2 orang pria tersebut dengan wajah yang kaget. Sampai tiba-tiba, pria yang sedang melecehkan wanita tersebut bangkit dengan langsung saja marah. " Sialan, kalian yang mengganggu ku, akan aku habisi disini sekarang juga,"teriak pria tersebut dengan langsung saja bangkit, dengan wajah yang sangat marah pria itu langsung saja berbalik arah menjadi langsung saja menghadap ke pada Slent, dan Artner. Dan tanpa berpikir atau bicara hal apa pun lagi ke empat pria tersebut langsung saja bersama-sama siap untuk menyerang Slent, dan Artner yang saat ini masih belum beranjak karena kaget melihat apa yang mereka saksikan saat itu. " Artner lari,"ujar Slent dengan langsung saja menarik Artner untuk pergi lari dari tempat tersebut menghindari serangan dari 4 pria tersebut. Dan dengan sedikit kaget Slent, dan Artner pun bisa menghindar dari pukulan yang mereka layangkan saat itu. Tapi sayang saat Slent, dan Artner akan kembali lari menghindar dari mereka semua salah satu pria tersebut bisa menendang kaki Artner sehingga tentu saja Artner terjatuh saat itu. Dengan keras, dan kasar mereka langsung saja membangunkan Artner dengan cara brutal yaitu memegang kepala Artner, dengan keras sehingga bisa membuat Artner dibangunkan paksa saat itu, sehingga tanpa berpikir Artner langsung saja melepaskan dengan paksa cengkraman pria tersebut terhadap Artner dengan membalas pukulan dari pria itu, dan Artner pun tentu saja emosi sehingga langsung saja meneruskan dirinya yang sudah melayangkan pukulan ke pria tersebut dengan Artner yang langsung juga memasang kuda-kuda menandakan dirinya siap untuk melawan mereka semua. " Artner lari, apa yang kau lakukan,"ujar Slent sedikit di depan dari posisi Artner sekarang berdiri. " Maaf Slent aku pikir aku tak bisa menuruti apa yang kau katakan Slent. Akan aku habisi mereka semua sekarang disini juga,"ujar Artner dengan nada bicara yang kesal karena mereka yang kasar sudah berani kasar seperti itu kepada Artner. Sampai tanpa bicara lagi mereka langsung saja bersamaan mencoba untuk menghajar Artner saat itu. " Oh sial,"ujar Slent saat itu dengan langsung saja bergabung dengan Artner yang sudah siap untuk menghajar mereka semua yang sudah bersamaan melayangkan pukulan saat itu, sampai tentu saja Slent, dan Artner bisa menangkis serangan dari 4 pria tersebut. " Kenapa mau malah ikut kemari, bukannya kau akan pergi?"ujar Artner saat itu dengan mereka yang saling membelakangi, dengan kuda-kuda yang mereka siapkan untuk langsung saja menghindar, atau melawan mereka saat itu. " Diam lah, aku sebenarnya tak ingin melawan mereka saat ini, tapi aku juga tak mungkin meninggalkan mu sendiri yang tentu saja akan melawan mereka berempat sekaligus,"ujar Slent dengan tegas bicara seperti itu. Lalu setelah Artner mendapat jawaban seperti itu, Artner hanya tersenyum jahat saat itu, dengan melihat ke arah musuh yang ada di hadapannya saat ini. " Kalian tak tahu siapa kami, akan kami habisi kalian saat ini juga,"ujar Artner dalam hatinya saat itu dengan tersenyum jahat. Tanpa bicara lagi Artner, dan Slent langsung saja bersiap untuk melayani mereka kebetulan mereka juga langsung saja mencoba untuk menghajar Slent, dan Artner sehingga saat itu tentu saja mereka langsung menangkis, dan membalas pukulan yang di layangkan oleh mereka berempat saat itu. Dan dengan mudah Slent, dan Artner bisa menangis bahkan berbalik memukul mereka saat itu, sampai tentu saja saat itu malah mereka yang terjungkal karena tak bisa menangkis serangan Artner, dan Slent saat itu. Tapi meskipun mereka sudah terjungkal mereka langsung saja berdiri kembali, bangkit dengan langsung saja kembali melayangkan pukulan kepada Slent, dan Artner tapi kembali dengan mudah Slent, dan Artner bisa menangkis serangan mereka dan langsung saja membalas pukulan mereka sampai mereka terjungkal kembali, tapi saat mereka sudah terjungkal lagi saat ini Artner malah melebihi batas sampai saat ini Artner langsung saja terus menghajar 4 orang pria tersebut dengan brutalnya, sampai Artner membuat luka yang parah kepada satu per satu dari pria tersebut, dari mulai Artner yang mematahkan tangan, kaki, dari pria-pria tersebut sampai karena melihat Artner yang terlewat batas seperti itu Slent dengan cepat langsung saja menghalangi, dan menarik Artner yang saat itu dengan sangat brutal menghajar keempat pria tersebut, sehingga Artner bisa berhenti menghajar mereka dengan brutal saat itu, meskipun harus dengan Slent yang bersikap keras juga saat menghentikan Artner yang kelewat batas emosi saat itu. " Artner apa kau gila? kau bisa membunuh mereka jika kau terus kan, cukup Artner,"ujar Slent dengan sangat tegas bicara seperti itu, cukup ayo pergi. " Kalian lebih baik hati-hati, kalian tak tahu siapa kami, jika bukan karena kami sedang dalam," " Artner cukup apa kau sudah tidak waras? ayo pergi,"dengan memotong pembicaraan Artner yang hampir saja bicara mengenai dirinya yang sedang melakukan tugas Slent kembali bicara seperti itu, sehingga Artner bisa berhenti bicara dan langsung saja pergi dengan Slent yang menarik Artner. Saat Slent akan pergi, Slent melihat wanita yang menjadi korban pelecehan para pria ini dengan tangisan, dan dirinya yang lemas tak berdaya saat itu, di perparah dengan dirinya yang terbaring tanpa sehelai kain pun yang menutupi tubuhnya saat itu karena pelecehan yang di lakukan oleh 4 orang pria tersebut. Sampai saat itu Slent melamun sejenak. " Sialan, kenapa aku merasa sangat kasihan melihat wanita ini begitu tak berdaya dengan keadaan yang sangat mengenaskan karena pelecehan 4 orang pria ini,"ujar Slent dalam hatinya bicara seperti itu, sampai saat itu Slent membuka jaket yang di kenakan nya dan langsung saja menutupi tubuh wanita tersebut saat itu. " Ayo cepat kita pergi. Bukannya aku mengharapkan tentang hal ini tapi aku sangat khawatir jika apa yang kita perbuat barusan di ketahui seseorang, yang tentu saja bisa membuat apa yang kita lakukan barusan menjadi perbincangan. Artner kita masih dekat dengan club tersebut, aku tak yakin jika pertarungan kita tadi akan aman dari seseorang. Jika kita sampai ketahuan bisa berkelahi bahkan sampai brutal seperti itu aku pikir itu akan menjadi sebuah masalah yang bisa saja merepotkan kita Artner. Kau mengerti dengan apa yang aku bicarakan padamu?"ujar Slent bicara seperti itu sambil berjalan pulang ke hotel saat itu dengan Artner yang masih saja terlihat emosi karena kejadian tersebut. " Aku tahu mengenai hal itu Slent tapi tidak ada yang bisa berbuat seenaknya terhadap ku, dan dia dengan sangat mudah sudah bersikap sangat keras, dan kasar kepada ku tentu saja aku tak bisa diam saja dengan dia yang seperti itu Slent, dasar sialan dia tak tahu siapa aku jika saja dia tahu mungkin," " Mungkin kita akan dalam bahaya dan menjadi buronan sekarang Artner. Kau bertindak diluar dugaan Artner, kau bertindak sangat jauh, sehingga kau tak memikirkan keselamatan mu, dan keselamatan misi ini Artner, kau harus berpikir apa yang akan terjadi pada kita jika sampai misi ini gagal. Ala Kller dengan mudah menepuk tangan kita dan berkata jika kita bisa melupakan kegagalan ini? aku pikir ya, dia bisa bertindak baik seperti itu Artner, bahkan dia bisa dengan sangat mudah, dan sangat baik menepuk kepala kita menenangkan kita, ya dia bisa dengan sangat baik menepuk kepala kita dengan samurai, dan membiarkan kita tenang selamanya di tempat peristirahatan terakhir karena Kller sepertinya akan membuat kita sangat tenang selamanya, karena membunuh kita yang sudah dengan sangat mudah dan bodoh, membuat misi terpentingnya ini gagal itu yang kau inginkan Artner? hah?"ujar Slent memotong pembicaraam Artner dengan bicara seperti itu kepadanya. Dengan emosi yang juga memuncak karena Artner yang berbuat hal yang sangat diluar dugaan karena bertarung dengan sangat brutal, dan hampir saja membunuh 4 orang tersebut dengan sangat liar yang tentu saja bisa membuat misi ini gagal karena ulah Artner bertarung dengan sangat brutal yang bisa saja di ketahui oleh orang lain yang membuat Slent, dan Artner menjadi buronan karena sudah sangat brutal menghabisi orang disana saat itu, yang tentu saja akan membuat misi Slent, dan Artner saat ini bisa gagal karena Slent, dan Artner yang menjadi buronan dan tak bisa bergerak bebas lagi saat itu. Sampai saat itu Artner hanya bisa terdiam tanpa bicara kembali sepertinya Artner berpikir keras jika apa yang di katakan oleh Slent sangat benar, saat itu Artner benar-benar kehilangan kendali sampai Artner dengan sangat brutal menyiksa orang-orang tersebut, tapi Artner sangat lah keterlaluan seperti orang yang baru saja menjalankan misi, dan tak mengerti tentang caranya menghadapi masalah untuk bisa menyembunyikan apa yang sedang menjadi misi kita saat ini. Sampai saat itu akhirnya Artner sepertinya bisa menenangkan dirinya, dan sadar jika apa yang Artner lakukan sangat keterlaluan dan bisa sangat membahayakan misi yang sedang mereka lakukan saat ini. " Maaf Slent, aku benar-benar lepas kendali sampai aku tak sadar dengan apa yang sudah aku lakukan. Maaf Slent, aku benar-benar bodoh aku seperti orang yang baru saja menjalankan misi yang sangat penting seperti ini maaf Slent aku sudah membahayakan mu, dan keberhasilan misi ini. Apa yang harus kita lakukan sekarang? apa ada orang yang melihat apa yang sudah aku lakukan tadi Slent?"ujar Artner luluh dengan apa yang sudah Slent lakukan karena Artner menyadari jika apa yang Artner lakukan benar-benar sudah sangat kelewatan, dan tak memikirkan keselamatan mereka dalam misi ini, bahkan Artner dengan sadar menyalahkan dirinya sendiri karena perbuatannya itu. Lalu dengan panik bertanya seperti itu kepada Slent saat itu. " Ya bagus Artner jika kau bisa sadar, dan bisa mengerti dengan apa yang aku katakan padamu mengenai hal yang sudah kau lakukan tadi Artner. Tapi entahlah dengan ada orang yang akan bicara mengenai ini, dan menyebar luaskan nya hal ini kepada orang lain atau tidak, tapi jika kau bertanya mengenai orang yang melihat aksimu tadi atau tidak, tentu saja ada yang melihatnya. 4 orang yang kau hajar tadi, tentu mereka melihat bahkan merasakan sakitnya jika mereka pergi, dan berinteraksi dengan orang sekitar dengan keadaan yang parah seperti itu tentu saja siapapun yang berinteraksi dengan mereka akan bertanya apa yang mereka sudah alami sampai bisa dalam keadaan yang sangat buruk seperti itu, jika sampai mereka menceritakannya tentu saja orang akan bertanya siapa yang melakukan hal itu kepada mu, dengan cepat sepertinya cerita mereka akan merebak Artner jika sudah seperti itu tentu saja keadaan kita tak akan aman, kita membereskan masalah ini, atau kita harus pergi dari sini. Dan kita lepaskan saja dulu masalah mengenai mereka Artner. Di sisi lain yang melihat aksi kita tentu saja wanita tersebut Artner, sadar atau tidak sadar wanita itu melihat aksi kita, meskipun kecil kemungkinan jika wanita itu bisa sadar, dan ingat dengan apa yang sudah kita lakukan tadi Artner, tapi tetap saja sepertinya kita harus waspada jika memang apa yang kita lakukan bisa menjadi perbincangan hangat di sini, termasuk di club tersebut Artner. Aku berharap jika wanita itu bukan bagian dari salah satu pekerja di club tersebut Slent, karena jika dia adalah salah satu orang dari club tersebut, aku pikir tragedi ini besar kemungkinan untuk bisa menjadi topik terhangat di sini Artner. Dan misi kita terancam gagal karena hal ini Artner,"ujar Slent bicara seperti itu menjelaskan mengenai apa yang bisa terjadi karena tragedi yang barusan terjadi sampai Artner bersikap brutal seperti itu. Dan menjelaskan kemungkinan orang-orang bisa mengetahui tragedi malam ini dari pria yang di hajar Artner, atau wanita yang menjadi korban pelecehan 4 pria tersebut saat itu. Sampai Slent saat itu mencoba untuk bisa menenangkan dirinya, dan Artner dengan apa yang sudah terjadi biarlah terjadi, dan untuk ke depannya tentu saja mereka harus bisa lebih menahan emosi mereka jangan sampai Artner bisa sampai emosi seperti ini lagi.Tapi meskipun seperti itu Artner masih menyimpan pertanyaan, dan kekhawatiran tentang dirinya yang sampai seperti itu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD