Menghindari Sebuah kecurigaan.

5000 Words
Dengan Slent yang langsung saja berbincang dengan wanita tersebut, sampai menyuruh wanita tersebut minum terlebih dahulu yang bertujuan untuk mengalihkan perhatian Artner yang saat ini melihat ke arah Slent dengan mengisyaratkan agar Slent mengajaknya berkencan tentu saja Artner tersenyum kepada Slent menandakan jika Artner setuju dengan apa yang di lakukan Slent saat itu kepada wanita itu, padahal Slent melakukan hal ini hanya untuk mengalihkan perhatian Slent saja, sampai akhirnya Artner pun mengalihkan perhatiannya fokus kembali terhadap dirinya yang berdansa ria bersama dengan pelayan club tersebut. Sampai saat itu Slent tentu saja berpikir sejenak bagaimana bagusnya Slent agar tak membuat Artner curiga dengan Slent yang terlihat hanya berdiam diri di kursinya tersebut tanpa berkencan dengan wanita atau melakukan hal lainnya yang tentu saja akan membuat Artner curiga dengan Slent yang saat itu memang sedang mengalami perubahan sikapnya. Slent pun dalam hatinya tentu saja tak mengelak jika Slent memang sedang mengalami kebosanan dengan apa yang menjadi aktifitas Slent saat ini, sampai Slent saat itu hanya berusaha untuk menutupi perilaku Slent yang akan membuat Artner kecewa dengan Slent sampai nantinya Slent sudah memutuskan sebuah cara agar Slent bisa lepas, dan keluar dari pekerjaannya sekarang, yaitu anak buah Kller yang bertugas untuk membunuh, dan menculik orang saat ini. Jadi rencana Slent sekarang adalah tentu saja membuat Artner tak curiga apa lagi sampai mengetahui apa yang Slent rasakan, dan sedang pikirkan sekarang karena jika sampai Artner tahu mengenai apa yang Slent rasakan, dan rencanakan sepertinya itu akan menjadi masalah untuk Slent. Hal yang Slent pikirkan jika Artner mengetahui apa yang Slent rencanakan tentang pengunduran dirinya jadi anak buah Slent adalah Artner akan langsung saja membicarakan ini langsung kepada Kller yang tentu saja itu bisa membuat Kller tak terima dengan keputusan Slent yang berpikir ingin berhenti menjadi anak buah Kller, sampai tentu saja saat ini Slent sangat menjaga dengan baik apa yang menjadi pikiran, dan rencana yang ada di kepala Slent. Slent sudah mendapatkan satu serangan dari Artner yang pada saat masih di hotel Artner sampai menyangka jika Slent bosan dengan apa yang di jalaninya saat ini. Saat mendengar Artner bicara seperti itu tentu saja Slent merasa sedikit khawatir karena sebenarnya apa yang di katakan Artner adalah hal benar, meskipun saat ini Slent masih bisa mengalihkan pikiran Artner tapi tentu saja Slent masih merasa was-was, dan masih merasa jika apa yang Slent perlihatkan mengenai sikap Slent yang sekarang akan membuat Artner kembali curiga dengan sikap Slent yang memang berubah, sampai tentu saja Slent berusaha dengan sangat keras menutupi perihal sikapnya yang memang berubah karena memiliki rencana untuk mengundurkan diri menjadi anak buah Kller saat ini. Slent berpikir jika apa yang menjadi rencana Slent saat ini tentu saja jangan sampai di ketahui oleh orang lain termasuk Artner, sebagai orang terdekat Slent karena selama ini Artner menjadi partner kerja yang selalu saja ada bersama Slent, tapi untuk masalah ini Slent tentu saja sangat menyimpan rapat-rapat mengenai hal ini, Slent hanya berpikir jika masalah ini hanya akan Slent bicarakan kepada Kller tak ada yang akan tahu mengenai masalah ini termasuk Artner partner nya bekerja selama ini. Dan untuk sekarang yang sepertinya Artner bisa saja kembali curiga mengenai Slent yang memiliki perubahan sikap, Slent harus bisa mengalihkan perhatian Artner saat ini, tentu saja dengan membuat Artner percaya jika Slent masih seperti dulu yang menikmati pekerjaannya menjadi anak buah Kller yang masih terus saja menginginkan hal ini, sampai nanti waktunya tiba untuk Slent bicara mengundurkan dirinya kepada Kller. Karena malam ini Slent sudah bicara kepada Artner akan bersenang-senang di club ini tentu saja Slent langsung berniat untuk mengencani wanita yang sekarang ada minum bersama Slent, untuk bisa mengelabui, dan mengalihkan perhatian Artner yang curiga dengan perubahan sikap Slent. " Sudah cukup, kau terlalu banyak minum itu bisa mempengaruhi kesehatan mu,"ujar Slent bicara seperti itu sambil mengambil minuman yang terus saja meminum minuman tersebut. " Hahaha kau ini orang baru, maaf harus mengatakan ini tapi aku sudah biasa seperti ini, ini hanya masih sebotol pun belum habis, tentu saja itu tak akan berpengaruh terhadap diriku. Jangankan sebotol 3 botol saja bisa langsung aki habiskan. Dan mengenai diri mu anak baru, aku lama menunggu mu merespon perkataan ku, apa yang sedang kau pikirkan sehingga bisa dengan sangat lama, kau melamun? kau memikirkan sesuatu? atau kau takut jika aku akan menjebak mu, dan membunuh mu hahaha. Tapi aku akui jika apa yang kau lakukan benar, jangan terlalu mudah percaya dengan orang yang baru kau kenal, karena sepertinya apa yang kau pikirkan benar, orang-orang tak semuanya berpikir baik, aku tak tahu pasti dengan orang tersebut, tapi disini memang ada orang yang berpikiran jahat seperti itu, menjebak tamu, atau bisa di bilang mangsa di sini, dengan mudahnya orang itu memperdaya mangsa dengan mengajaknya ke sebuah ruangan, dan setelah dia berpikir situasinya aman, orang ini langsung saja menggasak semua harta korban, dan korban tentu saja sudah tak bernyawa di sebuah kamar di club ini. Jadi baiklah aku pikir kau orang yang protect terhadap keselamatan mu, dan orang yang memiliki pikiran sangat hati-hati, jadi aku sudah menawarkan mu anggap saja berkencan tapi aku anggap kau menolak, jadi baiklah sekarang aku akan pergi saja, bye terima kasih minumannya itu sangat membuat ku terhibur,"ujar wanita tersebut menjawab apa yang Slent katakan. Dan dengan tertawa bicara, dan bertanya mengenai Slent yang takut dengan wanita ini yang bisa saja menjebak Slent. Lalu mengatakan jika apa yang di pikirkan Slent sekarang adalah hal benar yang tentu saja tepat untuk berhati-hati dengan orang yang baru di kenalnya sampai wanita itu menceritakan tentang kejadian tragis yang menimpa salah satu orang, sekaligus tamu di club ini yang dengan sangat tragis harus kehilangan nyawanya setelah kehilangan semua hartanya karena berhasil di jebak oleh salah seorang disini, sampai dirinya mengatakan jika Slent menolak kencan yang di tawarkan oleh wanita tersebut sehingga tentu saja wanita tersebut akan pergi saja. " Tunggu. Hahaha maaf sepertinya tadi aku memang salah karena aku malah melamun tentang hal lain, dan tak menghiraukan mu. Ayolah temani aku bersenang-senang, aku pikir berkencan tentu saja akan membuat ku berpikir lebih senang, dan mendapatkan ketenangan karena ada yang menemaniku. Ayolah kemari, dan jadilah temen kencan ku. Kau mengajak ku kemana tadi? ruang yang lebih menyediakan ketenangan karena tak terlalu terdengar suara musik yang jujur saja sedikit mengganggu ku hehe. Baiklah bagaimana keputusan sayang? mau temani aku kencan malam ini?"ujar Slent langsung saja bicara seperti itu kepada wanita itu dengan langsung saja menghentikannya yang akan pergi saat itu. Dan langsung saja bicara seperti itu, dan dengan merayu wanita ini Slent bertanya seperti itu, sambil memegang tangannya. Saat Slent memegang tangan dari wanita itu Slent tak sengaja melihat ke arah Artner yang masih saja fokus berdansa, tapi artner kembali melihat ke arah Slent saat itu sehingga sepertinya apa yang di lakukan Slent saat ini akan membuat Artner setuju, dan tak akan berpikir buruk lagi dengan Slent yang mengalami perubahan saat itu. " Hahaha aku kira kau tak mempunyai nafsu, atau keinginan untuk berkencan sampai kau mengacuhkan ku yang dengan mudah mengajak mu. Kau tak takut dengan ku yang bisa saja menjebak mu ke dalam sebuah ruangan mengambil semua barang milik mu dan menghabisi mu disana? sampai kau malau mengajak ku berkencan sekarang?"ujar wanita itu dengan nada bicara yang menganggap seolah Slent takut dengan wanita tersebut. " Hahaha jika kau memang berniat seperti itu, di sebuah ruangan kau maksud kan saat kita sudah memasukinya aku akan melawan mu sampai kau bertekuk lutut di hadapan ku, dan perbuatan jahat mu bisa aku hentikan, dan tentu saja akan berakhir dengan sebuah kencan yang sangat aku ingin kan yang akan aku dapatkan. Kau salah orang jika menganggap ku seolah aku ini pengecut nona,"ujar Slent bicara seperti itu menjawab apa yang wanita tersebut ucapkan pada Slent dengan bercanda melawan apa yang wanita itu katakan, bahkan dengan bicara jika Slent bukanlah pengecut sampai tak berani dengan apa yang wanita itu katakan. " Hahaha ya baiklah jika seperti itu, sudah di putuskan aku tak keberatan dengan permintaan mu, dan ayo kita berkencan Kau bertanya mengenai ruangan tersebut, baiklah tentu aku akan membawa mu ke sana. Ayo bangkit lah aku pikir kau akan sangat senang melihat, apa lagi bisa merasakan kenyamanan yang bisa kau dapatkan disana tuanku. Maaf bukannya menganggap mu pengecut bahkan aku sampai setuju dengan apa yang kau pikirkan, jadi tentu saja aku tak bermaksud mengatakan jika kau pengecut,"ujar wanita tersebut dengan langsung saja menarik tangan Slent menyuruhnya untuk bangun, dan langsung pergi ke tempat yang wanita itu ingin tunjukan kepada Slent. Dan meminta maaf karena sepertinya sudah membuat Slent salah paham dengan perkataannya yang menyebut jika Slent pengecut. " Ya baiklah ayo, jika kau menyebutkan tentang ketenangan yang akan bisa lebih aku dapatkan aku tentu saja sangat ingin merasakannya. Haha ya tentu, tak apa-apa, tak usah meminta maaf, tenang saja aku mengerti jika sebenarnya kau tak bermaksud menyinggung ku,"ujar Slent bicara seperti itu kepada, lalu langsung saja memberikan pengertian mengenai perkataannya yang sedikit menyinggung Slent saat itu. Dan tak banyak bicara lagi wanita ini langsung saja menarik tangan Slent dengan langsung saja berjalan menuju ke tempat dimana wanita itu berkata tentang sebuah tempat yang sangat bisa membuat Slent mendapatkan ketenangan. Dan saat Slent terus saja mengikuti wanita ini, Slent di bawa ke lantai 3 dan di sebuah sudut ruangan ada pintu yang mengarah ke sebuah area luar ( balkon ) dari club tersebut. Dan dari dalam pun Slent sudah bisa mengira jika ruangan ini memang begitu spesial untuk Slent dimana Slent merasa sepertinya Slent memang sangat bisa mendapatkan ketenangan disana, saat Slent masih di dalam dan melihat ke bagian luar balkon tersebut Slent sudah melihat keindahan yang bisa terlihat di balkon tersebut, sampai saat itu Slent sudah merasakan kenyamanan, dan ketenangan di balkon tersebut. Club ini memang tak berada di bagian paling atas kota ini seperti tebing tersebut, tapi karena pemandangan tersebut berada di bagian paling bawah dari kota ini tentu saja bisa di lihat dengan jelas keindahan kota ini. Sampai saat itu Slent dengan tak sadar sudah berada di ujung bagian balkon tersebut, dengan menatap kosong terpesona dengan apa yang Slent lihat sekarang Slent, berdiam diri dengan terus saja menatap keindahan pemandangan kota tersebut dari balkon yang berada di lantai 3 club tersebut. Sampai saat itu Slent begitu terpesona dengan ketenangan, dan keindahan pemandangan kota tersebut sampai tak terasa jika waktu bergulir dengan cepat membuat wanita ini sedikit bosan, dan langsung saja mengatakan sesuatu kepada Slent yang terus saja melihat kosong, melamun terpesona dengan apa yang di lihatnya saat ini. " Kita sudah lebih dari 1 jam ada disini, dan aku sepertinya hanya menjadi patung disini, kau yakin jika kita sedang berkencan? Apa kau tahu bagaimana caranya berkencan?"ujar wanita itu, dan langsung saja bertanya mengenai Slent tahu caranya berkencan atau tidak dengan bicara sedikit kesal saat itu. " Oh ya maaf, aku begitu terpesona dengan apa yang aku lihat saat ini sehingga sehingga aku melupakan mu. Maaf jangan kesal seperti itu, sebagai tanda maaf kau aku akan mengajak mu makan malam sekarang, bagaimana? bisa kita pesan makanan, dan minum tapi tentu saja untuk di makan disini, sambil melihat pemandangan ini, karena sepertinya aku tak ingin melewatkan pemandangan yang luar biasa ini, tidak untuk saat ini. Dan aku yakin jika kau merasa lapar kan, karena lebih dari 1 jam kau hanya berdiam diri disini, tanpa melakukan apapun apa lagi makan, ayo pesan lah makanan tentu saja aku yang akan membayarnya, kau tak usah takut, aku yang ingin berkencan dengan mu tentu saja aku akan membayar mu,"ujar Slent bicara seperti itu dengan wajah yang di basahi oleh keringatnya saat itu, dan dengan gugup langsung saja bicara seperti itu mengajaknya untuk makan malam romantis disini sekarang untuk lebih menghormat kencannya saat itu, meskipun tentu saja ini hanya kencan pura-pura agar Slent bisa membuat Artner percaya jika Slent masih saja menikmati aktifitasnya sekarang, dan tak sampai curiga jika Slent memiliki rencana untuk meninggalkan dunia gelap ini, dan ingin hidup normal seperti kebanyakan orang lain di sini. Dan saat itu Slent berpikir, dan bicara dalam hatinya sendiri mengenai Slent yang sebenarnya kurang tertarik dengan kencannya bersama dengan wanita, karena dirinya lebih suka berdiam diri meskipun sendirian, sehingga tentu saja Slent malah berperilaku acuh saja kepada wanita itu meskipun ceritanya Slent ingin bersenang-senang berkencan dengan wanita, tapi kembali lagi ke awal rencana Slent jika Slent melakukan ini hanya untuk membuat Artner percaya dengan Slent yang tak sampai mengalami perubahan, dan tentu saja untuk membuat Artner berpikir lagi jika Slent memang masih menikmati kehidupannya ini. " Kau sepertinya memang tak berharap kepada orang lain kan? kau bisa mendapatkan ketenangan seperti ini, dengan tangan mu sendiri tanpa ada orang lain kan? aku bisa dengan mudah membaca pikiran mu karena kau begitu sangat menunjukan itu orang baru. Baiklah karena sebenarnya apa yang kau katakan tepat sekali, sepertinya aku akan langsung saja memesan makan, dan minum. Dan untuk mu, apa yang kau inginkan?"ujar wanita itu bicara seperti mengenai sifat Slent yang begitu mudah, dan begitu tepat wanita itu tebak. Tapi untunglah wanita itu, tak marah apa lagi merajuk, sehingga saat itu wanita tersebut setuju memesan makan untuk mereka makan malam romantis disini, agar yang katanya kencan bisa benar-benar seperti sedang berkencan. " Maaf aku begitu sangat menikmati ini karena jujur saja, saat aku datang ke kota ini aku begitu di suguhkan dengan sebuah pemandangan, suasana, dan kehidupan yang berbeda dari tempat asal ku yang hanya beraktifitas di dalam ruangan saja dan pertama aku datang kemari tak tahu apa yang terjadi pada ku, aku begitu mendapatkan hal yang berbeda, yang baru kali ini aku temukan, dan rasakan. Dan hal itu adalah semua keindahan, dan ketenangan ini. Kau bebas memesan, dan kau juga bisa tolong pesankan aku makanan apa saja yang menurut mu enak. Itu tak masalah kan?"ujar Slent bicara seperti itu kepada wanita tersebut menceritakan jika disini Slent mengalami hal yang luar biasa sangat berbeda dengan apa yang Slent dapatkan di tempat tinggalnya yang selalu berada di dalam ruangan yaitu bar Kller. Sampai Slent langsung saja bicara seperti itu kepada wanita itu mengenai apa yang Slent ingin makan saat ini. " Ya baiklah jika seperti itu orang baru, aku pikir penjelasan mu bisa aku terima. Dan ya tentu sepertinya aku tahu makanan apa yang cocok untuk mu,"ujar wanita itu dengan langsung saja memesan makanan lewat telepon yang terpasang di dekat pintu bagian dalam dari club itu. Dan wanita itu pun mendekati Slent yang saat itu terus saja berdiri di ujung bagian balkon tersebut, dengan kali Slent duduk di kursi yang ada di sana. Wanita ini langsung saja meletakan kedua tangannya di bahu Slent, dan seperti merangkul, dan memeluk Slent, dengan dirinya juga bertanya. " Apa kau yakin tak ingin melakukan apa-apa, orang baru?"ujar wanita tersebut yang berbicara tepat di hadapan mulut Slent saat itu, dengan dirinya yang hampir saja mencium Slent, dan waktu itu Slent hanya bisa berdiam diri tanpa melakukan apapun. Sampai saat itu perlahan bibir wanita itu akan mencium bibir Slent, secara perlahan wanita itu terus saja mendekatkan bibirnya sehingga sudah akan sampai mencium Slent, tapi tiba-tiba seseorang datang, yang membuat Slent kaget, karena malu Slent langsung saja melepaskan pelukan, dan rangkulan wanita tersebut dari Slent dan langsung kembali duduk di kursinya tersebut dengan saat itu orang yang datang adalah pelayan yang mengantarkan makanan pesanannya tadi. Tentu saja saat itu Slent langsung saja memakan makanan yang sudah di pesannya saat itu. Tanpa bicara apa-apa lagi Slent langsung saja fokus kepada makanannya saat itu, begitu pun dengan wanita itu yang juga langsung memakan makanannya saat itu. " Untung saja pengantar makanan datang disaat aku sudah benar-benar terpojok. Jika tidak aku pikir dia pasti sudah mencium ku tadi.Entah lah bagaimana dengan perasaan ku, tapi aku tak seperti Artner yang begitu terobsesi dengan wanita, sedikit saja dia melihat wanita sepertinya dia langsung saja ingin mengencaninya. Tapi tidak dengan ku, aku malah merasa b*******h sedikit pun, bahkan aku sepertinya lebih ingin menyendiri dari pada harus seperti ini. Tapi ya sudah lah, aku tak usah memikirkan hal itu lagi, disini tempat hiburan malam tentu saja semua wanita disini biasa melayani tamu yang datang ke club ini, wanita ini tentu sudah biasa dengan dirinya yang melayani pria, seperti aku,"ujar Slent dalam hatinya seperti itu berpikir mengenai wanita disini yang tentu saja sudah biasa melayani tamu disini termasuk Slent saat ini. " Aku tak yakin kau benar-benar ingin kencan, dan aku juga yakin jika sepertinya kau menghindar dari kencan yang biasanya terjadi di tempat seperti ini. Sebenarnya apa tujuan mu orang baru?"ujar wanita itu langsung saja bertanya seperti itu. " Oh maaf aku hanya merasa malu, dan merasa jika aku tak bisa melakukan hal yang lebih dari makan malam seperti ini. Ayo lah, makan malam tenang seperti ini saja tentu cukup kan sayang? aku tak biasa jika harus kencan dan berciuman apa lagi ada orang yang melihatnya. Huh aku tak bisa, dan sepertinya aku tak ingin melakukan itu. Ayo lah nona, sayang aku hanya ingin kau menemani ku kencan, seperti ini saja, kau tak keberatan dengan itu kan?"ujar Slent bicara seperti itu dengan memanggilnya sayang untuk merayunya saat itu Slent bicara seperti itu, mengatakan apa yang Slent inginkan saat ini. " Ya terserah kau saja anak baru, tapi jujur saja jika kau adalah orang pertama yang tak ingin aku layani, seperti kebanyakan pria yang datang kemari. Tapi itu terserah pada mu karena aku hanya peduli dengan bayaran yang akan kau berikan padaku setelah kau ingin kencan kita selesai orang baru,"ujar wanita itu berkata jika Slent orang pertama yang tak menginginkan banyak hal dari wanita tersebut sebagai pelayanan yang biasa dia berikan kepada pria lain. Lalu bicara jika dia hanya peduli dengan bayaran yang akan di terimanya setelah kencannya bersama Slent berakhir. " Ya bagus lah tenang saja aku akan bayar kau dengan harga yang tinggi, karena sudah menemani ku malam ini, dan yang paling penting adalah tempat dari mu yang luar biasa indah ini, aku akan bayar kerja mu ini dengan sangat tinggi nona tenang saja. Bagaimana dengan itu?"ujar Slent bicara seperti itu, lalu langsung saja memberikan wanita itu uang dengan di simpannya di meja makan. " Apa kau bercanda?"tanya wanita itu aneh. " Terima kasih atas pelayanan mu yang sangat memuaskan. Kau tak bercanda mengenai tempat yang kau katakan yang akan sangat membuat ku merasa tenang, dan mendapatkan kenyamanan dan ya kau sangat berhasil memberikan itu pada ku, jadi kenapa aku harus bercanda memberikan mu bayaran untuk kerja luar biasa mu ini? ayo ambil lah, aku harap kau bisa menemaniku berkencan kembali jika aku inginkan itu, tapi tentu saja kencan biasa seperti ini saja, ketenangan adalah hal utama yang aku cari,"ujar Slent bicara seperti itu kepada wanita tersebut dengan menyuruhnya mengambil uang yang di berikan Slent kepada nya saat itu. " Terima kasih tuan, terima kasih. Ini adalah hari ku yang sangat beruntung bisa bertemu dengan mu dan bisa melayani mu setulus hati ku, sampai kau memberikan ku bayaran yang sangat besar seperti ini yang lebih dari sangat cukup untuk ku. Terima kasih tuan,"ujar wanita tersebut beberapa kali berterima kasih kepada Slent yang sudah sangat baik memberikan bayaran yang luar biasa sangat cukup kepada wanita tersebut padahal kencan yang Slent maksudkan hanya sebatas makan malam romantis, dan tak melakukan apa-apa lagi. Dengan sangat semangat, dan sangat bahagia dengan apa yang wanita itu dapatkan dari Slent wanita itu sampai memanggil Slent dengan kata tuan. " Hahaha kau berlebihan, tenang saja kau berhak menerima itu semua karena pelayanan mu yang sangat baik, aku pun berterima kasih padamu. Dan maaf jika aku boleh katakan jika sekarang kita masih berkencan, tapi kenapa kau menyebut ku dengan nama tuan? aku pikir itu bukan panggilan, atau kata yang tepat untuk di gunakan dalam keadaan berkencan seperti ini. Benarkan?"ujar Slent berterima kasih kembali karena pelayanan yang sungguh luar biasa yang di berikan wanita itu pada Slent sampai Slent begitu mendapatkan hal yang sangat Slent inginkan malam ini. Lalu bicara mengenai wanita tersebut yang sepertinya kurang tepat jika terus memanggil Slent dengan kata tuan di saat mereka yang masih berkencan malam ini. " Oh maaf tuan aku begitu malu karena kau begitu spesial sampai kau dengan sangat mudah, dan baik memberikan ku bayaran yang luar biasa besar kepada ku. Jujur saja jika ini adalah kali pertama aku mendapatkan bayaran yang sangat besar dari kerja ku menjadi pelayan tamu yang datang kemari tuan. Orang lain sulit sekali memberikan ku bayaran sebesar ini, jangankan sebesar ini kadang mereka memberikan bayaran yang pas dengan sedikit mengomentari ku dengan kata-kata yang kurang enak di dengar, tapi kau," " Sudah lah itu hal yang pantas, dan setimpal dengan apa yang kau lakukan, dan kerjakan sekarang, tak apa-apa terima lah. Dan aku harap kau tak lagi memanggil ku tuan, karena ayo lah kenapa kau harus memanggil ku tuan di saat kita berkencan malam ini, panggil aku dengan sebutan mesra, sayang, atau honey mungkin haha. Aku hanya bercanda panggil saja aku sayang, dan jika sampai teman ku ada di sini, atau sedang ada di dekat ku kau wajib memanggil ku dengan kata sayang. Kau paham kan?"ujar Slent dengan memotong pembicaraan wanita tersebut, dan langsung saja bicara seperti itu kepada wanita tersebut dengan memberi tahukan kepadanya jika lebih baik dia memanggil Slent dengan kata sayang karena mereka masih dalam situasi kencan saat ini, dan tentu saja mengatakan jika saat teman Slent sedang ada wanita ini wajib memanggil Slent dengan kata sayang. " Ya baiklah tuan, maksud ku sayang terima kasih atas semuanya. Aku paham,"jawab wanita tersebut sambil sedikit menunduk malu. " Ya bagus lah, sekarang aku pikir aku masih ingin memandangi indahnya kota ini, dan merasakan ketenangan kota ini lagi. Kau mau pul ( Slent melihat ke arah pintu saat itu, dan tepat sekali di saat Artner sedang ada di sana ) peluk aku. Cepat,"ujar Slent bicara seperti itu kepada wanita itu setelah saat itu Slent kebetulan melihat ke arah pintu, dan terlihat jika Artner baru saja masuk ke dalam ruangan lantai 3 ini, dan sepertinya akan kembali keluar menghampiri Slent yang saat ini ada di balkon lantai 3 club ini, sampai Slent langsung saja menyuruh agar wanita ini langsung memeluk Slent saat itu. Dan dengan sedikit kaget wanita tersebut langsung saja memeluk Slent seperti apa yang di katakan Slent barusan. Meskipun merasa sedikit kaget karena Slent yang meminta wanita itu memeluk Slent secara tiba-tiba, dan tergesa-gesa tapi wanita tersebut bisa dengan sangat mesra memeluk Slent saat itu. Sampai Artner langsung saja bertepuk tangan dengan dirinya yang tersenyum melihat apa yang sedang Slent lakukan dengan wanita tersebut. " Hahaha aku sangat menyukai pemandangan ini Slent kau sepertinya sudah mematahkan perkiraan ku yang menganggap mu sudah bosan dengan cara kita bersenang-senang dengan apa yang kau lakukan ini Slent. Di balkon club yang dingin seperti ini tentu saja yang kau lakukan sangat lah tepat Slent, aku pikir dinginnya malam ini tak akan bisa mengalahkan hangatnya pelukan mesra yang kalian lakukan ini kan hahaha,"ujar Artner dengan tangannya yang masih saja bertepuk, bicara hal seperti itu kepada Slent dengan tersenyum bicara hal seperti itu kepada Slent. " Haha kau ini bisa saja, aku hanya menikmati kehangatan tubuhnya saja di malam yang dingin ini Artner, aku pikir barusan kita sudah makan malam romantis, dan melakukan hal yang lumayan membuat kita bahagia, dan tentu saja berpelukan dengan mesra akan membuat kita menjadi saling menikmati momen indah bersama saat ini Artner. Tapi tentu saja kencan mu dan wanita tadi lebih hangat di bandingkan dengan aku kan Artner, bagaimana hasilnya? kau sangat menikmatinya, menikmati malam ini Artner?"dengan langsung saja melepaskan pelukannya kepada wanita itu berpura-pura kaget dengan Artner yang tiba-tiba datang, Slent langsung saja bicara hal seperti itu. Dan bertanya mengenai kencan Artner saat itu. " Hahaha aku senang kau bisa kembali merasakan kebahagiaan bersama ku lagi Slent karena jujur saja jika kita sudah lama tak bersenang-senang bersama seperti ini Slent. Mungkin kita sibuk, atau mungkin kita lupa mengenai bagaimana caranya kita bersenang-senang hahaha. Tapi aku pikir tak mungkin jika kita lupa caranya bersenang-senang Slent karena ini saja kita sudah bersenang-senang bersama kan Slent hahaha. Dan mengenai hal itu aku pikir ya kau tahu bagaimana aku Slent, tak mungkin ads yang aku lupakan untuk menikmati teman kencan ku, tak ada satu pun yang terlewatkan Slent hahaha,"ujar Artner bicara seperti itu mengenai dirinya, dan Slent yang sepertinya sudah lama tak bersenang-senang bersama karena mungkin mereka yang di sibukan dengan tugas mereka, dan sekarang akhirnya bisa merasakan kembali bersenang-senang bersama lagi. Lalu menjawab dengan sangat antusias, dan semangat mengenai Artner yang tentu saja tak akan sampai melewatkan hal sekecil apapun saat dirinya berkencan dengan pasangannya saat itu. " Hahaha aku pikir kebiasaan mu tak berubah kan Artner, kau begitu pintar memanfaatkan keadaan sampai tentu saja dengan hal yang sangat penting seperti ini, kau tak mungkin bisa sampai lupa dengan kebiasaan mu menikmati kencan mu kan Artner?"ujar Slent kembali bertanya kepada Artner dengan tentu saja bercanda kembali mengatakan mengenai Artner yang tentu saja pintar dalam memanfaatkan keadaan saat itu. " Hahaha ya kau benar Slent, mengenai hal ini kau sangat benar, tentu saja aku tak akan pernah lupa dengan cara ku untuk menikmati kencan ku Slent. Dan aku lihat kau juga sangat menikmati kencan mu kan Slent? bagaimana apa kita akan lanjutkan untuk malam ini Slent, kau masih siap?"ujar Artner menjawab, dengan bicara mengenai dirinya yang melihat juga sangat menikmati kencan yang Slent lakukan malam ini, lalu bertanya mengenai kelanjutan untuk malam ini. " Hahaha bagus lah Slent pertahankan itu, kau akan membutuhkannya. Dan ya seperti yang kau lihat tadi Artner, lebih dari menikmatinya, dan tentu saja aku sudah sangat merasa bahagia dengan hiburan yang kita dapatkan sekarang Artner. Untuk malam ini ayo lah Artner, tapi kita memiliki pekerjaan yang penting besok, kita masih harus fokus terhadap masalah ini karena kita masih belum bisa mendapatkan sebuah petunjuk mengenai, ya kau tau lah. Sepertinya kita harus bicara serius sekarang kan Artner? baiklah dan untuk mu terima kasih, lain kali aku akan memanggil mu lagi jika aku inginkan itu, sekarang pergi lah,"ujar Slent bicara seperti itu kepada Slent menjawab pertanyaannya yang menyinggung kencannya malam ini. Dan bicara seperti itu kepada Artner, untuk bicara serius berdua saat ini, dengan langsung saja menyuruh wanita itu pergi. " Oh ya tentu Slent aku pikir aku terlalu bersemangat karena bisa seperti ini lagi dengan mu, tapi baiklah sepertinya apa yang kau katakan benar Slent, besok tentu akan kembali menjadi hari dimana kita sibuk untuk melakukan tugas kita lagi. Ayo kita duduk saja, sambil sepertinya aku belum sempat menceritakan apa yang aku temukan di kawasan mu mengintai target hari ini, karena tadi aku terlalu fokus ke waktu untuk kita mencari hiburan, baiklah Slent sekarang aku akan menceritakan apa yang aku dapatkan mengenai tugas ku hari tadi. Dan seperti yang kau alami, dan dapatkan aku juga tak mendapatkan hasil bagus Slent. Tak ada yang aneh, dan tak ada hal yang menunjukan jika target ada disana kita mendapatkan hasil buruk untuk hal ini beberapa hari ini, bagaimana menurut ku mengenai usaha kita ini Slent? maksud ku apa kau memiliki. rencana lain? yang mungkin saja bisa kita lakukan untuk bisa lebih berusaha dalam usaha ini, agar kita bisa secepatnya menemukan target?"ucap Artner dengan langsung saja bicara seperti itu kepada Slent, dan bertanya mengenai sebuah rencana yang tentu saja bisa di usahakan nya agar bisa menemukan target dengan lebih cepat. " Aku pun sama dengan mu Artner mendapatkan hasil yang buruk, mengenai itu tunggu sebentar, aku memiliki sedikit kecurigaan mengenai target, yang ingin aku tanyakan padamu apa mungkin jika target melakukan penyamaran, maksud ku apa target sangat protect dengan dirinya sendiri sehingga dia bersikap seolah dia tak ingin di ketahui aktifitasnya oleh siapapun Artner? bukan berpikir terlalu jauh, tapi aku pikir itu adalah hal yang mungkin di lakukan target kan Artner? seperti pria tadi yang berhasil menipuku, saat aku lihat dia di dalam mobil begitu mirip dengan foto yang Kller berikan kepada kita, tapi saat aku bisa melihatnya dengan jelas pria itu berbeda, jauh dari target. Aku jadi berpikir seperti itu Slent bagaimana menurut mu? Dan untuk rencana yang lain, aku pikir kita belum bisa memutuskan lagi untuk saat ini Artner, maaf tapi sekarang aku malah memikirkan mengenai penyamaran yang bisa saja di lakukan oleh target Slent, dan yang membuat aku sangat memikirkan itu tentu saja hal tadi yang aku alami di area golf Artner, aku tak percaya begitu saja jika aku bisa di tipu dengan sangat mudah seperti itu. Kau ingat aku tentu bukan orang pikun, dan jujur saja aku sangat mengingat foto target yang Kller tunjukan pada kita, dan sekarang masih kau simpan kan? pria tadi yang aku lihat benar-benar sama dengan target Artner, tapi begitu aku melihatnya dengan lebih jelas sampai membuatkan rekaman video mengenai pria tersebut, dia seperti berubah dari pria yang aku lihat sebelumnya Artner,"ujar Slent berkata seperti itu mengenai rencananya yang mengalami kegagalan malam ini, lalu menjawab pertanyaan Artner mengenai rencana baru yang bisa di lakukan nya saat ini agar bisa lebih cepat menemukan target. Tapi di samping itu Slent menceritakan apa yang sebenarnya slent pikirkan mengenai dirinya yang berpikir keras tentang kejadian tadi yang membuat Slent dengan sangat mudah tertipu oleh pria tersebut, yang Slent bahas adalah tentu saja mengenai target yang di curigai Slent sengaja menyamar untuk mengelabui orang kain termasuk Slent. " Aku pikir apa yang kau katakan bisa saja terjadi Slent, tapi aku tak yakin jika itu benar terjadi, maksud ku jika memang pria itu menyamar untuk mengelabui semua orang karena dia tak ingin aktifitasnya bisa di ketahui oleh orang lain, aku pikir dimana dia bisa melakukan penyamaran Slent? dan jika sampai pria itu memang melalukan penyamaran aku pikir pria itu tentu saja mengetahui, dan mencurigai mengenai orang yang memang sedang mengintainya dirinya? seperti itu maksud mu? karena aku pikir untuk apa pria itu melakukan penyamaran, jika dia tak curigai aktifitasnya sedang di buntuti orang, mudahnya adalah dia memang benar menyadari jika seseoarang sedang mencoba mengintainya, menyadari jika dirinya sedang dalam pengawasan orang. Seperti itu kan Slent?"ujar Artner menjelaskan situasinya sekarang ini. " Itu hal yang tentu saja belum bisa aku pastikan Artner, itu berarti tugas kita semakin banyak Artner kita harus bisa memastikan apa yang kita pikirkan ini,"ujar Slent bicara seperti itu kepada Artner yang membicarakan tentang penyamaran.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD