Mudah Tapi Aneh Dengan Rencana Yang Slent Pikirkan Bisa Berhasil.

4313 Words
Slent sudah sampai di bar, dan sudah memutuskan untuk menyimpan saja barang Slent di motor sehingga saat itu Slent tinggal langsung mencari dimana Kller berada, dan tentu saja menghampirinya saat ini. Dan tanpa hambatan Slent langsung saja mencari Kller di ruangannya yang tentu saja saat itu Kller sedang bersantai kembali, karena hari ini masih terbilang pagi, belum terlalu siang dimana kebiasaan Kller yaitu selalu berdiam diri di ruangan pribadinya untuk bersantai. Dan saat Slent sampai di ruangan pribadinya Slent langsung di hadapkan dengan 2 penjaga pintu yang selalu ada di depan pintu ruang pribadi Kller saat itu sampai Slent langsung saja bicara saat itu. " Aku ingin bertemu dengan bos, tadi dia," " Bos Slent sudah di sini,"ujar penjaga pintu ruang Kller bicara seperti itu menelepon Kller, dengan langsung saja memotong perkataan Slent saat itu. Dan saat itu terdengar jika Kller berkata untuk menyuruh Slent masuk, tanpa bicara apa-apa lagi tentu saja Slent langsung di bukakan pintu masuk oleh penjaga ruang Slent saat itu. " Bagus lah Slent kau sudah disini, aku mendengar dari Artner jika kau mengalami penurunan kesehatan Slent, kesehatan mu drop dan langsung membuat mu jadi tak bisa beraktifitas seperti biasa Slent. Aku bisa melihat nya langsung sendiri, dan kau sepertinya masih dengan keadaan mu yang tidak baik Slent bisa aku lihat dari mata mu yang merah menyala, dan berair itu. Jadi aku pikir sepertinya untuk misi ini, aku tak terlalu mengandalkan mu sekarang Slent, aku akan biarkan Artner saja yang mengurus mengenai misi ini. Dan untuk mu lebih baik kau sembuhkan lah dulu dirimu, setelah kau merasa sembuh dan siap kembali untuk melakukan misi disini kau bisa kembali. Sebenarnya ini membuat ku sangat kecewa Slent ini misi yang sangat penting, dan sangat menguntungkan untuk ku tapi dalam misi yang sangat penting seperti ini kau malah mengalami kondisi yang buruk Slent, memang ini tak terduga tapi aku pikir kau kau bisa mencegah ini semua dengan kau yang menjaga kondisi mu kan Slent,"ujar Kller bicara langsung saja kepada inti dari apa yang ingin Klle katakan pada Slent saat itu dengan mengatakan kekecewaan yang sebenarnya Kller rasakan dari Slent yang malah mengalami penurunan kesehatan di saat Slent sangat di butuhkan karena sedang menjalankan misi yang sangat penting dari Kller saat ini, bahkan menyuruh Slent pergi saja dulu untuk menyembuhkan sakit yang Slent alami saat ini. " Maafkan aku bos aku tak bisa menjaga kondisi fisik ku sehingga ku malah seperti ini. Tapi untuk itu, karena kau sudah merasa kecewa karena kondisi fisik ku yang malah drop aku pikir aku bisa pergi, dan tak perlu kembali lagi jika kau tak inginkan aku lagi bos, aku akan keluar saja dari misi ini, dan mengundurkan diri menjadi anak buah mu bos. Tak apa, aku siap menerima konsequensi berat dari kesalahan yang sudah aku perbuat ini, dengan begitu sepertinya aku tak akan mengecewakan mu lagi. Aku tahu ini misi yang sangat penting, dan aku malah seperti ini aku pikir kesalahan ku ini fatal bos maafkan aku, kau bisa memecat ku saja,"ujar Slent bicara seperti itu, mengerti dengan apa yang Kller katakan dengan kekecewaan yang Kller dapatkan dari Slent yang malah harus mengalami sakit disaat situasi yang sangat penting ini, sampai Slent langsung saja bicara mengenai pemecatan dirinya agar Slent tak menghambat apa yang Kller rencanakan dalam misinya ini. " Jadi seperti itu? bagus lah jika kau mengerti jika apa yang kau lakukan ini memang sudah sangat membuat ku kecewa Slent, kau tak pernah membuat ku kecewa sebelumnya Slent, kau bahkan selalu dengan sangat baik, dan bisa sangat diandalkan dalam setiap misi yang aku berikan padamu, tapi kenapa dengan saat ini Slent, kau pertama membuat ku kecewa tapi di situasi yang sangat penting yang sepertinya kekecewaan ku harus kau ganti dengan harga yang mahal Slent, dan kau benar jika kesalahan mu ini adalah kesalahan yang fatal Slent. Tidak mudah untuk mengeluarkan mu Slent kau sudah sangat tahu mengenai bisnis ku, jadi kau tak bisa dengan mudah keluar dari sini ( dengan sangat tajam Kller menatap Slent saat itu ). Kau silahkan keluar, mulai detik ini kau bukan lagi bagian dari kami, dan bisnis ku ini, tapi ingat Slent jika sampai 1 kata saja, satu orang saja yang mengetahui mengenai bisnis ini dari mu, kau dalam bahaya, sangat dalam bahaya Slent. Pergi lah, jangan pernah tunjukan wajah mu lagi di hadapanku,"ujar Kller saat itu bicara jika apa yang Slent buat sekarang sudah sangat membuat Kller kecewa, sehingga Kller kehilangan respect dan kehilangan kepercayaan kepada Slent saat itu, dan dengan sangat tegas bahkan bernada ancaman Kller langsung saja bicara seperti itu kepada Slent. Dan dengan sangat tegas mengusir Slent saat itu. " Aku tak akan menjadi pengkhianat dalam bisnis ini bos meskipun aku bukan bagian dari bisnis ini lagi tapi aku tak akan sampai menjadi pengkhianat apa lagi menjadi ancaman untuk bisnis ini, dan untuk mu bos. Aku tak bermaksud buruk jika memang kau mengusir ku sekarang. Ya aku pergi,"ujar Slent dengan sangat yakin bicara seperti itu kepada Kller saat itu. " Penjaga keluarkan orang tak penting ini dari ruangan ku,"ujar Kller dengan sangat yakin bicara seperti itu kepada penjaga dan langsung saja dengan keras mengusir Slent saat itu. Dan tentu saja tanpa bicara apa-apa lagi Slent langsung saja di usir oleh penjaga Kller yang saat itu di panggilnya. Tanpa berpikir apa-apa lagi Slent langsung saja pergi dari bar saat itu, di setiap lorong, dan jalan banyak orang yang melihat Slent saat itu, dengan tatapan tajam semua anak buah Kller, mantan teman-teman Slent selama bekerja bersama Slent menatap begitu tajam kepada Slent saat itu, seperti sudah sangat jijik dengan Slent saat itu, bahkan ada orang yang yang melempar Slent dengan popcorn saat itu, dan ada juga yang berkata saat itu. " Jika kau menjadi ancaman, kau tak akan bisa lari, apa lagi kau bersembunyi sampai ujung dunia pun kami akan mencari mu,"ujar seorang pria dengan melemparkan sebuah popcorn terhadap Slent saat itu. Dan tentu saja jiwa penjahat Slent muncul saat itu sampai Slent sangat ingin menghajar pria tersebut, dengan sudah mengepalkan tangan Slent sangat geram, tapi untung lah Slent saat itu bisa menahan diri nya, dan berpikir jika Slent tak ingin malah membuat masalah disini, Slent sudah mendapatkan apa yang Slent inginkan, rencana Slent sudah berhasil jadi tak ada alasan untuk Slent marah, kesal dengan perlakuannya saat ini, dalam kebahagiaan yang Slent sedang rasakan saat ini. Sampai tanpa menjawab, apa lagi membalas perlakuan kurang ajar mereka Slent langsung saja pergi keluar dari bar tersebut, meskipun di sepanjang lorong Slent mengalami perlakuan yang tak baik dari mantan partner kerja nya saat itu. Tapi tentu saja saat itu Slent tak menghiraukan apa yang mereka lakukan kepada Slent saat itu, yang terpenting sekarang adalah Slent bisa bebas dari apa yang sudah menjadi hambatan bagi Slent untuk berubah menjadi orang yang lebih baik saat ini, sampai tentu saja Slent bisa keluar dari bar tersebut, tanpa ada hal yang menghambat Slent untuk keluar dari bar tersebut. Tapi saat ini Slent menyewa motor yang di pakai nya untuk menempuh perjalanan dari kota dimana misi berada, untuk datang ke bar ini sehingga tentu saja Slent mau tidak mau harus kembali ke kota tersebut saat itu. Dan untungnya Slent sudah membawa barang-barangnya dari hotel sehingga tentu saja Slent tak punya urusan lagi dengan hotel tersebut saat itu. " Entah feeling atau apa tapi syukurlah aku sudah membawa semua barang, dan peralatan ku jadi di hotel itu aku tak memiliki barang yang harus aku ambil sekarang, hanya saja aku harus mengembalikan motor ini ke kota tersebut saat ini. Tapi mungkin aku akan merindukan suasana balkon di kamar hotel ku yang begitu bisa membuat ku sangat tenang. Ah sudahlah lebih baik sekarang aku mengembalikan saja dulu motor ini, untuk hal selanjutnya aku pikir bisa aku pikirkan nanti,"ujar Slent bicara seperti itu dalam hatinya sendiri dengan sejenak melamun memikirkan jika Slent sepertinya akan merindukan balkon kamarnya yang begitu bisa membuat Slent tenang, sampai Slent mengalihkan perhatian nya saat itu untuk langsung saja pergi ke kota tersebut untuk mengembalikan motor ini saat itu. Dan sudah di putuskan tentu saja Slent langsung saja memacu kendaraannya untuk pergi kembali ke kota tersebut mengembalikan motor yang di pakainya ini ke tempatnya menyewa motor tersebut. Dengan cepat tentu saja Slent langsung saja pergi ke kota tersebut. Singkat cerita Slent sudah setengah jalan menuju kota tersebut, tapi karena merasa sedikit lelah Slent memutuskan untuk beristirahat saja dulu di sebuah toko minuman yang saat itu terlihat cukup ramai, karena tempatnya yang bagus, dan suasana nya juga baik tentu saja tempat itu menjadi ramai dikunjungi oleh anak remaja saat itu. Sampai Slent langsung masuk saja ke tempat minum tersebut, memesan beberapa minuman dingin untuk menemaninya melepas penat saat itu, karena waktu Slent menyewa motor tersebut sampai malam hari tentu saja Slent memanfaatkan dulu waktu itu selagi motornya masih bisa di pakai tiba-tiba Slent memiliki pikiran selama motor tersebut masih bisa Slent gunakan tentu saja Slent berpikir untuk berkeliling tempat, termasuk berkeliling di kota tersebut dulu saat ini. Dan saat ini tentu saja Slent langsung saja menikmati dulu waktunya untuk bersantai disana, dan kebetulan sekali di tempat minum ini juga tersedia tempat minum diluar ruangan, dan terletak di balkon tempat ini. Tak ada yang ingin duduk disana ( balkon ) saat ini, karena hari sudah mulai siang, tepat tengah hari sehingga tentu saja di balkon sangat panas, meskipun tentu saja di tutupi oleh payung, tapi tempat tersebut tak ramai di kunjungi sekarang dan oranh-orang lebih tertarik untuk minum, dan makan disana saat hari sudah mulai sore, menjelang malam karena disaat itu lah pemandangan, suasana, dan cuaca disana terasa begitu indah, dan menyegarkan. Tapi Slent tentu tak menghiraukan itu, dan Slent tetap ingin menikmati suasana di balkon tempat ini saat itu, sehingga tentu saja Slent langsung pergi ke balkon tempat tersebut saat itu. " Tak terlalu buruk ( panas ), disini tersedia tempat duduk yang melindungi kita dari sinar matahari langsung, lalu kenapa harus takut kepanasan? ya sudahlah aku lebih baik langsung duduk saja di salah satu tempat ini. Tempat ini luas juga, dan tentu saja sangat bagus. Karena ini sudah mulai bukan terletak di tengah kota jadi suasana disini tentu saja sejuk, dan kembali dengan apa yang aku sukai, disini juga menyajikan pemandangan langsung hamparan luas tanah yang masih hijau di penuhi dengan pepohonan, syukur lah sepertinya sekarang ini aku tak sulit jika ingin mendapatkan ketenangan dalam diri ku sendiri. Jujur saja entah kenapa saat aku mulai merasakan, dan berpikir ingin berhenti menjadi anak buah Kller dan berhenti menjadi seorang penjahat, sikap ku menjadi berubah drastis maksud dari mulai aku yang sekarang menjadi pendiam, dan lebih suka menyendiri karena dengan sendiri aku sangat bisa mendapatkan ketenangan, dan dengan ketenangan yang aku dapatkan itu aku bisa merasa bahagia apa yang aku cari, cukup dengan seperti ini saja tenang tanpa adanya yang banyak bicara, atau sebuah tuntutan untuk ku melakukan sesuatu. Dan jujur saja jika sebenarnya banyak perubahan yang sudah aku alami, terutama mengenai pikiran, dan perasaan ku yang sekarang begitu ingin sendiri, tenang tanpa adanya hal lain yang bisa menganggu ku. Dan seperti apa yang aku sedang nikmati sekarang, aku sangatlah menginginkan ini, aku sangat mengharapkan ini,"ujar Slent berkata dalam hatinya sendiri saat itu, dengan apa yang Slent bisa dapatkan di tempat itu Slent kembali melamunkan tentang dirinya yang memang mengalami perubahan yang sangat drastis. Dan sekarang menjadi sangat ingin menyendiri, menikmati apa yang di sajikan sebuah alam, yaitu ketenangan. Dan tanpa melakukan apapun Slent hanya melamun, berdiam diri dengan tenang, dan dengan hati, dan pikiran yang sangat bebas, tanpa ada sebuah beban pikiran dalam diri Slent sekarang. Slent hanya diam, terlelap dalam lamunannya saat itu dengan memandangi hamparan alam luas yang ada di hadapannya saat ini, dengan tersenyum Slent mendapatkan begitu banyak ketenangan saat itu. " Setelah aku bisa bicarakan ini kepada Kller dan sekarang aku resmi bebas dari Kller aku merasa sangat bahagia, dan bebas. Mungkin apa yang menjadi pikiran, dan rencana ku saat itu memang benar sehingga sekarang aku merasa sangat bebas, dan bahagia setelah bisa mewujudkan apa yang aku rencanakan. Aku tinggal terus memperbaiki hidup ku, dan meneruskan kebaikan apa yang masih ada dalam diriku, seperti yang di katakan oleh wanita yang ada dalam mimpi ku itu, aku harus meneruskan kebaikan dalam diri ku saat ini,"Slent kembali bicara dalam hatinya sendiri mengenai Slent yang saat ini merasa sangat senang, dan tenang dengan apa yang sudah Slent bisa lakukan mengenai dirinya yang sudah mengundurkan diri dari Kller dan bersyukur dengan perasaan bahagia yang Slent dapatkan saat ini karena sepertinya keputusan Slent yang memang tepat sehingga bisa membuat Slent bisa merasa sangat bebas, dan tanpa beban saat sekarang ini, dan siap untuk memperbaiki dirinya untuk bisa terus berbuat kebaikan seperti apa yang wanita dalam mimpi Slent katakan beberapa waktu lalu. Slent yang saat itu terus saja terlelap dalam lamunan bahagianya, terus memikirkan apa yang Slent dapatkan sebelum bisa bicara mengundurkan diri kepada Kller saat itu dan yang paling Slent pikirkan sekarang adalah mengenai perkataan yang wanita itu katakan, begitu terasa nyata dan sangat seperti memberikan Slent tanda jika apa yang Slent rencanakan, dan pikirkan untuk keluar menjadi anak buah Kller saat itu adalah hal yang benar, bukan hanya 1 kali tapi Slent mengalami pertanda itu beberapa kali sehingga Slent menjadi sangat yakin jika apa yang Slent pikirkan adalah hal yang benar, dan akhirnya ini lah hasil ya, Slent benar-benar melakukan apa yang Slent pikirkan, dan rencanakan dan Slent memetik hasil yang sangat baik dari apa yang Slent lakukan tersebut. Seperti sekarang saat Slent sudah berhasil bicara dengan Kller mengenai dirinya yang memutuskan untuk keluar, tak ada rasa kecewa, atau penyesalan yang Slent rasakan saat ini, meskipun saat Slent membicarakan keputusannya untuk keluar dari bagian anak buah Kller sempat mendapatkan kecaman, dan peringatan keras dari Kller, dan anak buah Kller yang lain, tapi Slent tak peduli mengenai itu, dan terus saja fokus terhadap apa yang menjadi rencana Slent saat itu, dan hasil dari keteguhan hati Slent, dan keyakinan Slent itu Slent mendapatkan hasil yang luar biasa sangat baik, sehingga tentu saja Slent tak merasakan penyesalan dalam hatinya setelah mengundurkan diri menjadi anak buah Kller saat itu. Sampai saat itu tak terasa jika Slent sudah menghabiskan waktu yang lama berada disana, sampai tiba-tiba hari pun sudah mulai sore, dan matahari yang tadinya bersinar sangat terang di siang hari, sekarang matahari sudah mulai turun dan sebentar lagi matahari akan benar-benar terbenam, dan saat Slent terus saja memperhatikan hari itu Slent juga tak sadar jika saat itu tempat yang Slent datangi sudah mulai ramai di kunjungi oleh orang-orang yang berkencan dengan pacar, dan keluarganya saat itu. " Ternyata ini juga tempat yang luar biasa ramai, jika sudah sore seperti ini. Tapi itu hal yang biasa jika disini, ramai karena tempat ini tak kalah menarik dengan tebing yang ada di dekat hotel itu, bahkan sepertinya tempat ini aku kira lebih enak, dan lebih bisa memanjakan pengunjung yang datang kemari, selain menyajikan pemandangan dan suasana yang menarik disini juga tempat makan, dan minum seperti restoran, hanya saja disini tempatnya lebih menyajikan ke sebuah pemandangan, bukan makan, dan minum. Tapi aku pikir ini akan menjadi tempat favorit ku karena disini jauh lebih baik dari pada di kamar hotel ku. Oh ya aku baru ingat aku keluar menjadi anak buah Kller itu berarti aset ku, di tarik oleh Slent termasuk kamar ku di hotel tersebut tentu saja aku harus menyewa tempat tinggal lain saat ini, dan untuk itu sepertinya aku membutuhkan motor ini terus sampai aku bisa mendapatkan tempat tinggal yang baru. Ya sudah lah ini belum malam juga waktu masih panjang, jarang aku bisa menikmati suasana seperti ini, sepertinya aku sekarang akan terus saja menikmati suasana ini terlebih dahulu sebelum aku pergi untuk menyelesaikan permasalahan ku yang lain nya,"ujar Slent bicaran seperti itu mengatakan jika dirinya sangatlah tepat memutuskan hal seperti ini dalam hidupnya saat ini, dan tanpa memikirkan hal apapun lagi Slent langsung saja berpikir untuk terus menikmati saja apa yang Slent dapatkan saat ini, dan akan membereskan urusannya yang lain setelah ini seperti akan mencari tempat tinggal lain tentunya karena Slent mengundurkan diri menjadi anak buah Kller kamar hotel pun tentu saja langsung di cabut oleh Kller, sehingga saat ini Slent tak mempunyai tempat tinggal dan harus mencari tempat nya tinggal mandiri saat ini. Tapi seperti apa yang Slent katakan tadi jika waktu masih cukup panjang, dan tentu saja Slent masih bisa bersantai disini sebelum nanti Slent akan pergi untuk menyelesaikan masalahnya yang lain seperti mencari tempatnya tinggal saat itu. Dengan Slent yang masih saja berdiri di ujung tempat makan ini sehingga Slent bisa dengan jelas menikmati pemandangan, dan suasana yang amat sangat indah, dan menyegarkan ini Slent kembali mengingat apa yang wanita dalam mimpi Slent katakan. " Jika kau tak salah langkah, maka kita akan bertemu suatu saat nanti," Slent memikirkan perkataan wanita tersebut yang menurut Slent masih lah sangat langka, dam sangat tak bisa di mengerti oleh Slent, karena dengan tiba-tiba wanita tersebut bisa bicara seperti itu kepada Slent yang tentu saja Slent tak tahu siapa wanita itu. " Kenapa dia bisa bicara seperti itu? apa maksudnya? apa jodoh ku, sampai dia bisa bicara jika aku tak salah langkah maka aku, dan dia akan bertemu. Jika dia memanglah jodohku, kenapa tiba-tiba dia bisa datang dalam mimpiku, dan dengan wajah yang tak aku kenal. Jika dia memang jodoh ku seharusnya wanita itu, adalah wanita yang aku kenal, tapi ya sudahlah sepertinya ini bukan waktunya aku memikirkan hal itu, aku memiliki tugas yang lebih penting sekarang, dengan aku yang memulai hidup yang baru, dan tentu saja semuanya akan baru dari mulai tempat tinggal, lalu aku juga tentu saja membutuhkan pekerjaan karena memang saat ini aku memegang uang yang cukup banyak, tapi jika aku hanya memakai uang yang aku punya ini, tanpa mencarinya kembali tentu saja aku tak akan bisa terus hidup karena uang ku akan habis, dan aku tak memiliki pekerjaan. Dan tentu saja sekarang ini aku harus mencari pekerjaan agar hidup ku bisa terus mengalami perubahan menuju Slent yang baik, dan lebih baik lagi. Dan pikiran ku yang pertama sekarang adalah rumah, uang ku tak akan cukup jika aku langsung membeli rumah jadi sepertinya aku harus menyewa rumah untuk tempat tinggal ku sementara saat ini,"Slent memikirkan wanita tersebut yang tiba-tiba bicara seperti itu padahal wanita tersebut tak Slent kenal, tapi dengan sangat jelas, dan tiba-tiba wanita itu bisa bicara seperti itu kepada Slent saat itu sehingga tentu saja Slent memiliki pertanyaan besar siapa, dan apa maksud dari wanita tersebut lalu karena Slent memiliki pikiran yang lebih penting dari itu mengenai hidupnya yang di mulai Slent dari 0 lagi tentu saja Slent memikirkan yang lebih penting tersebut saja dulu sebelum Slent memikirkan hal tersebut lagi saat ini. Dan untuk sekarang Slent pikir lebih baik Slent menyudahi saja dulu apa yang Slent nikmati saat ini, dan berpikir untuk melanjutkan apa yang menjadi pikirannya yang lebih penting sekarang, yaitu mencari sebuah rumah untuk tempat tinggal Slent tentu nya untuk sementara ini. Sampai saat itu Slent langsung saja membayar apa yang Slent sudah pesan di tempat makan tersebut lalu pergi. Saat itu Slent berpikir untuk mencari rumah di dekat hotel saja saat itu, tapi alasan yang sebenarnya bukan karena dekat dengan hotel tersebut tapi Slent lebih menginginkan rumahnya yang sekarang menjadi dekat dengan tebing yang bernama schon tersebut, karena kebetulan schon berada di dekat hotel tentu saja Slent tak masalah jika rumah Slent yang sekarang dekat dengan hotel tersebut, atau lebih tepatnya Slent menginginkan rumahnya dekat dengan tebing schon tersebut, karena di tempat itu lah Slent bisa mendapatkan ketenangan, dan kebahagiaan dengan suasana disana, sampai tentu saja Slent menginginkan agar rumahnya sekarang dekat dengan tebing schon tersebut agar kapanpun Slent menginginkan sebuah ketenangan Slent akan dengan mudah mendapatkannya karena dekat dengan tebing schon tersebut. Dan tentu saja saat itu Slent langsung pergi, mencari sebuah rumah yang bisa di sewa Slent untuk sementara ini yang berada di dekat kawasan Schon tersebut. Tapi saat Slent ingin pergi keluar dari tempat itu, Slent mendengar suara yang tak asing Slent dengar saat itu, saat Slent melihat ke arah pintu, benar saja apa yang Slent pikirkan jika ternyata suara yang tak asing tersebut berasal dari seorang wanita yang baru saja memasuki tempat makan tersebut, dan memang wanita itu tak asing bagi Slent. Slent ingat jika wanita itu adalah orang yang membantu Slent saat waktu itu Slent dalam kondisi yang buruk berjalan menuju toilet di tempat bermain golf saat itu. Ya Slent sangat ingat dengan wanita itu, sampai Slent saat itu langsung saja berbalik pura-pura sedang melihat-lihat menu makanan yang ada di sana, dan tanpa di duga wanita itu juga malah berdiri di pinggir Slent karena wanita tersebut langsung memesan makanan, dan minuman saat itu, sampai terlihat jika wanita itu seperti melirik ke arah Slent saat itu, mencoba melihat wajah Slent sambil seperti orang yang penasaran, dan mengingat sesuatu sampai Slent langsung saja berbalik dan pergi saat itu karena takut jika sampai wanita itu bisa mengingat Slent, sebenarnya Slent bukan takut saat itu tapi Slent merasa sangat malu dengan Slent yang sampai di bantu oleh wanita tersebut saat itu, Slent berpikir jika Slent seperti orang bodoh saat itu sampai Slennt bisa di tolong oleh wanita tersebut. Dan akhirnya Slent pun bisa pergi tanpa di kenali oleh wanita tersebut saat itu, dan tanpa berpikir panjang lagi Slent langsung saja pergi berangkat untuk mencari rumah untuk ditinggalinya sementara ini, dan seperti apa yang sudah Slent pikirkan jika Slent acan mencari rumah yang dekat dengan tebing schon saat itu. Beberapa saat Slent di perjalanan akhirnya bisa sampai juga di dekat tebing schon saat itu, bukan untuk mengunjungi tebing tersebut tapi Slent berhenti di dekat pintu masuk tebing schon untuk berpikir di kawasan sebelah mana Slent bisa mendapatkan rumah untuknya sewa sebagai persinggahan sementara saat ini. Sampai Slent pun kembali bergerak, tapi dengan sangat pelan karena Slent sedang mencari rumah untuk ya sewa sebagai persinggahannya saat itu. Sampai tak lama Slent berjalan Slent melihat di selebaran kertas yang menempel di tiang listrik saat itu, dan karena kertas itu berisi tentang informasi mengenai sebuah rumah yang memang akan di sewakan tentu saja Slent membacanya, dan syukurlah jika dalam kertas tersebut di sebutkan jika letak rumah tersebut berada di sudut tempat ini, dan tak terlalu jauh dari tempat Slent berada sekarang dan tentu saja Slent sangat semangat melihat itu sampai Slent langsung saja pergi ke tempat tersebut, untuk langsung melihat rumah yang bisa di sewa Slent itu. Dan saat Slent pergi menuju tempat itu, tanpa banyak bicara Slent langsung saja menemui pemilik rumah tersebut, dan langsung saja membicarakan mengenai Slent yang ingin menyewa rumah ini, dengan meras sangat malu, dan grogi Slent saat itu bicara dan bertanya. Karena jujur saja ini adalah kali pertama Slent bersosialisasi dengan orang. Dulunya karena karena Slent adalah seorang anak buah dari pembunuh tentu saja jika Slent berbicara dengan orang lain Slent selalu berbicara dengan penuh kebohongan dan tipu daya yang selalu berakhir dengan penculikan, dan pembunuhan yang Slent lakukan tapi berbeda dengan sekarang Slent tentu saja harus bisa bicara dengan sangat sopan dan lembut sehingga hal itu tentu saja membuat Slent tertekan, dan malah menjadi sangat grogi saat itu. Tapi tentu saja Slent tak sampai mengalami grogi yang berlebihan saat itu sampai akhirnya tentu saja Slent sudah mendapatkan izin untuk menempati rumah tersebut untuk di sewanya saat itu, dan tentu saja masalah Slent yang satu sudah bisa Slent bereskan sehingga tentu saja Slent tinggal memikirkan urusan Slent yang lainnya saat itu termasuk untuk mencari pekerjaan untuk Slent bisa mendapatkan penghasilan, karena tentu saja Slent menjadi biasa sekarang yang membutuhkan penghasilan untuk menyambung hidupnya. Tapi tentu saja Slent tak berpikir untuk langsung mencari pekerjaan hari ini karena sudah malam, dan tentu saja tak akan ada tempat bekerja yang akan menerima karyawan baru jika sudah malam seperti ini. Jadi saat ini Slent langsung saja memikirkan hal yang lain seperti membereskan dulu pekerjaan nya mengenai motornya yang harus di kembalikan ke tempat rental karena malam ini motor yang Slent rental sudah habis masa sewa nya. Tapi sebelum Slent pergi tentu saja Slent membereskan barang-barang yang di bawa Slent saat itu. Karena saat itu barang yang Slent bawa tak banyak tentu saja Slent bisa membereskan barang-barang Slent dengan cepat, seperti apa yang Slent rencanakan tentu saja Slent langsung pergi ke tempat rental motor yang Slent datangi menyewa motor nya yang Slent bawa untuk menempuh perjalanannya ke bar, dan kembali ke tempat ini sekarang. Dan karena ini belum terlalu malam tentu saja tempat rental tersebut masih buka, dan karena saat ini Slent membutuhkan motor tentu saja Slent langsung saja memperpanjang masa Slent menyewa motor tersebut, karena tentu saja untuk besok dan seterusnya Slent akan membutuhkan motor untuk dirinya pulang, dan pergi bekerja. Dan tentu saja Slent langsung saja bisa memperpanjang masa sewa motornya tersebut saat itu. Dan tentu saja urusan Slent yang lainnya mengenai motor ini sudah bisa Slent bereskan juga saat itu, dan sekarang tentu saja Slent berpikir kemana Slent harus pergi sekarang, karena Slent bebas tentu saja Slent sekarang tak punya bos yang menuntutnya untuk bekerja tentu saja Slent jadi memiliki waktu luang saat ini, bahkan Slent malah bingung dengan apa yang Slent harus lakukan sekarang. Karena sepertinya Slent memang tak memiliki tuntutan untuk bekerja sekarang Slent jadi langsung terpikir untuk terpikir mengunjungi tebing schon saja saat ini, untuk berpikir tentang apa, dan kemana Slent akan mencari pekerjaan saat itu sambil mendapatkan kembali ketenangan dari suasana yang sangat tenang saat ini. Dan dengan Slent yang saat itu malah langsung saja tersenyum karena bahagia Slent langsung saja pergi saat itu, dengan sangat bersemangat tentunya karena sudah memikirkan hal yang akan membuatnya bahagia, tenang dengan suasana, dan ketenangan yang Slent dapatkan saat itu. Tanpa berpikir lagi dengan senyum yang masih tersimpan di wajahnya Slent tentu saja langsung pergi, ke bukti schon saja saat itu untuk mendapatkan apa yang Slent inginkan saat itu. Dan tentu saja dengan sangat cepat Slent memacu kendaraannya agar secepatnya bisa sampai di tebing schon saat ini, karena Slent sudah tak sabar menikmati apa yang Slent bisa dapatkan di tebing schon saat itu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD