Beberapa saat setelah Slent dan Artner berdiam diri disana mengintai situasi disana, sambil sarapan pagi, karena tak ada tanda-tanda dari target Slent, dan Artner langsung saja pergi berniat untuk kembali mengintai di tempat kedua mereka biasa mengintai adanya target atau tidak, tapi saat itu Slent berpikir berbeda dan membicarakan hal tersebut kepada Artner.
" Sepertinya tempat kedua sekarang kita mengintai target kita lakukan di tempat spa saja Artner, tak terasa waktu berjalan dengan begitu cepat hari sudah mulai siang, dan sebentar lagi tak terasa juga jika hari akan sore, aku pikir tempat spa akan ramai dikunjungi oleh orang disaat sore menjelang malam Artner. Bagaimana menurut mu?"ujar Slent berkata seperti itu kepada Artner, dan bertanya.
" Ya baik,"ujar Artner singkat tanpa bicara apa-apa lagi, apa lagi memandang Slent saat itu.
Slent lihat saat itu Artner hanya terus saja fokus terhadap mobil yang sedang di kendarai nya. Tapi Slent tak berpikir buruk karena kita sedang di perjalanan dan Artner sedang berkendara sampai tentu saja Artner melakukan hal yang benar dengan terus saja fokus terhadap apa yang sedang Artner lakukan sekarang.
Sampai tiba-tiba mobil yang di kendarai oleh Artner berhenti dengan Artner yang langsung saja turun dari mobil tersebut.
" Kita sudah sampai Slent ini tempat spa yang Kller curigai jika target beraktifitas disini,"ujar Artner yang sudah duluan keluar mobil saat itu.
Sampai tentu saja Artner langsung mengajak ku masuk.
" Tunggu, sepertinya kita harus membicarakan sebuah rencana untuk kita lakukan sekarang Artner. Begini saja kita akan masuk saja ke kamar mandi spa kita seolah-olah juga pengunjung yang akan mandi disini Artner, dan tentu saja jika kita masuk ke dalam kita akan bisa berbaur dengan orang-orang yang sedang melakukan mandi spa disini juga, disaat itulah kita melihat, satu per satu orang yang ada di spa ini Artner. Kau mengerti?"ujar Slent dengan mudah langsung saja bicara seperti itu kepada Artner tentang sebuah rencana yang dengan mudah bisa Slent pikirkan saat ini.
" Ya aku ikut dengan rencana mu ini Slent,"ujar Artner kembali menjawab tanpa melihat wajah Slent, dan hanya berjalan lurus saja saat itu menuju ke tempat pendaftaran.
Dan tanpa bertanya apa-apa lagi Artner langsung saja membeli sebuah tiket di tempat pendaftaran untuk kita masuk ke kamar spa saat itu. Dengan kembali tanpa Artner, yang melihat ke arah Slent atau bertanya sesuatu pada Slent, Artner langsung saja masuk ke dalam kamar spa yang tersedia beberapa kamar di sana. Sampai tentu saja Slent merasa bingung ke kamar mana saat itu Slent harus masuk. Tak mungkin jika Slent dalam waktu yang singkat mencoba semua kamar spa yang ada di sana. Jika Slent melakukan itu Slent sepertinya akan dengan mudah di curigai sedang mencari seseorang di spa ini sehingga tentu saja mungkin pegawai di spa ini akan menganggap Slent adalah ancaman, dan langsung saja mengusir Slent saat itu sampai tiba-tiba Slent melihat jika saat itu Artner dengan tenangnya berjalan menuju ke salah satu kamar, sampai itu membuat Slent bingung kemana Artner akan pergi dan langsung saja menghampirinya.
" Mau kemana kau Artner? bagaimana kita akan bisa mengintai suasana disini, karena disini memiliki beberapa kamar spa Artner,"ujar Slent bertanya.
" Apa yang kau pikirkan benar Slent kita tak bisa seenaknya disini, jika kita dicurigai sedang mencari seseorang kita sepertinya dengan sangat mudah mereka tangkap, karena menganggap kita adalah ancaman Slent. Tapi kita tak akan bisa menemukan target jika kita bergerak terus bersama, kita berpisah disini dengan masing-masing dari kita memasuki kamar yang berbeda, jadi dengan seperti itu jika memang target ada disini, kesempatan kita menemukan target akan lebih besar Slent. Hanya berhati-hatilah,"ujar Artner bicara seperti itu dengan Artner yang saat itu sudah melihat ke salah satu kamar spa di tempat tersebut dengan membaca keterangan yang ada di tembok kamar spa tersebut sebelum memasuki nya, lalu memperingati Slent seperti itu.
" Ya baiklah dan apa yang kau katakan juga benar Artner, kita lebih baik berpisah dengan diantara kita masuk ke kamar spa, jika memang target ada disini kesempatan kita untuk menemukan target lebih besar. Baiklah kau juga hati,"ujar Slent menegaskan jika Slent setuju dengan apa yang dikatakan Artner lalu bicara kembali untuk berhati-hati kepada Artner, tapi saat ingin mengatakan hal itu Slent tiba-tiba berhenti bicara karena setelah Slent melihat Artner sudah tak ada di pinggirnya entah kemana.
Sampai saat itu Slent langsung saja pergi mencoba untuk melihat ke kamar mana sebaiknya Slent masuk, karena sepertinya Artner sudah masuk ke dalam kamar yang Artner baca dulu keterangan yang ada di tembok kamar spa tersebut sehingga sekarang tentu saja Slent harus memilih kamar yang berbeda dengan kamar yang Artner masuki saat itu. Sampai Artner membaca beberapa keterangan di masing-masing kamar saat itu, dan saat Slent membaca ada kamar spa yang memiliki tingkat kepanasan yang rendah dan yang normal, dan saat Slent lebih membaca ke kamar yang lain ada juga kamar yang bisa di masuki oleh pria, dan wanita sekaligus.
" Jika tadi Artner membaca, dan mengetahui tentang kamar ini tentu saja dia akan memilih kamar spa ini hahaha,"ujar Slent dalam hatinya bercanda.
Lalu saat itu Slent berpikir jika target adalah seseorang yang sudah sedikit tua sehingga sepertinya jika Slent ada di posisi target Slent akan memilih kamar spa untuk lebih bersantai yang tingkat kepanasan airnya rendah, sampai saat itu Slent masuk saja ke kamar spa yang memiliki tingkat kepanasan yang rendah seperti apa yang sudah Slent pikirkan saat itu. Dan saat Slent memasuki kamar spa dengan tingkat kepanasan yang normal Slent melihat beberapa pria yang memang sudah paruh baya seperti itu saat itu, sampai Slent merasa jika sepertinya Slent akan bisa menemukan target di kamar ini saat ini, tapi meskipun begitu Slent tentu saja tak bisa langsung begitu saja menatap satu per satu pria tersebut, karena jika seperti itu tentu saja Slent akan sangat di curigai oleh mereka karena Slent terlalu jelas menunjukan jika dia memang sedang mencari seseorang dengan tatapannya yang memang melihat orang-orang yang ada disana satu per satu. Sampai tentu saja saat itu Slent hanya ikut masuk saja ke kolam spa, dengan bertujuan untuk sekedar menikmati spa disini saat itu, agar mereka tak curiga jika sebenarnya Slent memiliki tujuan lain saat ini. Sampai Slent mencoba untuk tenang, dan menikmati spa apa yang sedang Slent lakukan sekarang sambil sesekali mencuri-curi pandang kepada satu per satu dari orang yang ada di spa ini sekarang.
Sampai Slent saat itu sudah berhasil melihat semua orang yang ada disana, tapi ada satu orang yang saat itu belum bisa Slent lihat, dan orang itu berada tepat di pinggir Slent saat itu. Slent sedikit bingung bagaimana Slent harus melihatnya karena jika Slent langsung melihat ke wajahnya langsung Slent pasti akan sangat di curigai oleh orang-orang yang ada disana, Slent berpikir sambil menutup mata, memejamkan matanya seperti orang yang sedang menikmati spa disana saat itu sambil berpikir, dsn saat itu Slent sudah bisa memikirkan bagaimana Slent akan mencoba melihat ke arah orang tersebut, dalam pikiran Slent terpikir jika Slent akan berpura-pura saja melakukan peregangan leher sehingga dirinya bisa mengarahkan kepalanya beberapa kali ke arah pria tersebut seperti memang sedang melakukan peregangan, dan olahraga leher saat itu. Ketika Slent sudah merasa jika apa yang Slent pikirkan benar, Slent siap untuk melakukannya saat itu. Tapi tiba-tiba Slent mendengar jika dia berbicara sesuatu yang membuat Slent kaget.
" Kau mencari ku kan? aku pikir kau menghadapi orang yang salah, karena aku tak akan pernah bisa kau mata-matai, apa lagi sampai kau menangkap ku tak akan pernah bisa kau hanya akan menyiksa dirimu sendiri, lebih baik sekarang kau berhenti menjadi penjahat, atau anak buah penjahat sebelum kau menyesal. Dan karena orang yang menjadi partner mu bekerja sekarang sedang mencoba mencari cara untuk menenggelamkan mu, atau jelasnya membunuh mu, jadi sebelum kau menyesal dan mengalami hal itu sebaiknya kau mundur dari sekarang,"orang tersebut dengan sangat yakin bicara seperti itu kepada Slent yang saat itu sudah siap untuk melancarkan rencananya saat itu, dengan tawa puas merendahkan Slent.
Sehingga Slent yang saat itu memejamkan matanya langsung saja membuka matanya dan melihat ke arah orang yang bicara tersebut. Dengan kaget Slent langsung melihat ke arah orang tersebut, dan tanpa aba-aba atau bicara hal lain lagi pria itu langsung saja meninju muka Slent saat itu, dengan tiba-tiba beberapa orang yang sepertinya teman dari orang tersebut langsung saja menghampiri Slent saat itu, dan tanpa berpikir mereka juga langsung saja melayangkan pukulan, dan bahkan karena mereka ada di bagian atas dari kolam spa mereka langsung saja menendang wajah Slent yang berada di kolam spa saat itu, sehingga Slent dengan kerasnya langsung terpental.
" Hahaha kau pikir kami tak tahu apa yang kau, dan teman mu maksud kan datang kemari hah? lihat lah ini ( menghidupkan sebuah tv besar yang tiba-tiba ada di bagian sudut tembok ruang spa tersebut sambil menengadahkan wajah Slent agar melihat ke arah tv tersebut, yang sudah mengangkat Slent ke atas kolam spa tersebut ),"orang itu berkata seperti itu.
" Sialan ternyata ini memang target yang selama ini kita cari, tapi bagaimana dia bisa mengetahui apa yang sedang aku, dan Artner rencanakan dengan mudahnya?"ujar Slent bicara seperti itu, sambil di pegang dengan keras olah orang-orang teman si target.
Sampai saat itu Slent melihat ke tv besar tersebut yang ternyata itu adalah rekaman cctv yang ada di lorong ruangan sebelum masuk ke dalam kamar spa saat itu, sampai saat itu Slent melihat jika ternyata yang sedang mereka tunjukan di tv tersebut adalah kejadian yang sedang Artner alami saat ini, saat ini Artner terlihat sedang di kejar oleh beberapa orang yang sepertinya sama dengan Slent, jika yang mengejar Artner saat itu adalah teman dari target, sampai itu target terus saja mengarahkan wajah Slent ke arah tv tersebut, sampai Slent melihat jika saat itu Artner sedang berlari akan berbelok ke sebelah kanan dari lorong tersebut, tapi tiba-tiba baru saja Artner akan masuk ke lorong sebelah kanan tersebut Artner dibuat terjungkal sangat keras, karena saat itu ada orang yang menahan Artner dengan pukulan terhadapnya yang tentu saja membuat Artner langsung terpental. Sampai dengan sangat keras dan tertawa puas kawan dari target menjambak rambut Artner saat itu, dan langsung menyeretnya, mereka seperti menyeret Artner lorong yang di lewati Slent sebelum masuk ke kamar spa saat itu. Sampai tiba-tiba dengan sangat keras kawan dari target langsung saja membalikan arah Slent menjadi melihat ke arah pintu, dengan sambil leher Slent yang di piting oleh kawan target Slent melihat jika ternyata Artner di seret ke ruangan dimana Slent berada saat itu. Dengan keadaan Slent yang di cekik, target dengan keras, dan tegas bertanya kepada Artner saat itu.
" Jika kau pergi sekarang, tanpa berusaha melawan apa lagi membantu teman mu ini perglah, kami tak akan mengejar mu, tapi jika kau mencoba menolong teman mu ini, sepertinya aku tak perlu mengatakan apa yang akan kau dapatkan. Pilihan ada di tangan cepatlah jawab, waktu ku tak banyak, aku harus bersantai kembali,"ujar target dengan sangat tegas bicara seperti itu kepada Artner, dengan memperlihatkan Slent yang saat itu dengan sangat keras di piting lehernya oleh kawan dari target.
Slent hanya bisa melambaikan tangannya dengan kondisi yang saat itu kepalanya, dan mulutnya yang sudah bersimbah darah karena pukulan, dan tendangan dari anak kawan target saat itu, melambaikan tangan Slent seperti meminta tolong kepada Artner yang saat itu. Tapi dengan sangat tega, dan tanpa memikirkan, atau bicara apapun Artner langsung saja pergi berlari meninggalkan Slent yang sedang sangat tersiksa oleh kawan target disana, sehingga tentu saja Slent sangat terkejut dengan keputusan Artner yang saat itu dengan sangat mudah meninggalkan Slent di siksa oleh kawan dari target saat itu.
" Hahaha kau lihat apa yang di lakukan nya? itu tidak menggambarkan partner yang baik kawan, bahkan aku pikir dia bukan penjahat ya tapi penjahatnya sekarang adalah kita disini hahaha. Hajar,"ujar target bicara seperti itu dengan tertawa puas, dan memerintahkan kawan-kawannya langsung menghajar Slent saat itu.
Dan tanpa bicara lagi tentu saja saat itu beberapa anak buah target langsung saja memegangi Slent, mengangkat, dan menarik Slent dengan kerasnya mereka langsung saja mengangkat Slent dengan posisi kepala Slent yang berada di bawah saat itu, lalu mereka langsung saja melempar Slent ke kolam spa saat itu, sehingga dengan sangat terkejut Slent sadar dengan wajah yang di penuhi keringat saat itu, dan langsung saja melihat ke sekitar saat itu, lalu tentu saja Slent sadar jika apa yang Slent alami barusan adalah mimpi.
" Sialan aku bermimpi lagi, tapi kenapa mimpi ku begitu terasa nyata kembali. Sudahlah aku pikir sebaiknya aku tak memikirkan itu dulu, dan menenangkan diri ku saat ini,"dengan Slent yang terbangun dengan sangat kaget, sehingga wajahnya di basahi dengan keringat saat itu Slent bicara seperti itu dalam hatinya.
Saat itu Slent tentu saja tak berpikir apa-apa, dan hanya berdiam diri menenangkan dirinya saat itu. Tapi karena saat itu mimpi Slent yang sepertinya bukan hanya sebuah mimpi karena terasa begitu nyata, dan mimpi Slent juga sepertinya kembali ada sangkut pautnya dengan masalah yang sedang Slent pikirkan, tentang Slent yang ingin berhenti menjadi anak buah Kller. Slent berpikir ini ada sangkut pautnya bersama dengan masalahnya tersebut karena Slent tadi bermimpi mengenai Slent, dan Artner yang bisa menemukan Target, tapi sialnya Slent, dan Artner malah tertangkap dan dengan tiba-tiba target mengetahui apa rencana Slent, dan Artner yang tentu saja bermaksud tak baik terhadap target. Sehingga tanpa ampun, target bersama dengan teman-temannya langsung saja menyiksa, mengadili Slent, dan Artner saat itu, tapi semua itu bukanlah hal yang menjadi pikiran Artner saat ini, karena yang menjadi pikiran Slent saat ini adalah saat target bertanya mengenai Artner yang bisa memilih antara pergi meninggalkan Slent dengan target, dan temannya tak akan mengejar Artner, atau Artner bisa memilih menyelamatkan Slent tapi harus menghadapi mereka semua sampai dengan sangat mudahnya Artner memilih untuk meninggalkan Slent di siksa oleh target dan kawannya, sementara Artner pergi dengan mudahnya tanpa memikirkan Slent yang mendapatkan siksaan dari target, dan kawan-kawan target yang tentu saja membuat Slent sangat kaget dengan keputusan Artner saat itu. Dan yang menjadi pikiran Slent tentu saja hal itu dengan sangat mudah Artner memilih meninggalkan Slent tanpa berpikir untuk menolong Slent saat itu.
" Itu yang menjadi pikiran ku sekarang, dan sekarang aku berpikir jika apa yang aku rencanakan untuk keluar dari pekerjaan ini, dan mengundurkan diri menjadi anak buah Kller adalah hal yang tepat. Aku merasa jika mimpi yang aku alami ini adalah sebuah pertanda. Bukan hanya ini, tapi mimpi pertama ku juga aku pikir adalah sebuah pertanda jika sebenarnya rencana ku untuk keluar dari pekerjaan ini adalah hal yang tepat. Maaf, Artner, Kller sepertinya pikiran, dan keputusan ku sudah bulat, aku akan berhenti menjadi partner mu Artner, sekaligus aku berhenti menjadi anak buah Kller, maaf tapi aku pikir mimpi yang aku alami ini adalah mimpi yang menunjukan jika jalan pikiran, dan rencana ku ini adalah hal yang tepat. Jika seperti ini pikiran ku sudah bulat, aku tinggal harus pikirkan bagaimana cara agar aku bisa bicara dengan Kller untuk mengundurkan diri menjadi anak buahnya, tapi meskipun keputusan ku sudah bulat aku rasa aku tak bisa semudah ini menghilang, dan langsung saja meninggalkan misi ini. Aku harus memiliki alasan yang bisa membuat Kller bisa memahami kondisi ku yang tak bisa melanjutkan misi ini, sehingga dia bisa mengerti apa yang menjadi keputusan ku saat ini,"ujar Slent dalam hatinya menjadi lebih yakin mengenai dirinya yang akhirnya mendapatkan kepastian dari apa rencana yang sekarang sedang Slent pikirkan jika Slent memang sudah yakin dan memiliki tekad bulat untuk mengundurkan diri menjadi anak buah Kller saat ini, lalu sekarang hal yang Slent pikirkan tentu saja cara agar Slent bisa membicarakan hal ini kepada Kller dan Artner agar mereka bisa menerima apa yang Slent pikirkan sekarang.
Sampai saat itu entah kenapa Slent menjadi merasa sangat mendapatkan angin segar dalam dirinya, entah apa yang Slent alami tapi Slent merasakan sebuah kebahagiaan yang tiba-tiba muncul dalam dirinya. Sampai akhirnya Slent saat itu memikirkan bagaimana cara agar Slent bisa dengan aman bicara kepada Kller mengenai apa yang Slent sudah putuskan sehingga Slent termenung, memikirkan hal itu saat ini. Dengan dirinya yang sudah bisa tenang, Slent terus saja memikirkan dengan keras cara yang cocok untuk bisa bicara mengenai rencana Slent selanjutnya.
Beberapa saat berpikir Slent belum bisa mendapatkan cara apa yang terbaik untuk bisa Slent lakukan untuk rencananya ini, sampai Slent saat itu berusaha untuk lebih menenangkan dirinya agar bisa lebih berpikir bagaimana caranya Slent bisa melancarkan tujuannya yang ingin mengundurkan diri menjadi anak buah Kller saat itu.
Slent membuat sebuah teh hangat untuk bisa menemaninya berpikir saat itu, sampai tiba-tiba dirinya kembali merasakan sedikit pusing saat itu, dan secara tiba-tiba Slent langsung saja teringat dengan Artner yang dengan jelas mengatakan jika sebaiknya Slent tak memaksakan dirinya untuk bisa terus melanjutkan misinya tersebut jika memang Slent masih dalam keadaan yang belum stabil sampai tiba-tiba dirinya mengaitkan jika apa yang Artner katakan adalah hal benar. Dan dengan itu Slent menjadi punya pikiran jika Slent akan bicara saja kepada Kller dirinya tak siap untuk melanjutkan misi ini karena alasan kesehatan, sampai Slent tentu saja akan bisa sedikit mengulur waktu agar dirinya bisa kembali berpikir bagaimana cara agar Slent bisa terlepas sepenuhnya dari Kller saat itu. Dengan semangat dan kembali yakin Slent akhirnya bisa menemukan jalan yang sepertinya bisa Slent lakukan untuk bisa lepas dari Kller meskipun dengan cara itu Slent akan bisa lepas dari Kller hanya sementara, tapi tentu saja Slent akan melakukan itu.
Sehingga saat itu Slent langsung saja melakukan aktifitas yang bisa membuatnya berkeringat, jadi saat Artner melihat Slent dalam keadaan berkeringat, dan wajah yang kacau Artner akan berpikir jika Slent belum dalam kondisi prima saat itu sehingga akan dengan kembali yakin jika Artner akan kembali menyuruh Slent untuk beristirahat saja saat itu. Dan tentu saja Slent kembali bisa bernafas lega karena satu per satu apa yang menjadi ada dalam pikiran Slent bisa mendapatkan rencana yang tentunya bisa Slent lakukan.
Karena Slent sudah yakin dengan apa yang Slent pikiran dengan rencananya saat ini Slent langsung saja melakukan apa yang Slent sudah setujui saat ini, dan tentu saja olahraga dalam ruangan menjadi pilihan Slent saat ini karena Slent masih khawatir dengan kondisi tubuhnya yang masih sedikit merasa pusing jika harus beraktifitas di luar ( balkon kamar ) saat ini, khawatirnya Slent malah kembali mengalami drop, meskipun ini sudah mulai pagi dengan matahari yang mulai sedikit bersinar tapi Slent tentu saja menjaga kondisi fisiknya sehingga mencari aman saja saat itu, dan beraktifitas di dalam ruangan.
Sampai akhirnya matahari pun sudah mulai terbit dengan Slent yang saat itu sudah beraktifitas, dan berolahraga sehingga wajah, dan tubuh Slent dibasahi dengan keringat saat itu, dan tentu saja Slent dalam keadaan yang terlihat kacau, seperti orang yang masih saja sakit saat itu. Dan tak lama setelah Slent berolahraga sehingga membasahi seluruh tubuhnya tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu kamar Slent saat itu, dengan perlahan dan wajah yang terlihat masih kurang sehat Slent tentu saja pergi menghampiri pintu kamarnya, dan akan membuka pintu kamarnya saat itu, tak salah lagi jika yang mengetuk pintu kamar Slent saat itu adalah Artner.
Dengan wajah yang terlihat kaget Artner menggelengkan kepalanya, lalu langsung saja menutup pintu kamar Slent sambil berkata.
" Kau jarang sekali terserang penyakit, jadi sepertinya wajar jika kau sekarang terserang penyakit, dan sakit mu tak bisa sembuh dalam sehari Slent. Keputusannya tentu saja pergilah ke tempat tidur mu, beristirahat lagi,"ujar Artner sambil menutup pintu kamar Slent saat itu.
Dan sepertinya Slent berhasil mengelabui Artner saat itu, sehingga tentu saja Artner langsung saja pergi tanpa Slent yang membantunya karena Slent masih dalam kondisi yang kurang baik saat itu ( pura-pura ).
" Hahaha maaf Slent tapi sepertinya perjuangan kita bersama disini sudah selesai, sekarang aku harus melakukan hal yang sepertinya memang harus aku lakukan. Selamat tinggal Slent,"ujar Artner bicara seperti itu dalam hatinya saat sudah berjalan jauh dari kamar Slent saat itu dengan tersenyum jahat saat itu, karena memikirkan hal yang buruk mengenai Slent saat itu.
Setelah itu tentu saja Slent langsung memikirkan apa yang sebaiknya Slent lakukan sekarang, yang terpikir di kepala Slent tentu saja adalah memikirkan bagaimana cara Slent bicara kepada Kller saat itu. Lalu tak lama kemudian saat Slent sedang berpikir mengenai cara ya untuk bisa bicara kepada Kller agar perkataannya tak menyinggung atau salah di terima oleh Kller, tapi tiba-tiba saja ponsel Slent berbunyi saat itu dan saat Slent mengangkat ponsel dan melihatnya Slent melihat jika yang meneleponnya adalah Kller, sehingga saat itu Slent berpikir.
" Kller? kebetulan sekali, aku memiliki hal yang ingin aku katakan padanya tapi dia dengan sangat jarang tiba-tiba menelepon ku. Ah mungkin Kller hanya ingin bertanya mengenai progres kita dalam misi ini, lebih baik aku cepat mengangkatnya saja,"ujar Slent bicara seperti itu, sedikit aneh dengan Kller yang dengan sangat jarang, tapi sekarang tiba-tiba Kller menelepon Slent.
Dan tentu saja Slent langsung menerima panggilan ponsel dari Kller tersebut saat itu.
" Ya bos?"tanya Slent.
" Slent aku pikir kita harus bicara, kau pulang lah kemari dulu, biarkan di situ Artner yang mengurusnya,"ujar Kller bicara jika dia ingin bertemu dengan Artner, dan menyuruh Artner datang ke bar untuk menemui Kller saat itu.
" Tapi bos ada apa ini? kenapa mendadak kau ingin bertemu dengan ku, disaat aku sedang menjalankan misi seperti ini?"ujar Slent bertanya seperti itu, tapi suara telepon di putus saat itu, dan benar saja saat Slent melihat ke ponselnya, panggilan Kller padanya sudah terputus saat itu.
Karena penasaran, dan aneh dengan Kller yang tiba-tiba seperti itu bahkan menyuruh agar Slent pulang ke bar untuk berbincang dengannya, dan tanpa mendengarkan pertanyaan, dan perkataan Slent saat itu Kller langsung saja menutup teleponnya saat itu.
" Apa yang sebenarnya terjadi? jika Kller hanya ingin menanyakan mengenai progres dalam misi ini tentu saja Kller tak perlu menyuruh ku datang ke bar untuk berbincang dengannya, dan bisa membicarakan ini lewat telepon saja kan. Tapi kenapa Kller langsung saja menyuruh ku untuk datang ke bar bahkan sepertinya harus secepatnya. Ah sudahlah sepertinya aku langsung berangkat saja sekarang, kita dengarkan apa yang akan Kller katakan padaku sampai Kller menyuruh ku untuk langsung datang ke bar sekarang juga,"ujar Slent bicara seperti itu dalam hatinya dengan langsung saja menutup teleponnya, lalu membereskan pakaiannya saat itu.
Dan tak tahu kenapa tapi hari itu Slent dengan tiba-tiba langsung saja membereskan pakaiannya dari kamar hotel tersebut padahal belum jelas apa yang akan Kller katakan padanya, tapi dengan tak sadar saat itu Slent tiba-tiba sudah selesai mengemas barangnya, dan tinggal pergi saat itu. Dengan Slent yang sudah siap dengan barang-barangnya Slent langsung saja pergi untuk melaksanakan apa yang Kller perintahkan saat itu, yaitu datang ke bar saat ini. Karena mobil di pakai Artner tentu saja Slent tak bisa berbuat banyak apa lagi mengambil mobil yang sedang Artner gunakan untuk misinya saat ini, dan tak ambil pusing dengan mudah Slent langsung saja mencari tempat sewaan motor saat itu, dan berencana untuk pergi ke bar menggunakan motor saja agar perjalanannya tak terganggu macet, dan bisa dia tempuh dengan waktu yang bisa lebih cepat saat itu. Karena ini bukan desa tentu saja rental motor tak sulit untuk Slent temukan, dan langsung saja menyewa salah satu motor di sana untuk di pakainya menempuh perjalanannya ke bar Kller.
Di perjalanan tak ada yang menghalangi Slent, apa lagi menghambat Slent dengan kecepatan tinggi motor yang Slent kendarai Slent bahkan dengan cepat sudah bisa menempuh setengah perjalanannya saat itu. Tapi di sah satu jalan Slent mengalami sedikit hambatan, karena Slent membuka kaca helm nya saat itu ada sesuatu yang masuk ke dalam mata Slent yang tentu saja membuat Slent tak bisa melihat karena matanya yang sampai saat itu tak sengaja di masuki oleh sesuatu, sampai tentu saja Slent langsung meminggirkan motornya, dan berhenti untuk mengeluarkan apa yang masuk ke dalam mata Slent saat itu. Dengan sedikit lama Slent mencoba mengeluarkan benda yang masuk ke dalam mata Slent saat itu. Dan setelah Slent sudah mengeluarkan benda tersebut yang ternyata adalah sebuah binatang kecil, Slent melihat matanya tersebut yang terlihat menjadi sangat merah karena pedih yang tak tertahankan yang di sebabkan oleh binatang, dan gosokan dari tangan Slent yang saat itu tentu saja mencoba mengeluarkan binatang tersebut dengan cara menggosok matanya sehingga akhirnya mata Slent harus mengalami iritasi karena binatang, dan gesekan dari tangan Slent tersebut saat itu. Yang tentu saja dengan sangat jelas mata Slent menjadi sangat merah saat itu.
Sampai setelah Slent berhasil membersihkan matanya dan menghilangkan pedih yang Slent rasakan meskipun dengan keadaan mata yang menjadi sangat merah menyala karena menggeseknya tadi, Slent langsung saja melanjutkan perjalanannya menuju ke bar saat itu, seperti apa yang Kller sudah katakan pada Slent saat itu.
" Aku sudah cukup lama si perjalanan, sepertinya Kller sudah menunggu ku, sebaiknya aku cepat,"ujar Slent dalam hatinya saat itu, dengan langsung saja memacu kendaraannya dengan lebih cepat agar Slent bisa sampai dengan waktu yang singkat.
Tak lama kemudian Slent akhirnya bisa sampai di bar. Slent menyimpan kendaraanya saat itu, dan langsung saja pergi masuk ke dalam bar untuk menemui Kller saat itu, dengan mata Slent yang masih saja merah berair Slent langsung saja mencari Kller, tanpa membawa barang-barangnya saat itu yang di tinggalkan Slent di motornya saja saat itu, karena Slent berpikir sesuatu saat itu.
" Sebaiknya aku menyimpan barang ku disini saja karena sepertinya urusan ku dengan Kller tak akan lama, dan aku tentu akan pergi kembali setelah ini, jadi lebih baik aku tinggalkan saja barang ku disini,"ujar Slent dalam hatinya seperti itu, dan langsung saja pergi menghampiri Kller berada saat ini.