Saat Slent sudah memberikan jawaban kepada pegawai hotel yang saat itu begitu mengkhawatirkan Slent karena kondisinya yang begitu buruk, Slent langsung saja kembali untuk beristirahat, karena hari masih belum terlalu sore, dan cuaca pun masih hangat Slent tentu saja kembali beristirahat di balkon kamar nya saat itu, menghangatkan kembali tubuhnya di cahaya matahari langsung saat itu. Dengan pikiran Slent yang berpikir tentang mimpinya yang barusan Slent alami, Slent melamun sambil menghangatkan badannya kembali.
" Mimpi itu kenapa bisa sangat seperti nyata? hah,"Slent bertanya hal seperti itu dalam hatinya sendiri, lalu kaget dan langsung saja pergi melihat ke bawah tempat tersebut, melihat ke arah yang di lihat Slent dalam mimpinya.
Slent berpikir bodoh, mungkin saat itu mimpi yang Slent alami bukan hanya mimpi, dam memang sebuah kenyataan saat itu, sampai Slent langsung saja melihatnya, dan mencoba mencari apa yang Slent alami dalam mimpinya saat itu. Tapi tentu saja apa yang Slent alami dalam mimpinya tak ada dalam kenyataan nya yang sekarang Slent lihat, sampai Slent langsung saja kembali duduk di kursi yang tadi Slent pakai untuk beristirahat dengan sambil membiarkan punggung Slent tersorot langsung oleh matahari yang bisa menghangatkannya.
Sampai Slent memikirkan tentang wanita yang ada di mimpi Slent tersebut, Slent tak bisa memastikan siapa kedua wanita yang ada di mimpi Slent saat itu. Wanita pertama yang ada di dalam mimpi Slent yang menjadi korban dari pelecehan orang-orang tersebut Slent awalnya mengira jika itu adalah teman kencan Artner kemarin malam yang berbincang dengan Artner karena mengetahui nama Slent, dan bahkan meminta tolong dengan tangan yang menunjuk ke arah Slent dan berteriak tentu saja memanggil Slent, sehingga bisa menggerakan hati Slent untuk menolong wanita itu saat itu karena Slent berpikir jika itu adalah teman kencan Artner, tapi aneh saat Slent ada di di gang dimana wanita itu di lecehkan Slent tak bisa menemukan wanita itu tapi Slent malah menemukan jaket nya yang tergeletak di kawasan gang tersebut, dimana Slent juga mengira jika gang tersebut adalah gang dimana Slent melihat wanita tersebut. Tapi Slent tak bisa menemukan wanita itu, dan malah hanya menemukan jaket yang di pakai wanita tersebut, dengan keanehan yang kembali masuk ke dalam pikiran Slent saat itu, karena Slent menemukan jika jaket tersebut adalah jaket yang di berikan, atau jaket yang Slent berikan untuk menutupi korban pelecehan yang terjadi di sebuah gang tersebut oleh beberapa orang, tapi kenapa jaket tersebut bisa ada di kawasan wanita yang dalam mimpi Slent menjadi korban pelecehan beberapa pria, Slent jadi berpikir apa mungkin jika wanita tersebut adalah korban yang mengalami pelecehan di gang tersebut, wanita tersebut jadi menghantui Slent karena meminta bantuan kepada Slent sehingga bisa masuk ke dalam mimpi Slent, tapi jika misalkan wanita yang datang ke dalam mimpi Slent itu memang wanita yang menjadi pelecehan malam itu yang Slent berikan jaket untuk menutupi tubuhnya yang telanjang bulat saat itu, dari mana wanita itu bisa mengetahui nama Slent, sehingga dengan jelas memanggil nama Slent saat itu. Sampai karena Slent merasa bingung dengan hal itu Slent melamun saat itu.
" Mungkin itu hanya perasaan ku saja kemarin, kemarin aku pulang saat malam sudah sangat larut, dan tentu saja aku merasa lelah kemarin malam, ditambah kemarin aku dan Artner malah di hadapkan dengan masalah yang menyangkut pelecehan terhadap wanita itu, aku bisa saja hanya terpikirkan hal itu karena kondisi ku yang kelelahan saat itu, sehingga wanita, dan kejadian itu terbawa ke dalam mimpi ku tadi. Apa lagi tadi aku tertidur dengan kelelahan, dan kondisi kesehatan ku yang drop sepertinya mimpi itu bisa saja di karenakan aku yang kelelahan dan pikiran ku yang sedang kacau, jadi sepertinya pikiran ku sudah jelas jika aku mengalami ini karena kondisi ku yang sakit, dan aku yang mengalami kelelahan, jadi sepertinya aku tak usah berlebihan mengingat mimpi ku barusan,"ujar Slent dalam hatinya seperti itu, dan langsung saja berhenti memikirkan wanita yang menjadi korban pelecehan orang-orang tersebut saat itu dengan dirinya yang sudah bisa berpikir untuk melupakan mimpi Slent tersebut.
Tapi meskipun begitu Slent masih memiliki pemikiran yang menjadi beban dalam pikirannya saat itu, masih mengenai mimpi yang Slent alami tadi meskipun Slent sudah bisa melupakan mimpinya mengenai wanita korban pelecehan orang-orang tersebut tapi Slent kembali memikirkan mimpinya dan sekarang entah mimpi baik, atau buruk yang Slent alami, karena Slent sekarang terpikir mengenai mimpinya yang melihat seseorang yang memiliki kegiatan, dan aktifitas yang sama dengan aktifitas yang Slent biasa lakukan untuk bisa mendapatkan ketenangan saat itu. Dan entah apa maksud dari mimpi itu karena dengan sedikit tak jelas Slent melihat jika pria itu mirip dengan Slent, dan yang menjadi pikiran untuk Slent yaitu wanita yang tiba-tiba berciuman dengan pria tersebut, dan kejadian yang membuat Slent kaget, dan merasa sangat penasaran yaitu kejadian saat dengan sangat cepat, dan tiba-tiba Slent di hampiri oleh seorang wanita yang tanpa berpikir apa lagi bertanya langsung saja mencium bibir Slent lalu tak lama setelah mencium Slent wanita itu bicara mengenai pilihan Slent yang tepat saat ini, bahkan bicara untuk meneruskan sikap baiknya untuk berubah. Setelah itu bicara jika Slent melangkah ke arah yang benar Slent akan bisa berjumpa dengannya, wanita itu menambahkan jika wanita itu menunggu Slent.
" Aku benar-benar tak paham dengan mimpi yang aku alami saat ini, sebenarnya apa maksud dari mimpi ini sampai terasa sangat nyata mimpi ini menjadi pikiran yang sangat keras aku pikirkan, sampai aku tak bisa melupakannya dengan mudah. Aku tahu jika mimpi ini bukan mimpi yang sepenuhnya mimpi buruk, tapi aku masih sangat bingung dengan maksud dari mimpi ini, yang terasa sangat begitu nyata. Aku tak bisa langsung memutuskan hal mengenai apa yang sebenarnya di maksudkan dari mimpi ku ini, dan yang paling penting adalah apa aku harus percaya dengan mimpi yang aku alami, dengan mimpi yang sangat terasa begitu nyata untuk ku ini?"ujar Slent dalam hatinya sendiri saat itu, dengan kembali berpikir keras untuk bisa memahami isi dari mimpi Slent tersebut, dan tentu saja Slent kembali bertanya dalam hatinya, tentang harus atau tidaknya Slent percaya dengan mimpi yang Slent alami.
Sampai saat itu sepertinya karena Slent berpikir terlalu keras mengenai mimpinya tersebut yang malah membuat Slent kembali merasakan sakit, dan pusing di kepala nya lagi yang tentu saja membuat Slent langsung menghapus pikirannya tentang mimpinya tersebut yang hanya membebani pikirannya saja saat itu. Dan dengan cepat Slent langsung saja berniat untuk makan terlebih dahulu saat itu, dengan hari yang sudah menjelang sore Slent dan Slent yang belum makan kembali tentu saja Slent tak bisa merasakan pusing, lemas, dan sakit kepala kembali di sebabkan oleh Slent yang saat itu belum mengisi perutnya makan lagi.
Dan tentu saja dengan Slent yang sudah memiliki kondisi yang lebih baik Slent bisa dengan normal tanpa masalah, apa lagi dirinya yang berjalan sempoyongan lagi seperti tadi, Slent bisa berjalan langsung ke restoran di hotel ini sekarang. Dan tanpa berpikir lagi apa yang di pikirkan, dan diniatkan Slent benar sehingga saat itu Slent langsung saja memesan makanan untuk mengisi perutnya, karena sepertinya sakit kepala, dan pusing yang Slent alami lagi sekarang di sebabkan oleh dirinya yang belum makan saat ini. Beberapa saat kemudian Slent sudah selesai makan, saat itu Slent melihat ke arah jam yang ada di sana sudah menunjukan waktunya untuk Artner pulang, tapi kali ini Artner belum kembali ke hotel. Karena Slent penasaran Slent langsung saja menelepon Artner saat ini, barangkali saja Artner mengalami, atau mendapatkan hal baik dalam usahanya mengintai target hari ini, dan membutuhkan bantuan Slent tentu Slent akan langsung saja pergi ke tempat dimana Slent berada untuk membantu dalam pekerjaannya. Sampai akhirnya Slent menelepon Artner saat itu, dan tak lama menunggu Artner menjawab panggilan telepon Slent saat itu.
" Masih dimana posisi mu? apa kau butuh bantuan ku? mungkin kau mengalami, atau mendapatkan informasi bagus mengenai target Artner?"ujar Slent yang langsung saja bertanya hal seperti itu kepada Artner saat itu.
" Oh Slent kau sudah baikkan? tak apa-apa Slent aku masih di tempat ku untuk mengintai target Slent disini sekarang sedang ada banyak orang, dan mobil yang berdatangan aku pikir di salah satu mobil ini ada target Slent semoga saja, sampai aku berpikir jika sebaiknya aku terus saja memantau aktifitas disini dulu, dan akan kembali ke hotel nanti Slent. Bagaimana dengan kondisi mu sekarang sampai kau menawarkan ku bantu Slent? jika aku butuh bantuan pun sepertinya aku tak akan meminta mu datang kemari untuk membantu mu, karena tentu saja kesehatan mu sangat penting Slent, jadi jika masih merasa sakit aku pikir kau lebih baik diam saja dulu beristirahat sampai kondisi mu bisa sehat kembali Slent dengan begitu jika kau sampai sudah sangat sehat, dan sembuh kau tak akan ragu lagi untuk beraksi Slent. Dan aku pikir jika kita sampai terlambat untuk memberikan informasi mengenai apa yang sudah kita dapatkan mengenai misi ini kepada Kller, dia tak akan memaksa mu terus bekerja dengan keadaan mu yang sakit Slent tenang saja,"ujar Artner menjawab jika dirinya sekarang masih di tempat pengintaian karena melihat banyak orang berdatangan saat ini, sehingga bisa saja target ada di salah satu mobil tersebut saat ini. Lalu bertanya mengenai kesehatan Slent saat ini, dan menambahkan perkataannya tentang informasi, dan tentang Kller.
" Ya baiklah jika seperti itu Artner aku harap kau mendapatkan hal baik dengan tugas mu yang menjadi lebih panjang sekarang Artner, maaf aku malah mengalami hal terduga sampai tak bisa menuntaskan tugas ku hari ini. Ya tentu aku sudah merasa lebih baik Artner biarpun aku masih merasakan hal yang membuat ku kurang enak, aku pikir aku sudah bisa kembali melakukan tugas ku, atau sepertinya akan siap jika kau membutuhkan bantuan ku Artner. Oh ya mengenai itu, aku pikir kau benar Artner, tapi semoga saja aku bisa lebih cepat berkeadaan baik lagi agar aku bisa kembali menjalankan tugas ku lagi Artner,"ujar Slent bicara seperti itu, dan menjawab pertanyaan Artner mengenai dirinya yang sekarang sudah semakin lebih baik lagi.
" Ya baiklah itu kabar yang cukup baik untuk kesehatan mu Slent, tapi aku pikir aku sebaiknya fokus saja dulu untuk penyembuhan ku agar bisa 100% sembuh Slent, jangan sampai kau memaksakan diri sehingga kau malah kembali merasakan sakit Slent Jika itu sampai terjadi kembali aku pikir itu adalah hal yang bisa berakibat lebih buruk untuk kesehatan mu Slent jadi aku pikir sekarang kau tenangkan dirimu, beristirahatlah jangan memikirkan hal yang bisa membuat mu terbebani karena memikirkan hal itu Slent agar pikiran mu bisa bebas, dari beban dan tentu saja penyembuhan mu akan sangat cepat Slent. Jadi beristirahatlah,"ujar Artner bicara seperti itu kepada Slent saat itu dengan Artner yang menyarankan agar Slent terus saja dulu beristirahat sampai kesehatan dirinya bisa benar-benar di kendalikan sehingga Slent tak akan sampai mengalami drop kembali yang membuat kesehatannya kembali menurun saat itu.
" Hahaha ya tentu kawan terima kasih, aku pikir aku sebaiknya ikuti apa katamu sekarang karena sepertinya apa yang kau katakan memang benar Artner. Baiklah jika seperti itu aku tutup teleponnya saja Slent, terima kasih untuk pengertian mu aku, berhati-hatilah dan aku harap jika ada hal yang berusaha memancing emosi mu, kau bisa mengontrolnya dengan baik Artner. Ingatlah keberhasilan misi kita akan sangat bergantung dengan dengan bagaimana cara kita mengontrol diri kita Artner,"ujar Slent bicara seperti itu, dan menyarankan agar Artner bisa dengan sangat mudah menahan, dan mengontrol emosinya karena keberhasilan misi nya tentu saja akan di tentu kan oleh caranya mengontrol dirinya sendiri.
" Ya tentu Slent, aku akan sangat menjaga emosi, dan pikiran ku agar misi ini tak mengalami kegagalan karena kebodohan kita sendiri. Ya baiklah Slent,"jawab Artner.
Lalu saat itu Slent langsung saja menutup telepon nya, karena apa yang Slent ingin ketahui mengenai Artner sudah terjawab dengan perbincangannya barusan bersama Artner.
" Hahaha bodoh Slent, bodoh. Maaf harus seperti ini tapi sepertinya kerja sama kita sebentar lagi akan berakhir Slent,"ujar Artner dalam.hatinya saat itu dengan tersenyum jahat, memiliki rencana buruk yang akan di lakukan nya kepada Slent saat waktunya tiba.
Karena Slent sudah selesai makan, dan bertanya mengenai keadaan Artner pun sudah Slent langsung saja berniat kembali ke kamarnya saat itu untuk beristirahat tentunya. Karena jujur saja meskipun Slent sudah agak membaik pusing, dan sakit kepala yang Slent alami tadi masih saja terasa sampai sepertinya Slent harus kembali beristirahat kembali agar kondisinya bisa lebih baik lagi. Tapi tentu saja Slent beristirahat buka dengan cara menidurkan dirinya, tapi Slent kembali saja berdiam diri di balkon kamarnya memandangi jauh, lurus disana pemandangan matahari terbenam yang begitu indah terjadi sekarang karena dengan sangat kebetulan hari ini cuaca panas sampai sangat sore sehingga terbenam matahari bisa di saksikan begitu indah saat itu oleh Slent. Saat Slent santai, dan tentu saja menikmati apa yang Slent lihat saat itu Slent tiba-tiba kembali terpikir hal yang di alami nya dalam mimpi tadi, bukan hal yang biasa saja tapi Slent pikir ini adalah hal yang penting saat wanita tersebut berhenti mencium Slent, wanita itu berkata jika dia menunggu Slent, jika Slent tak salah langkah mereka akan bertemu kembali dan wanita itu menunggu Slent, bahkan wanita tersebut bicara jika apa yang Slent lakukan sekarang, sedang berusaha untuk menjadi orang baik, adalah hal benar bahkan menyuruh Slent untuk meneruskannya, tentu saja Slent menjadi memiliki pikiran mengenai dirinya yang memiliki pikiran untuk berhenti menjadi anak buah Kller yang bekerja menjadi penjahat.
" Apa maksud dari perkataan wanita dalam mimpi ku itu tentang ini? aku tahu itu hanya mimpi, tapi jika di pikirkan mimpi itu sangat masuk akal, dan sangat tepat mengarah ke permasalahan yang sedang aku hadapi sekarang. Ini memang hanya sebuah mimpi, tapi bisa saja mimpi ini adalah mimpi yang menunjukan jika apa yang sedang aku rencanakan mengenai pikiran ku yang ingin mengundurkan diri menjadi anak buah Kller adalah hal benar. Dan mimpi ini memberikan ku sinyal, dan pertanda jika apa yang aku pikirkan memang lah keputusan yang benar, sampai wanita itu bicara jika apa yang aku rencanakan adalah hal yang benar, lalu yang paling mengejutkan, dan menjadi pikiran ku adalah saat wanita itu bicara jika dia menunggu ku, tapi wanita itu pun bilang jika aku tak salah langkah, yang tentu saja aku harus benar-benar memikirkan hal yang tak membuatnya salah mengambil keputusan. Dan jika memikirkan tentang perkataan wanita itu tentu saja hal yang benar yang di maksud kan adalah berubah menjadi orang baik, dan itu artinya tentu saja membuat ku berpikir lebih yakin jika mengundurkan diri dari pekerjaan ku menjadi anak buah Kller adalah hal yang tepat saat ini. Itu kah maksud dari mimpi ku itu?"Slent bicara sendiri saat itu membicarakan mengenai dirinya yang dengan keras memikirkan mimpi yang di alaminya tersebut, sehingga memberikan sebuah keyakinan kembali mengenai dirinya yang sepertinya tepat berpikir untuk mengundurkan dirinya menjadi anak buah Kller saat itu. Lalu bertanya dalam dirinya sendiri.
Lalu tiba-tiba Slent mendengar ada yang mengetuk pintu kamar Slent saat itu, matahari sudah mulai tenggelam saat itu sehingga hari pun sudah gelap, hanya menyisakan cahaya dari matahari yang sudah tenggelam tersebut tentu saja Slent langsung saja pergi menghampiri pintu kamarnya untuk membuka dan mengetahui siapa yang datang. Dengan keadaan Slent yang masih sedikit menyisakan tak enak badan Slent berjalan perlahan, dan tentu saja saat sudah sampai di pintu tersebut Slent langsung membuka pintu kamarnya.
" Slent kau tak apa-apa?"ujar Artner langsung saja bertanya seperti itu.
" Oh ternyata kau. Ya seperti inilah Artner, aku sudah tak apa-apa, hanya masih sedikit pusing, dan lemas saja, tapi sudah lebih baik dari tadi. Syukurlah kau sudah pulang, tak usah membahas tentang ku lagi, karena aku sudah tak apa-apa, sekarang yang harus kita bahas tentu saja mengenai progres tugas kita Slent, bagaimana hasilnya apa kau mendapatkan hal yang bagus?"ujar Slent bicara seperti itu kepada Artner menjawab jika Slent sudah tak apa-apa, dan langsung saja bertanya mengenai dirinya, dan justru Slent bertanya mengenai progres dari tugas yang Slent lakukan untuk bisa me mengetahui lebih mengenai target, karena itu lah yang lebih penting.
" Ya bagus lah jika seperti itu Slent. Dan untuk itu sepertinya kita belum beruntung Slent karena barusan aku tak mendapatkan apa-apa dari hasil pengintaian ku Slent. Memang banyak orang yang datang kes sana tadi, dan tentu aku berpikir jika bisa saja target datang ke sana saat itu, tapi aku tunggu, dan aku terus saja mengintai di tempat itu, aku tak menemukan adanya target Slent. Dan tentu saja untuk sekarang aku tak mendapatkan hal yang bagus Slent, aku kira kita harus segera mempunyai rencana baru untuk tugas kita ini Slent. Itu yang aku pikirkan sekarang Slent,"ujar Artner menceritakan jika untuk hari ini Artner tak mendapatkan hal baik mengenai pengintaian yang di lakukan nya untuk bisa mengetahui informasi lebih mengenai target saat ini, dan mengatakan sebuah rencana yang sepertinya harus mereka lakukan untuk bisa mengetahui lebih mengenai target.
" Huh ternyata sulit juga Artner, dan untuk itu tentu saja apa yang kau katakan benar kita harus menyusun rencana lain untuk bisa lebih cepat mengetahui lebih tentang target. Tapi aku pikir kita belum harus memikirkan rencana lain Artner, maksud ku sepertinya kita lakukan saja terus rencana ini tapi di tempat lain dan tempat lain ini tentu saja tempat yang Kller beritahukan kepada kita, ini yang ke tiga, dan tempat terakhir yang Kller beritahukan kepada kita Artner, semoga saja kita memang benar bisa menemukan target. Tapi dengan catatan tentu saja kita tak akan melupakan 2 tempat yang sudah Kller beritahukan kepada kita Artner, tapi kita hanya bergerak ke tempat yang lebih dari yang sudah kita lakukan. Sekarang kita menjadi memiliki 3 tempat yang akan menjadi sebuah tempat kita mengintai target Artner. Kau bisa mengerti kan?"ujar Slent bicara seperti itu.
" Em ya aku kira, maksud mu sekarang adalah kita akan mengintai target di tempat ke tiga, dan tempat terakhir yang Kller beritahukan kepada kita mengenai tempat yang biasanya target beraktifitas, begitu kan Slent? dan untuk pemikiran mu ini tentu saja aku sangat setuju Slent, aku mengerti dan paham betul dengan apa yang kau katakan Slent, jadi tentu saja aku akan melakukannya. Baiklah sepertinya aku sudah melihat keadaan mu yang sekarang sudah lebih baik, dan kita juga sudah membicarakan tentang apa yang menjadi tugas kita Slent, sepertinya itu sudah cukup, sekarang apa kau mau kita bersenang-senang kembali Slent haha?"ujar Artner bicara seperti itu kepada Slent menjelaskan kembali apa yang Artner tangkap dari penjelasan yang Slent bicarakan tadi, lalu bertanya seperti itu dengan tertawa bergurau.
" Ya itu yang aku maksudkan Artner, besok aku pikir aku akan pergi ke tempat ketiga itu Artner, tempat spa yang pemilikinya adalah teman dari target. Haha dasar kau ini Artner memang selalu gila wanita, dan bersenang-senang bagaimana kita akan bersenang-senang jika keadaan ku seperti ini Artner, tapi jika kau inginkan itu tentu kau bisa pergi tanpa aku Artner bersenang-senanglah,"ujar Slent bicara seperti itu, dan tentu saja menjawab gurauan Artner saat itu.
" Wow tunggu Slent aku masih ragu dengan kesehatan mu yang seperti ini Slent, jadi aku pikir kau lebih baik jangan memaksakan diri mu, dan lebih baik kau beristirahat untuk besok jika kau masih sakit Slent, aku pikir itu tentu saja sangat kau butuhkan Slent untuk bisa membuat keadaan mu benar-benar fit Slent. aku tak ingin membuat mu malah mengalami drop kembali Slent, tidak. Jadi aku pikir jika kau besok masih merasa tak enak badan, sebaiknya kau diam dan kembali beristirahat lah Slent karena itu tentu sangat kau butuhkan. Dan untuk besok tentang saja hanya 3 tempat kan Slent, aku bisa membagi waktu untuk bisa mengintai tempat tersebut Slent, kau tak usah khawatir. Hahaha ya baiklah Slent aku mengerti betul dengan keadaan mu, tapi sepertinya bukan Artner namanya jika aku tak gila bersenang-senang, dan wanita hahaha, baiklah aku akan pergi bersenang-senang nanti Slent,"ujar Artner kembali menyuruh Slent untuk beristirahat saja esok hari tak usah memaksakan dirinya untuk kembali mengerjakan tugasnya ini, karena dengan alasan kesehatannya yang tentu saja sangatlah penting untuk di jaga agar Slent tak mengalami drop kembali saat itu, lalu dengan kembali tertawa bergurau Artner kembali bicara seperti itu.
" Aku pikir untuk esok hari aku akan sudah bisa kembali fit dengan keadaan ku Artner, aku sepertinya siap untuk kembali bertugas membantu mu. Dan untuk masalah tempat ini Artner, jika esok hari memang kau yang harus ke tempat ini tentu saja kau harus sangat berhati-hati Artner, karena jika memang target ada disana target akan sangat mendapatkan perlakuan yang sangat baik untuknya. Itu tempat yang di miliki teman target tentu saja para pegawai tempat itu tahu mengenai target yang adalah teman bos mereka jadi jika sampai ada yang tahu mengenai kita yang sedang mengintai target mereka pasti dengan sigap akan melakukan sesuatu kepada kita Artner, jadi kita harus sangat hati-hati jika memang kita bisa menemukan target disana kita hanya akan terus mengintainya dan kita bisa mengetahui hal lebih mengenai target di luar tempat itu Artner. Untuk sekarang jika memang kita melihat target benar ada di tempat tersebut, kita lebih baik diam saja memastikan hal itu, tujuan utama kita sekarang adalah mengetahui target, mobil, dan suasana target apakah target memiliki penjaga, atau targer dalam pengawasan orang di sekitarnya, itu yang yang utama untuk lakukan sekarang Artner. Dan untuk selanjutnya sepertinya kita akan lebih bisa merencanakan sesuatu untuk rencana kita karena kita sudah mengetahui informasi tentang target Artner. Bisa kau pahami apa yang aku katakan Artner?"ujar Slent bicara agar Artner senantiasa berhati-hati dalam tugasnya mengintai target, lalu mengatakan apa yang harusnya mereka lakukan nanti jika memang mereka menemukan target, lalu membicarakan mengenai apa yang akan mereka lakukan jika dalam kondisi seperti itu.
" Ya Slent aku paham dengan apa yang kau katakan, dan aku tentu saja juga memikirkan apa yang kau katakan barusan, intinya jika di tempat tersebut kita bisa melihat target, kita harus tetap tenang dan bersabar kita harus mengetahui dulu kondisi target apa dalam pengawasan seseorang ( anak buah ) atau tidak, kita memastikan semuanya terlebih dahulu jika memang sudah pasti bagaimana kondisi tentang target, lalu kita tentu saja mulai berpikir lagi untuk rencana kita yang selanjutnya, yang tentu saja akan membuat kita bisa lebih mengetahui informasi mengenai target. Sehingga kita bisa memikirkan bagaimana cara kita untuk menaklukan target,"ujar Artner bicara seperti itu menjelaskan, dan menegaskan kembali dengan apa yang Slent katakan pada Artner tentang rencananya sekarang jika sampai di tempat itu bisa bertemu dengan target.
" Ya seperti itu yang aku maksudkan Artner, kuncinya kita harus bisa sabar sekarang. Ya baiklah aku pikir pembicaraan kita sudah sampai di akhir Artner, apa yang ingin kita evaluasi, dan kita bicarakan mengenai rencana, dan tugas kita sepertinya sudah jelas, dan sudah bisa kita saling mengerti Artner, dan sepertinya hari pun sudah mulai larut Artner. Apa tujuan mu sekarang?"ujar Slent bicara seperti itu, lalu langsung saja bertanya.
" Ya baiklah Slent aku pikir ini adalah hal yang tepat saat kita sudah saling mengerjakan tugas kita hari ini lalu melakukan evaluasi dengan apa yang kita dapatkan, aku pikir kita harus sering seperti ini Slent agar apa pun yang kita dapatkan bisa saling kita ketahui, dan bisa saling kita mengerti dan tentu nya disaat kita melakukan rencana yang lebih serius lagi mengenai target, kita tak akan sampai salah paham. Ya mau apa lagi, tapi karena kau bertanya tentu saja aku akan menjawab dengan sangat senang, dan bersemangat. Aku akan lanjutkan kencan malam ku yang indah Slent, dan untuk tempatnya tentu kau tahu kan, baiklah sampai jumpa Slent aku pergi bertugas malam dulu hahaha. Oh ya dan untuk yang masih mengalami sakit, dam belum 100% sembuh, jangan memaksakan dirimu Slent, pikirkan apa yang aku katakan tadi mengenai kesehatan mu Slent, aku tak bercanda mengenai itu. Baik lah aku pergi,"ujar Atnert bicara seperti itu kepada Slent saat itu, lalu menjawab apa yang Slent tanyakan pada Artner mengenai dirinya yang memiliki tujuan apa, dan kembali menegaskan apa yang harusnya Slent lakukan esok hari.
" Ya baiklah jika seperti itu kau bersenang-senang lah Artner, aku akan beristirahat saja untuk sekarang, semoga esok hari aku sudah sembuh 100% agar aku bisa melakukan apa yang menjadi tugas ku Slent. Terima kasih aku pikir untuk seorang penjahat kau baik sekali mengkhawatirkan sampai seperti ini Artner hahaha. Terima kasih aku akan sangat mengingat apa yang kau katakan mengenai keadaan ku Artner,"jawab Slent saat itu, dan bercanda bicara seperti itu kepada Artner, sekaligus berterima kasih kepada Artner untuk perhatiannya kepada Slent.
" Hahaha sepertinya apa yang aku lakukan tak salah kan Slent ayolah kau partner terbaik dalam misi ku ini, jika kau sampai terus saja sakit setengah nyawa di misi ini, setengah keberhasilan dari misi ini tentu saja hilang, dan beresiko gagal yang tentu saja membuat ku mengkhawatirkan mu karena kondisi mu yang seperti ini Slent, kau bisa mengerti itu kan? baiklah partner, aku pergi bersenang-senang, wanita cantik, dan seksi tunggu pangeran mu hahaha,"ujar Artner bicara seperti itu mengatakan alasan nya sampai mengkhawatirkan Slent seperti itu. lalu dengan kembali bergurau, dan bersemangat Artner bicara seperti itu sambil pergi.
Sementara Artner langsung pergi menuju club nya bersenang-senang Slent langsung saja pergi juga saat itu, tapi pergi untuk beristirahat. Tapi saat di kamarnya meskipun hari sudah cukup larut Slent malah tak bisa beristirahat saat itu.
" Mungkin karena tadi aku sudah lama beristirahat, aku jadi tak bisa beristirahat sekarang. Tak apa-apa lah mungkin aku lebih baik berdiam diri dulu sebentar, sekedar menenangkan diriku, untuk memancing kantuk ku juga,"ujar Slent bicara seperti itu dalam hatinya sendiri, sambil melihat ke luar pintu kaca yang menuju ke luar balkonnya saat itu.
Saat itu Slent kembali memikirkan apa yang menjadi beban pikiran, dari mimpi yang Slent alami tadi, memang tak semuanya menjadi pikiran Slent tapi yang menjadi pikiran untuk Slent mengenai hal itu, yaitu perkataan wanita yang di dalam mimpi nya tersebut.
" Teruskan lah apa yang menjadi pikiran baik ku, ikuti kata hati ku. Apakah ini pertanda jika apa yang menjadi rencana ku ini adalah hal yang tepat? sampai ada orang yang bicara agar aku melanjutkan apa yang menjadi tujuan baik ku, meskipun orang itu bicara dalam mimpi. Tapi jika itu memang hanya dalam mimpi kenapa hal itu, dan apa yang di katakan wanita itu begitu nyata, dan begitu tepat dengan apa yang ada dalam pikiran ku saat ini. Jika apa yang aku lakukan, dan niatkan dalam hati ku ini tepat semoga saja aku mendapatkan pertanda baik kembali dan jika sampai aku mendapatkan pertanda baik itu lagi sepertinya aku siap untuk meninggalkan kegiatan ku ini yang sepertinya memang aku sudah tak ingin menjadi penjahat lagi sekarang,"ujar Slent dalam hatinya saat itu membenarkan, dan menegaskan sambil berharap jika dia akan kembali di berikan pertanda baik untuk dirinya yang memiliki tujuan merubah hidupnya saat itu.
Sampai saat itu Slent hanya menatap lurus jauh ke depan sana melihat apa yang biasanya dia lihat dari luar balkon kamarnya saat itu, tapi saat ini Slent hanya bisa melihatnya di dalam kamar, tanpa harus keluar ke balkon rumahnya karena kondisi Slent yang masih belum stabil sehingga tentu saja Slent memandang suasana tersebut dari dalam kamarnya saja saat itu untuk menjaga kondisi nya yang saat itu masih belum fit 100%. Sehingga Slent saat itu berpikir untuk beristirahat saja dengan langsung membaringkan tubuhnya, dan mencoba tidur saat itu.
Tak terasa waktu sudah pagi kembali saat itu, dan Slent di bangunkan oleh suara ketukan pintu kamarnya saat itu, dan saat Slent lihat ternyata Artner yang saat itu mengetuk pintunya, dan saat itu Artner langsung saja mengajak Slent untuk pergi bangun, dan kembali melakukan tugasnya sekarang. Tapi anehnya Artner tak menanyakan kondisi Slent sekarang Artner langsung saja mengajak Slent untuk pergi ke tempat golf saat ini.
" Sepertinya Artner sudah mengetahui jika keadaan ku sudah sangat baik sekarang, tentu karena melihat ku yang segar seperti ini mengikutinya, dan merespon ajakan Artner saat ini. Tapi ya baguslah aku bersyukur karena sepertinya sekarang aku memang sudah sangat sembuh dari sakit ku, sehingga tentunya aku bisa kembali melakukan tugas ku sekarang,"ujar Slent dalam hatinya sempat bingung karena Artner yang begitu acuh kepada kondisi Slent sekarang, tapi dengan Slent yang mencoba berpikir positif saat itu Slent bisa mengalihkan rasa penasarannya saat itu, dan berpikir baik saat itu.
Tapi Slent di buat penasaran kembali saat itu karena Artner yang dengan sangat dinginnya tak berbicara apapun lagi saat itu, bahkan Slent yang biasanya bersemangat menceritakan apa yang Slent alami mengenai kencannya semalam. Dan yang lebih membuat Slent aneh hari ini Artner tak mengajak sarapan terlebih dahulu tak seperti biasanya Artner yang dengan sangat bersemangat mengajak Slent sarapan sebelum melakukan tugasnya hari ini. Dengan sedikit ragu Slent bertanya saat itu kepada Artner.
" Artner ini masih pagi, kau tak lapar?"tanya Slent.
" Oh ya Slent gara-gara tak ingin ke siangan ke tempat pertama kita aku jadi lupa jika kita belum sarapan, tak apa-apa kan jika kita sarapan di restoran dekat tempat golf saja agar kita bisa sekalian memantau keadaan disana? bagaimana?"ujar Artner dengan sedikit tertawa menjawab perkataan Slent saat itu, dan langsung saja mengajak Slent untuk sarapan di restoran yang ada di tempat golf.
Melihat respon Artner yang dengan tertawa, dan semangat seperti itu membuat pikiran Slent yang aneh dengan Artner saat itu hilang.
" Oh ya tentu Artner, itu pikiran yang bagus,"jawab Slent.
Dan tanpa bicara lagi Slent, dan Artner yang sudah ada di parkiran mobil saat itu langsung saja masuk ke dalam mobilnya saat itu, dan langsung memacu kendaraannya dengan seperti biasa saat itu Artner yang menyetir langsung pergi.
Dan dengan sangat cepat tanpa Slent bisa ingat dengan jalan yang di lalui ya saat itu, Slent sudah bisa Artner datangkan ke tempat golf saat itu. Dan saat itu Artner langsung saja keluar dengan kita yang saat ini berada di parkiran restoran saat ini.
" Ayo Slent seperti apa yang ku bilang tadi, kita sarapan dulu sekarang,"ujar Slent dengan semangat seperti biasa mengajak Slent langsung saja sarapan saat itu.
" Oh ya Artner, tak terasa kita sudah sampai. Ayo,"jawab Slent dengan sedikit bingung, tapi Slent tak merasa aneh kembali dengan Artner yang saat ini seperti biasa saja berbicara dengan penuh semangat kepada Slent.
Sampai itu tentu saja mereka langsung saja makan, tak terasa saat itu Slent, dan Artner sudah selesai makan bahkan mereka saat itu sudah berjalan, dan berada di dalam kawasan bermain golf saat itu. Tapi saat ini Slent di temani dengan Artner yang melakukan hal yang sama dengan Slent, yaitu mengintai target di tempat tersebut. Sampai beberapa saat Artner mengajak Slent ke tempat kedua karena disini diduga target tak akan muncul saat itu. sampai tentu saja Slent tak menolak ajakan Artner.