Simon menyeringai mendapati Reynard mengikutinya dari belakang, lantas berlalu kini mereka sampai di sebuah gedung kosong tampak kumuh yang berada di kawasan pinggiran ibu kota.
"Hei," Panggil Reynard berhenti sejenak sembari menolah-noleh. Penerangan minim serta tampak tidak ada satupun insan yang ada di gedung kosong itu.
Simon menoleh, mendapati Reynard penuh keraguan tak dia pedulikan "Come on ..." Antusias mengajaknya.
Akhirnya Reynard tetap mengikuti dia masuk kedalam lorong bawah tanah yang cukup gelap. Lantas kurang lebih berjarak 200 meter dari pintu masuk, mereka tiba didalam sana membuat Reynard sedikit tercengang.
"In-ini ..."
Reynard menghentikan langkahnya sejenak sembari menepuk lirih pundak Simon.
Plek!
Simon menoleh dan menyeringai, "Seperti yang loe pikirkan, Come on men ..."
Balas menepuk bahu Reynard kemudian membawanya masuk.
#Skip
________
#Di sisi lain
Kurang lebih empat belas hari berselang, dari sisi Kenzie sudah sembuh dari luka-luka pasca jatuh dari motor. Dia tidak memiliki telephone genggam sehingga tidak dapat berkomunikasi dengan Reynard.
"Si Rey kok tumben amat kagak nongol-nongol kesini, Em ... ada apa sama tuh bocah ya?" Gumamnya saat menyadari selepas beberapa hari yang lalu dia tak pernah berkunjung di kondominium yang disewanya itu.
Menjelang senja kurang lebih pukul 15:00 dia berencana hendak berkunjung ke rumah Reynard. Lantas berlalu kini tiba tepat didepan rumah dia.
Arsitektur bangunan rumah milik orangtua-nya Reynard yang kini sudah bukan lagi hak milik-nya bukanlah rumah besar apalagi mewah yang tentunya tidak dilengkapi dengan pintu gerbang.
Tok, Tok, Tok,
Dia ketuk pintu itu tak ayal sembari memanggilnya
"Permisi ... Rey, Rey, Loe di rumah kagak?"
Menolah-noleh suasana kini tampak sepi, tak selang lama pintu itupun di buka.
Maka ...
Membuatnya Sedikit tercengang melihat seorang wanita dewasa yang membukakan pintu rumah itu, berparas cantik dan lekukan tubuh sangat indah tak ayal membuat pikirannya traveling kemana-mana alias penuh tanda tanya.
'Si-siapa nih cewek? buseet Cantik amat!'
"Maaf, siapa ya?" Ucap Perempuan itu, tak lain dialah Viona yang sudah menghuni rumah itu atas pemberian kekasih-nya (Reyhan)
Sementara didalam angan Kenzie masih belum berhenti berkutat sehingga dia belum menyadari si Viona bicara.
'Apa nih cewek kakak-nya si Rey? Tapi ... Ah kayaknya bukan deh, Reynard kan anak tunggal. Lalu ...? Apakah nih cewek pacar dia?"
Kenzie melihat dari ujung kaki hingga kepala fisik Viona.
"Gila bener si Rey, bisa dapetin cewek mateng begini'
"Maaf Bang, ada keperluan apa ya?" Ulang Viona tak mendapati pria yang didepannya menjawab pertanyaannya.
"Am ... Apa Rey-nya ada di rumah mbak?" Tanya Kenzie setelah dia menyadarinya.
Sontak Seraut wajah Viona tampak muram begitu mendengar Kalimat dari Kenzie, didalam hati dia berkata 'Mbak? apa-apaan nih orang, dia pikir aku pembantu apa! di panggil embak!'
Tetapi, dia alihkan rasa kesalnya itu begitu menyadari lelaki yang bertamu itu menyebut nama kekasihnya.
"Rey jam segini lagi sibuk, kamu siapa ya?" Balas tanya Viona.
'Sibuk apaan tuh bocah? Udah jadi siswa teladan kah sekarang?' Kenzie berpikir Reynard sedang sibuk Les.
Sementara yang Viona pikirkan yang di cari oleh Kenzie adalah Reyhan yang tentunya pada jam ini sedang sibuk di kantor.
"Iya aku teman Rey mbak, eh ... maksudku Non." Salah tingkah, Garuk-garuk kepala meski tak gatal.
'Nah gitu dong harus panggil aku Nona!' Batin Viona penuh bangga, tak ayal dia kibaskan sedikit rambutnya.
"Jam berapa kira-kira Rey Pulang ya Non?" Lanjut Kenzie.
Viona meliriknya tak ayal didalam hati dia berkutat 'Sejak kapan Rey ngasih tau ke temannya kalo aku tinggal di sini sih, Tapi ... Klo di liat-liat Nih cowok cakep juga" Menilik paras Kenzie dari ujung kaki hingga kepala tak ayal membuat Kenzie salah tingkah-dia pandangi tubuh dia sendiri.
'Ini cewek ngeliatin apaan sik, apa jangan-jangan ... Oh tidak!' Melotot, Dia langsung berbalik badan.
"Aih sial!" Mengira retsleting celananya tidak tertutup rapat.
Lantas ... Begitu suah dia tengok celananya membuatnya bingung.
"Eh, kagak melompong kok celana gua, tapi ... ngapa tuh cewek ngeliatin gua sampek segitunya ya, Siapanya Reynard sih nih Cewek. Sial! Bikin gua gugup setengah mampus!"
Segera berbalik badan lagi, mengulurkan tangan "Aku Kenzie teman-nya Rey."
Kenzie Berpikir mungkin saja Reynard tak pernah menceritakan pertemannanya dengannya mengingat selama ini Kenzie memang tak pernah berkunjung ke rumah itu-Sibuk kerja.
Meski ragu, tapi teralihkan di mata Viona lantaran melihat dari segi Fisik Kenzie memang cukup berkarisma, mulai badan tinggi semampai, kulit bersih, serta wajah tampan, apalagi Kenzie gemar memakai busana rapi seperti yang dia kenakan saat ini, tentunya sangat minim terlihat bahwa pemuda itu bukanlah orang kaya.
Viona akhirnya mengulurkan tangannya "Aku Viona, calon Istri Rey" Senyum bangga.
"What!" Kenzie sonyak Melotot terkejut, tak ayal membuat Viona tak kalah terkejutnya.
"Ke-kenapa bang?"
"Ah, ti-ti-tidak. Bukan apa-apa hehehe" Garuk-garuk kepala lagi meski tak gatal.
'Ebuset si Rey, mau kawin muda kah dia?'
"Yasudah aku ... pamit dulu non" Pamit Kenzie seraut wajahnya kosong lantaran tak habis kira si Reynard yang masih anak remaja bisa se-hebat itu dapat mengais hati seorang wanita dewasa, apalagi paras wanita ini sangat cantik di mata Kenzie.
Viona mengangguk pelan meski seraut wajahnya tampak keheranan.
Lantas ...
Sebelum Kenzie berbalik badan hendak hengkang. Tiba-tiba mendapati Viona jatuh pingsan tepat di pintu itu.
Gabrugh!
"Astaga, Non. Kenapa Non!" Kejut Kenzie beranjak mendekat-membantunya berdiri.
"Non, hei Nona. Kamu kenapa Non." Panggil Kenzie berulang-kali tak ayal sembari menolah-noleh.
Viona tersadar tapi dia tampak sangat lemas. Alhasil Kenzie menuntunya masuk kedalam rumah membantunya duduk di kursi Sofa.
Semula Kenzie hendak memanggil orang rumah, tapi dia teringat kronologi kehidupan keluarga Reynard yang pernah cerita tentang rumahnya selalu kosong lantaran ayah dan ibunya selalu pergi.
Tak heran dia tidak memanggil siapapun melainkan fokus terhadap seorang perempuan yang dia kira kekasih-nya Reynard ini tampak lemas tak berdaya.
Meraih air mineral dalam kemasan gelas yang terletak di meja itu, kemudian memberikannya.
"Minum dulu Non"
Viona meraihnya "Terima kasih" Meminumnya perlahan.
Kenzie tak henti menatapnya, tampak seraut wajah Viona pucat. "Apa sebaiknya aku antarkan kamu ke rumah sakit Non?" Tawarnya.
"Tidak perlu, aku hanya ingin Rey yang mengantarkanku. Biar dia tau apa yang ada di tubuhku ini."
Kenzie terdiam lantaran tak paham, sementara Viona lekas melanjutkan kalimatnya cenderung mencurahkan isi hatinya pada seorang pemuda yang dia kira teman-nya Reyhan ini.
"Aku hanya ingin dia secepatnya mempertanggung jawabkan apa yang telah dia lakukan padaku." Tampak mata berkaca-kaca.
"Maksudnya ...?" Tanya Kenzie tak ayal mata dia terfokus ke suatu arah saat Viona mengusap perutnya sendiri.
Kenzie melotot 'Oh Tidak!' terpikir yang tidak-tidak tentang itu.
Faktanya yang dia pikirkan memang benar, saat Viona lekas melanjutkan kalimatnya
"Saat ini aku sedang mengandung anak dia, janin yang ada didalam tubuhku sudah berusia hampir tiga bulan, tapi ... Hiks, hiks, hiks, Rey masih terus menunda waktu untuk menikahiku, hiks, hiks, hiks, Aku harus gimana hah! Aku harus gimanaaaaa ....!"
"Apa!" Reflex Kenzie, entah mengapa emosi dalam dirinya memuncak secepat jet bus mendengar pernyataan itu.
Menahan amarah sejenak kala mendapati si Viona tak henti sesegukan tampak sangat depresi "Apa dia sudah tau tentang ini?" Tanyanya.
Viona menggelengkan kepala "Aku juga belum lama mengetahui ini dan aku belum ada kesempatan memberitahukannya. Dia akhir-akhir ini sangat sibuk. Bahkan panggilanku selalu di tolak sama dia, hiks, hiks, hiks,"
Membuat Kenzie naik pitam mendengarnya. Dia tidak bertanya mengapa Viona kini berada di rumah Reynard ini, malahan terpikir si Reynard selama ini 'Kumpul kebo' bersama wanita ini lantaran rumah itu memang selalu tak di huni oleh orangtunya.
'Baj'ngan loe Rey!' umpatnya didalam batin
Teringat masa-masa dimana Reynard tak pernah sedikitpun membicarakan masalah perempuan, kini dia mengetahui sendiri ada wanita yang dia nodai seakan Reynard campakkan.
Lantas ...